Jangan Ragu,Konsumsi Daging Baik Untuk Kesehatan (Bag. 2)

Oleh: Nur Fatimah, dr, SpGK, MS*

Kebutuhan tubuh akan lemak juga harus melihat jenis lemaknya sendiri. Lemak dengan susunan kimia tanpa ikatan rangkap atau dikenal sebagai lemak jenuh adalah jenis lemak yang harus dibatasi karena akan meningkatkan risiko kenaikan kadar lemak darah bila dikonsumsi berlebih. Kadar lemak yang lebih dari normal inilah yang menjadi faktor risiko berbagai kelainan, di antaranya mempercepat peningkatan proses aterosklerosis pada pembuluh darah dengan komplikasi serius seperti penyempitan dan sumbatan pembuluh darah pada jantung dan otak.

promooktober1

Jenis lemak lain yang harus tercukupi kebutuhannya adalah lemak tidak jenuh rantai ganda atau lebih dikenal dengan PUFA. Jenis lemak ini bila dikonsumsi sesuai kebutuhan akan memberi berbagai efek menguntungkan pada tubuh dan kurang bertendensi meningkatkan kadar lemak darah. Perbandingan kebutuhan lemak jenuh dan tidak jenuh sebaiknya minimal 1:1.

Sebagai gambaran komposisi berbagai jenis lemak pada daging dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Komposisi asam lemak/100 g daging

Jenis daging Lemak Jenuh(g) Lemak Tidak Jenuh (g)
Sapi 44,9 52,5
Kambing 52,1 44,5
Ayam 35,1 62,5

Dalam Al-Quran Surat Thaahaa (20) ayat 81, Allah Swt. berfirman,

“Makanlah di antara rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu….”

Demikian pula dalam beberapa ayat lain, anjuran makan tidak berlebihan banyak ditemukan, di antaranya Surat Al-A‘raaf (7) ayat 31,

Hai anak Adam, pakailah pakaian kalian yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”

Mengendalikan hawa nafsu termasuk di antaranya mengendalikan asupan makanan juga dianjurkan. Hal ini jelas tercantum dalam Surat Asy-Syura (42) ayat 27,

Jika Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha melihat.

Demikian juga banyak rujukan dalam hadits yang menyarankan untuk mengendalikan makan karena akan berakibat pada berbagai hal. Salah satunya yang kita lihat dalam H.R. Ibnu Majah,

Sesungguhnya termasuk sikap berlebih-lebihan bila kamu memakan segala sesuatu yang kamu inginkan.

H.R. Muslim, Turmudzi, Ahmad, dan Ibnu Majah, “Seorang mukmin makan dengan satu usus, sementara seorang kafir makan dengan tujuh usus.” Khalifah Umar bin Khaththab berkata,

“Jauhilah oleh kalian sikap rakus dalam makan, Karena tindakan itu bisa merusak tubuh dan dapat mengundang penyakit.”

Demikianlah, begitu luas pelajaran yang dapat kita ambil dari satu aspek kecil kehidupan, yaitu mengatur makan. Semua sumber makanan yang disediakan oleh Allah di muka bumi ini memang untuk kemaslahatan manusia, tetapi dengan pedoman yang terdapat dalam Al Quran maupun hadits seperti yang telah dikemukakan di atas. Banyak manfaat dapat kita ambil: karunia rezeki, nikmatnya makanan, dan mengendalikannya untuk kesehatan juga merupakan karunia yang tiada habisnya. Subhanallah. [ ]

 

*Penulis adalah dokter dan konsultan gizi .

Editor: Iman

Ilustrasi foto: Norman

Bagi Sobat Mapi  punya hobi menulis dan ingin karya tulis Anda dimuat di MapiOnline.com? Kirimkan tulisan anda ke email [email protected]  Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh. Gabunglah bersama kami. Info lengkapnya di sini

 

Promo Kalender

(Visited 11 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment