Ikan pun Bertasbih, Bagaimana dengan Manusia ?

Oleh: Bambang Pranggono*

 Ada sebagian manusia yang belum sadar bahwa makhluk yang Allah ciptakan bukan hanya jenis manusia saja,melainkan ada alam yang di dalamnya ada makhluk hidup yang manusia sendiri tidak bisa menghitungnya. Takjubnya semua makhluk tersebut mengagungkan dan bertasbih kepada-Nya. Informasi ini dapat kita ketahui dari Al Quran:

promooktober1

Bertasbih kepada-Nya tujuh langit dan bumi dan apa yang ada pada keduanya, dan sesungguhnya tidaklah segala sesuatu kecuali bertasbih dan memuji-Nya, hanya saja kalian tidak mengerti tasbih mereka…” (Q.S. Al-Israa’ [17]: 44)

Para ulama berbeda pendapat tentang ayat diatas. Menurut Ikrimah, selain malaikat, manusia dan jin mukmin, yang bertasbih  hanya tumbuh-tumbuhan  saja. Ibnu Abbas berpendapat bahwa yang bertasbih adalah makhluk yang hidup saja.  Al-Qurthuby mengatakan bahwa segala sesuatu bertasbih, termasuk benda mati.

Pendapat ini didasarkan atas banyak hadits, di antaranya adalah sebuah hadits yang menyatakan bahwa Abdullah bin Mas’ud  pernah makan bersama Rasulullah Saw. dan mendengar makanan bertasbih. Abi Dzar Al-Ghiffary juga pernah mendengar kerikil di tangan Rasulullah Saw. bertasbih (mendengung seperti suara lebah).  Al-Baghawy dalam  tafsirnya Ma’alimut-Tanzil menyebutkan bahwa burung bertasbih ketika berkicau, tanah bertasbih kemudian diam ketika dikotori najis, daun bertasbih sampai putus dari tangkainya, baju bertasbih ketika masih baru dan berhenti ketika sudah usang.

Memang, tasbih benda-benda tersebut belum dapat dipahami oleh manusia di masa itu sehingga  Az-Zamakhsyary dalam tafsir Al-Kasysyaaf berpendapat bahwa tasbih mereka hanya berupa lisanul -hal,  bukan dengan lidah dan suara. Tasbih mereka pun diartikan sebagai keberadaan makhluk dan benda-benda itu saja. Ya, keberadaan benda-benda tersebut pada hakikatnya adalah untuk memuliakan Allah Swt. Pendapat ini banyak dianut sampai sains modern menemukan bukti bahwa semua benda tersebut memang bertasbih dalam arti fisik.

Contohnya adalah ikan. Selama ini kita beranggapan bahwa hanya lumba-lumba yang dianggap sebagai jenis ikan cerdas dan bisa berkomunikasi. Namun demikian, Dr. Shahriman Ghazali (ahli kelautan Universitas Auckland, Selandia Baru) menemukan bukti bahwa semua ikan dapat berbicara satu sama lain. Ikan mendengus atau berceletuk dengan  menggetarkan otot kandung kemih. Semua ikan bisa mendengar, tapi tidak semua bisa bersuara .

Ikan Mas mempunyai pendengaran yang baik, tetapi tidak terlalu cakap dalam bervokal.  Ikan bersuara untuk kepentingan berbeda beda, seperti untuk menarik perhatian lingkungannya, untuk menakuti musuhnya, atau untuk bicara pada diri sendiri. Ikan Gurnard memiliki repertoiar vokal yang luas dan menghasilkan obrolan yang konstan. Ikan Cod terkenal pendiam dan hanya berbicara ketika mereka sedang berkembang biak.

Nah, karena  sains sudah membuktikan bahwa  ikan bisa berbicara, logikanya  mereka pun  bisa bertasbih. Selanjutnya adalah tugas saintis muslim untuk meneliti dan membuktikan bahwa  benda-benda  ciptaan-Nya yang lain pun  memang  bertasbih. Wallahu a’lam. [ ]

*Penulis adalah pegiat dakwah dan penulis buku.

Editor: Iman

Ilustrasi foto: “Gullfiskur” by Elma from Reykjavík – Gullfiskur. Licensed under CC BY 2.0 via Wikimedia Commons.

Bagi Sobat Mapi  punya hobi menulis dan ingin karya tulis Anda dimuat di MapiOnline.com? Kirimkan tulisan anda ke email [email protected]  Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh. Gabunglah bersama kami. Info lengkapnya di sini

 

Promo Kalender

(Visited 28 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment