Ini Rahasia Kecerdasan Anak Multiple Intelligence Islami

Awalnya, model kecerdasan Multiple Intelligence (MI) dipopulerkan oleh Prof. Howard Gardener, seorang ahli riset dari Amerika. Gardener mengusung potensi kecerdasan yang perlu dikembangkan; meliputi potensi kecerdasan linguistik, kecerdasan logik matematik, kecerdasan visual dan spasial, kecerdasan musik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan kinestetik, dan kecerdasan naturalis. Diakui Dr. Halit Hulusi (Senior Educational Psychologist di Birmingham Educational Psychology Service, Inggris), dengan delapan area kecerdasan ini, orangtua memiliki alat atau cara untuk mengembangkan kecerdasan anak-anaknya. Namun demikian, diakuinya pula bahwa dengan pengembangan delapan model kecerdasan tersebut tidak lantas serta merta membuat anak brilian di semua bidang. Dengan begitu, model kecerdasan ini hanya dipergunkan sebagai alat bantu dalam mengoptimalkan semua potensi di setiap area kecerdasannya.

Bagaimana Islam memandang delapan model kecerdasan tersebut, berikut komparasi teori Prof. Howard Gardener dengan teori pendidikan anak yang dilakukan oleh Rasul.

promooktober1
  1. Kecerdasan Linguistik (Word Smart)

Model kecerdasan ini melibatkan kemampuan berbahasa. Dalam Islam dikenal istilah iqra yang mengarahkan anak tidak hanya bisa baca-tulis bahasa sehari-hari, melainkan juga dididik untuk bisa membaca, mengenal, dan menghafal ayat-ayat Al-Quran.

Anak yang cenderung memiliki kecerdasan linguistik umumnya senang mendengarkan cerita, senang bercerita, senang bermain peran, serta permainan yang berhubungan dengan kata-kata. Maka, kisah-kisah tauladan nabi perlu dikenalkan kepada anak sejak dini. Tiga hal yang diperintahkan Nabi untuk diajarkan kepada anak-anak kita terkait berbagai kecerdasan intelektual, termasuk kecerdasan linguistik ini. “Didiklah anak-anakmu pada tiga perkara: mencintai Nabimu, mencintai ahli baitnya, dan membaca al-Qur’an.” (H.R. Ath-Thabrani)

2. Kecerdasan Logika-Matematika (Number Smart)

Model kecerdasan ini berkaitan dengan kemampuan menganalisis masalah secara logis, menemukan atau menciptakan rumus-rumus atau pola matematika, dan menyelidiki sesuatu secara ilmiah. Anak diarahkan  dengan belajar berhitung. Jari tangan dan kaki bisa menjadi alat untuk melatih anak dalam mengingat pola hitungan.

  1. Kecerdasan Visual-Spasial (Picture Smart)

Model kecerdasan yang melibatkan kepekaan mengobservasi dan kemampuan berpikir dalam gambar merupakan cara melatih anak membayangkan bentuk-bentuk geometri atau tiga dimensi dengan lebih mudah. Ajak dan biasakan anak selalu dekat dengan kegiatan bermain puzzle, menggambar, bermain balok memilih sebuah gambar. Misalnya, dari majalah lama, koran atau bahan lain yang sekiranya tidak membahayakan anak.

  1. Kecerdasan Musikal (Music Smart)

Model kecerdasan ini berkaitan dengan kemampuan berpikir atau mencerna suara (langgam, melodi), menggunakan musik sebagai sarana berkomunikasi, menginterpretasikan bentuk dan ide musikal, serta menciptakan pertunjukan dan komposisi yang ekspresif.

Dalam Islam, boleh jadi tidak mengenal istilah kecerdasan musikal. Namun begitu, mendengar dan belajar musik menjadi suatu hal yang dioperbolehkan, selama hal ini untuk menunjang pendidikan anak dalam mengembangkan potensi kecerdasan dalam dirinya.

Namun begitu, ada baiknya anak sedari kecil sudah dibiasakan mendengarkan orangtuanya membaca Al-Quran. Sebab, selain untuk mengenalkan ayat-ayat suci di telinga dan ingatannya, mendengarkan Al-Quran dapat membangkitkan minat anak untuk mengenali dan merespon aneka suara yang dia dengar sehari-hari. Hal ini menjadi salah satu model praktis mengembangkan potensi anak di bidang kecerdasan musikal ini.

  1. Kecerdasan Gerak Tubuh (Body Smart)

Disebut juga kecerdasan kinestetik, melibatkan kemampuan mengontrol gerakan, keseimbangan, ketangkasan dan keanggunan dalam bergerak. Anak-anak dengan kecerdasan gerak tubuh ini bisa diajarkan dalam aktivitas olahraga maupun aktivitas ibadah kepada Allah Swt.

Untuk itulah Rasul senantiasa menekankan agar orangtua mengajarkan berkuda, berenang, dan memahan kepada putra-putrinya. Di samping untuk melatih kekuatan fisik, ketiga kegiatan teserbu dapat melatih daya konstrasi pada anak. Anak juga dapat dikenalkan gerakan-gerakan shalat dan menjelaskan setiap maksud dan tujuan gerakan dalam shalat sehingga anak bisa mengenal dan memahami tujuan ibadah shalat sejak dini. Di samping itu, anak diberikan pemahaman bahwa dalam gerakan shalat bisa bermanfaat bagi kesehatan tubuh seperti meredakan shalat, membuat pikiran tenang, dan lain sebagainya.

  1. Kecerdasan Interpersonal (People Smart)

Kecerdasan yang melibatkan kemampuan memahami dan berkomunikasi dengan orang lain, serta melihat perbedaan orang lain dari segi suasana hati, temperamen, dan motivasi. Anak dengan kecerdasan interpersonal yang menonjol, cenderung lebih baik dan mudah menjalin interaksi sosial serta sangat sensitif terhadap perasaan orang lain. Selain itu, dia juga berpeluang menjadi pemimpin di kelompoknya.

Pada dasarnya, begitu banyak pola pendidikan yang diterapkan Rasul mengenai kecerdasan interpersonal ini. Rasulullah pernah bersabda, “Barangsiapa berkata kepada anaknya, ‘kemarilah! (nanti kuberi )’ kemudian tidak diberi maka ia adalah pembohong.” (HR. Ahmad dari Abu Hurairah). Ini adalah bentuk perintah mengasah kecerdasan interpersonal. Ya kejujuran adalah elemen yang penting dalam membina komunikasi dengan orang lain. Dan itu hanyalah satu dari sekian etika berhubungan dengan orang lain yang diajarkan Rasulullah Saw. yang tidak mungkin dijabarkan satu per satu dalam tulisan ini.

  1. Kecerdasan Intrapersonal (Self Smart)

Kecerdasan yang melibatkan kemampuan memahami diri sendiri, mengetahui siapa dirinya, apa yang ingin ia lakukan, bagaimana reaksi diri terhadap suatu situasi, dan memahami situasi seperti apa yang sebaiknya dihindari. Dalam Islam pun, model ini amat sangat ditekankan. Model ini masuk ketegori pembinaan akidah dan tauhid. Anak diarahkan untuk memiliki keyakinan dan keimanan terhadap pencipta-Nya

Selain itu, model kecerdasan interpersonal ini berkaitan dengan pembinaan akhlaq. Beberapa ciri anak dengan kecerdasan intrapersonal adalah ia senantiasa menampilakan rasa percaya diri dan berperilaku baik.

  1. Kecerdasan Naturalis (Nature Smart)

Model kecerdasan ini untuk mengoptimalkan kemampuan anak merasakan bentuk-bentuk dan menghubungkan elemen-elemen yang ada di alam yang diciptakan sang Khalik. Tadabur alam adalah salah satu bentuk rekreasi dalam Islam yang bertujuan untuk melatih jiwa syukur atas ciptaan-Nya yang pada gilirannya akan dapat mempertebal keimanan anak.

Jadi pada dasarnya, mengajarkan akidah, tauhid, dan akhlak dalam Islam dapat dijadikan sarana untuk mengembangkan delapan kecerdasan yang dicetuskan Prof. Howard Gardener tersebut di atas. Adalah kewajiban setiap orangtua untuk mempersiapkan anak-anaknya dalam menghadapi tantangan di zamannya. Dan sudah selayaknya orangtua takut apabila wafat dengan meninggalkan generasi yang lemah akidah dan akhlaknya sebagaimana yang difirmankan-Nya dalam ayat berikut.

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar” (Q.S. An-Nisaa’ [4]: 9).

Namun yang perlu ditenamkan orangtua kepada anak-anaknya adalah kecerdasan spiritualnya yang meliputi akidah,tauhid serta imannya yang benar dan lurus. Dengan memiliki kecerdasan spiritual maka seorang anak akan tumbuh dan berkembang sesuai dengan fitrahnya. [***]

 

Redaktur:  Ahmad

Editor: Iman

Ilustrasi foto: Norman

Promo Kalender

 

 

 

(Visited 41 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment