Habib Rizieq : Salam Sampurasun Boleh Diucapkan Asal….

Setelah menjadi sorotan media sosial karena aksi pelesetannya dalam sebuah video ceramah di You Tube,  Habib Rizieq, pimpinan Front Pembela Islam (FPI), angkat bicara kepada media massa.  Dalam sebuah pernyataan yang dilansir situs berita Tribunnews.com, Rizieq menjawab protes dari masyarakat Sunda yang keberatan dengan perilaku tokoh ormas Islam tersebut.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Rizieq mengundang protes dari berbagai pihak termasuk Walikota Bandung dan beberapa organisasi masyarakat Jawa Barat karena ‘memelesetkan’ kata sapaan warga Sunda yaitu Sampurasun menjadi “Campur Racun”.

promooktober

Rizieq meminta masyarakat Jawa Barat agar jernih memahami maksud pernyataan Sampurasun.   Menurut Rizieq,  Sampurasun adalah ucapan selamat masyarakat Sunda yang sangat terkenal dan mengandung unsur penghormatan kepada sesama.

Pengucapan Sampurasun, lanjut Rizieq, dapat dipergunakan kapan saja selama tidak dijadikan sebagai pengganti ucapan salam, yaitu “Assalaamu ‘Alaikum”.

“Sampurasun sebagai adat sunda yang mempunyai makna sangat baik dan amat bagus, serta boleh digunakan untuk menyapa sebagai penghormatan, selama tidak dijadikan sebagai pengganti syariat “Assalaamu ‘Alaikum”” kata Rizieq seperti dilansir Tribunnews, Rabu (25/11/2015).

Ia menegaskan,  pengucapan Sampurasun seyogyanya tidak menjadi sarana mengadu domba antara adat istiadat dan syariat, karena masing-masing ada tempat dan syarat serta cara penggunaan.

Dalam hal ini, Rizieq mengkritik  upaya kampanye yang dilakukan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi.  Habib berpendapat, Dedi sudah mulai meninggalkan ucapan salam “Assalaamu ‘Alaikum” dan diganti dengan salam adat Sunda “Sampurasun”.

Sementara itu, seniman dan budayawan Acil Bimbo berpendapat, masalah pelecehan Sampurasun ini harus didiskusikan kembali oleh semua elemen. Terutama yang merasa tersinggung oleh pernyataan Habib Rizieq.  Terutama mereka yang merasa tersinggung oleh pernyataan Rizieq.

“Apa memang cuma segini yang tersinggung? Saya yakin bukan cuma di Bandung saja yang tersinggung. Ini cerminan, orang Bandung sudah tidak jadi pribumi lagi di Bandung. Kenapa dia berani, karena dia merasa kuat, percaya diri. Ini bukan lagi bercanda,” kata Acil seperti dilansir situs Pikiran Rakyat.com.

Foto : Repro YouTube

Editor Bahasa: Desi

(Visited 19 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment