Waspada, Sikap Ini Bisa Menghambat Datangnya Pertolongan Allah (Bag. 1)

awan

Oleh: Tate Qomarudin*                                                       

 

Rasulullah Saw. bersabda, “Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang menegakkan kebenaran. Mereka tidak terganggu oleh orang yang menghinakan mereka hingga datang kemenangan Allah dan mereka tetap dalam keadaan demikian.” (H.R. Muslim)

Yang disampaikan oleh Rasulullah Saw.dalam hadits di atas tidak lain adalah janji Allah Swt. yang menyatakan bahwa niscaya Dia akan menolong orang-orang yang menegakkan kebenaran. Perhatikan dua firman-Nya beriku tini.

Dia-lah yang mengutus Rasulnya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci.” (QS. Ash-Shaff [61]:9)

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan merubah (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku.Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang yang fasik.” (Q.S. An-Nuur [24]:55)

promooktober1

Di samping janji-janji itu, fasilitas atau potensi kemenangan al-haq (kebenaran) sudah Allah sediakan secara lengkap. Di antara potensi-potensi itua dalah pertama,  keabadian syari’ah Islam. Islam telah terbukti mampu bertahan dan keluar sebagai pemenang dalam pertarungan berbagai ideologi sepanjang kehidupan manusia.

Kedua, sumber daya manusia muslim amat dahsyat. Hari ini tercatat 1,57 milyar penduduk dunia adalah muslim. Dan ketiga, potensi sumber daya alam. Seorang ulama mengatakan, “Tidak ada sejengkal pun tanah yang di atasnya diproklamirkan tauhid melainkan di bawahnya terkandung ke kagungan alam.”

Jadi, tidak ada alasan bagi penggiat dakwah untuk pesimis dan putus asa. Jangan sisakan ruang dalam jiwa kita bagi keraguan tentang keniscayaan datangnya pertolongan Allah Swt. Peluang kemenangan dakwah itu bertaburan di mana-mana.

Akan tetapi, janji kemenangan itu tidak serta merta turun dengan begitu saja tanpa pergerakan dan perjuangan dari kaum mukmin. Boleh jadi,kemenangan yang Allah janjikan itu datang tidak pada waktu yang diharapkan oleh para penegak kebenaran.Tentu saja,dalam keterlambatan datangnya kemenangan itu pun ada pesan dan nilai tarbiyah (pendidikan) dari Allah Swt. dan kita harus mampu meresponya secaratepat. Ada beberapafaktor yang dapatmemperlambattibanya pertolongan Allah, antara lain:

  1. Kurang atau Tidak Adanya Keikhlasan

Boleh jadi,kemenangan ditangguhkan karena dalam perjuangan kita masih ada tujuan-tujuan selain ridho Allah Swt. Perjuangan belum sepenuhnya menuju kepada Allah, belum utuh lillahi ta’ala. Padahal, Allah Swt. menginginkan kita agar berdakwah dan berjuang semata-mata ikhlas karena-Nya.

Rasulullah Saw. pernah ditanya, “Ada orang yang berjuang karena fanatisme kesukuan, ada orang yang berjuang karena (ingin menunjukkan) keberanian, dan ada orang yang berjuang karena ingin dilihat (riya). Siapakah di antara mereka yang termasuk fi sibilillah (berjuang di jalan Allah)?” Rasulullah Saw. menjawab, “Siapa yang berperang karena ingin meninggikan kalimat (agama) Allah maka dialah yang (berjuang) di jalan Allah.” (H.R. Bukharidan Muslim)

  1. Dha’fut-takhthith

Dha’fut-takhthith (lemah perencanaan) adalah penyumbang terhambatnya kemenangan dari Allah.Orang mengatakan, gagal merencanakan berarti merencanakan kegagalan. Bagi kita, melakukan perencanaan dalam perjuangan adalah bagian dari pelaksanaan perintah Allah, seperti dalam firman-Nya,

Dan persiapkanlah oleh kalian untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang bisa dan dari kuda-kuda yang ditambat, yang dengannya kamu menggentarkan musuh Allah dan musuh kalian.” (Q.S. Al-Anfal [8]: 60)

Mari sejenak kita tengok siroh Rasulullah Saw.Sesampainya di Madinah, beliau langsung melakukan pendataan orang-orang yang telah menyatakan masuk Islam. Saat itu tercatat 1.500 orang. Strategi besar dakwah yang telah digariskan oleh Rasulullah Saw. sebagaimana yang terserap dari sirahnya adalah tahapan-tahapan berikut: pembentukan individu muslim, pembentukan keluarga muslim, pembentukan masyarakat islami, serta pembentukan pemerintahan yang islami.

Tanpa perencanaan yang konprehensif dan integral, tahapan-tahapan itu mustahil bisa teracapai. Untuk pembentukan pribadi muslim saja,diperlukan langkah-langkah yang tertata dan terencana sehingga terbentuk pribadi yang memiliki karakter muslim paripurna. Karakter-karakter itu adalah: mempunyai aqidah yang lurus, melaksanakan ibadah yang benar, berakhlak mulia, memiliki intelektualitas yang baik, tubuhnya sehat dan kuat, mampu berusaha untuk mencari rezeki, mampu mengendalikan hawa nafsu, segala urusannya tertata rapih, memanfaatkan waktunya dengan sangat baik, dan berguna bagi orang lain. Bagaimana pula halnya dengan membentuk sebuah masyarakat, pemerintahan, dan khilafah? Tanpa perencanaan yang matang, hal tersebut hanya akan muncul aktivitas reaksioner dan sporadis saja.

[>>>>>HALAMAN SELANJUTNYA>>>>]

*Penulis adalah pegiat dakwah dan penulis buku

Editor: Iman

 

 

(Visited 64 times, 3 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment