Ini Dia Batasan dalam Memandang Lawan Jenis

Oleh: Abdurahman Rasna*

Kemajuan zaman telah merubah banyak hal, bukan saja pada teknologi melainkan juga hubungan sosial tak terkecuali pola pergaulan lawan jenis. Jika dahulu ada banyak etika yang dipegang, namun kondisi sekarang mulai longgar atau mulai dihilangkan. Bercampurnya pergaulan lawan jenis di ruang publik saat ini bukan hal yang aneh. Kondisi inilah yang seolah menghilangkan sekat khususnya pola pergaulan lawan jenis, mulai dari  sekedar saling sapa, bersenggolan hingga saling pandang atau tatap mata. Khusus untuk pandangan,  terkadang bukan sekedar tatap mata. namun pandangan ke seluruh tubuh lawan bicara (lawan jenis). Lantas bagaimana pandangan yang demikian menurut Islam?

iklan donasi pustaka2

Jarir Bin Abdullah bertanya kepada Rasulullah Saw, tentang memandang (aurat) orang lain secara tiba-tiba atau tidak sengaja. Nabi menjawab : “Palingkanlah pandangan mu.” (HR. Muslim)

Melihat aurat orang lain itu hukumnya terlarang, baik dengan syahwat maupun tidak, kecuali jika hal itu terjadi tanpa sengaja atau spontan. Lalu bagian mana  saja yang disebut aurat laki-laki?.

Syekh yusuf Qardhawi menjelaskan, kemaluan adalah aurat mughalladhah (besar/berat). Yang keharaman membukanya dihadapan orang lain, dan haram pula melihatnya kecuali dalam kondisi emergensi/darurat seperti berobat dan sebagainya. “Bahkan jika aurat ditutup dengan pakaian tipis,atau menonjolkan lekuk bentuknya, ini juga terlarang menurut Syari’at“.

Mengenai paha laki-laki termasuk aurat, dan aurat laki-laki adalah antara pusar dan lutut. Kaitan dengan ini ada rukhshah / dispensasi /keringanan bagi para olahragawan dan sebagainya yang biasa menggunakan celana pendek, termasuk para anggota Pramuka dan Pecinta Alam.

Syekh yusuf Qardhawi mengatakan, aurat laki-laki itu haram dilihat baik oleh sesama laki-laki, apalagi perempuan. Ini masalah yang sangat jelas. Adapun bagian tubuh yang tidak termasuk aurat laki-laki seperti, wajah,rambut,lengan,bahu,betis dan sebagainya, boleh dilihat selama tidak disertai syahwat.

Adapun masalah wanita memandang laki-laki, ada 2 riwayat yang menjelaskan. Pertama, wanita boleh melihat laki-laki asal tidak pada auratnya. Kedua, wanita tidak boleh melihat laki-laki kecuali hanya bagian tubuh yang laki-laki boleh melihatnya.

Ini juga dikuatkan oleh pendapat Abu Bakar yang merupakan salah satu pendapat diantara 2 pendapat Imam Syafi’i. Sebagaimana pernyataan ummu salamah : “aku Pernah duduk disebelah Nabi SAW, lalu muncul Ibnu Ummi Maktum meminta izin masuk. Nabi SAW kemudian bersabda,”Berhijablah Kamu daripadanya.”Ummu salamah berkata, “Wahai Rasulullah, dia itu tuna netra.” kemudian Nabi SAW menjawab dengan nada bertanya, “Apakah kalian berdua (Ummu salamah dan Maemunah) juga buta dan tidak melihatnya?”. (HR.Abu Daud)

Menurut Syekh yusuf Qardhawi, wanita memandang laki-laki hukumnya boleh dengan syarat tidak dibarengi dengan berimajinasi dan bersyahwat. Jika ada unsur berimajinasi dan bersyahwat, hukumnya haram. Oleh karena itu, Allah Swt mengingatkan kaum muslimah untuk menundukan sebagian pandangannya, dan sebagaimana  Allah Swt juga menyuruh laki-laki menundukan sebagian pandangannya. Penegasan Allah ini dapat disimak dalam Al-Quran :

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat” . “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS.An-Nur: 30-31)

Benar memang, bahwa wanita lebih dominan dapat membangkitkan syahwat laki-laki dari pada laki-laki membangkitkan syahwat wanita. Karena wanita lebih banyak menarik laki-laki, yang biasanya wanitalah yang dicari laki-laki. Meskipun demikian, Zaman sekarang justru banyak laki-laki yang menarik pandangan dan hati wanita karena maskulinannya, dan lain sebagainya, atau karena faktor lain yang menarik pandangan dan hati perempuan. (Bagaimana Kisah Nabi Yusuf dan Siti Zulaikha,atau beberapa kasus perselingkuhan masa kini).

Syekh yusuf Qardhawi berpendapat, apabila seorang wanita melihat laki-laki, lalu timbul hasrat kewanitaannya, hendaklah ia menundukan pandangan, jangan terus memandangnya demi mencegah munculnya fitnah, dan bahaya itu akan bertambah besar lagi bila si laki-laki juga memandangnya dengan berfantasi dan berimajinasi.

Kita akui bahwa menjaga pandangan adalah hal yang sangat berat dijaman keterbukaan dan penuh fitnah ini. Meski demikian hal itu bukan berarti kita lalu membiarkan mata liar tak terjaga. Kita harus mampu menundukan dan menjaga pandangan dari hal-hal yang di haramkan Allah untuk dilihat khusus lawan jenis, karena salah satu cirri orang beriman adalah yang mampu menjaga pandangannya. Semoga Allah memberi kekuatan dan senantiasa menjaga kita dari fitnah pandangan mata yang sering kali memperdaya. Wallahu’alam. [ ]

*Penulis adalah pegiat dakwah dan Ketua Prodi Ahwalu Syahsiah Universitas Mathlaul Anwar (Unma) Banten

Editor: Iman                       

Ilustrasi foto : “Morocco 2 (3396391)” by Steve Evans from Citizen of the World – Morocco 2Uploaded by russavia. Licensed under CC BY 2.0 via Wikimedia Commons.

 Sobat Mapi  punya hobi menulis dan ingin karya tulis Anda dimuat di MapiOnline.com? Kirimkan tulisan anda ke email [email protected]  Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh. Gabunglah bersama kami. Info lengkapnya di sini

 

Promo Kalender

 

(Visited 32 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment