Ingin Doa Terkabul? Lakukan 7 Langkah Ini

berdoa kepada Allah

Pak Ustaz yang saya hormati, bagaimana caranya agar doa kita dikabulkan Allah Swt. Adakah tips-tips agar doa kita dikabulkan? Terima kasih atas jawabannya :

 

Sesungguhnya Allah Swt. akan selalu mengabulkan permintaanhamba-Nya yang berdoa dengan sungguh-sungguh. “…Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perke nankan doamu…” ( Q.S. Gāfi r [40]: 60)

promooktober

Pengabulan doa ada yang cash (langsung/kontan). Misalnya, saat tahajud kita minta jodoh yang saleh, ternyata siang harinya ada yang melamar dan besoknya menikah. Inilah doa yang cash (kontan).

Ada juga doa yang delayed (tertunda/ditangguh kan). Misalnya, hari ini kita berdoa, tetapi dikabulkannya baru lima tahun kemudian. Inilah doa yang delayed ditangguhkan). Bahkan ada juga doa yang pengabulannya tidak di dunia, tetapi menjadi deposito amal saleh kita di akhirat. Ini juga merupakan bentuk pengabulan doa yang delayed (ditangguhkan).

Rasulullah Saw. bersabda, “Tidak ada seorang Muslim yang menghadapkan mukanya kepada Allah untuk berdoa, kecuali Allah akan mengabulkannya (memberikan nya). Kadang, pengabulannya dipercepat (cash) dan kadang diperlambat/ditanggauhkan (delayed).” ( H.R. Ahmad dan Hakim)

 

Secara manusiawi, apabila permohonan kita tidak atau belum terkabulkan, kita merasa sumpek. Padahal, kemungkinan besar ini yang terbaik untuk kita. Ingat, ilmu kita sangat terbatas, sementara ilmu Allah Swt. Maha Luas.

“…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu. Bisa juga kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” ( Q.S. Al-Baqarah [2]: 216)

…boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya.” ( Q.S. An-Nisā’ [4]: 19)

Prinsip-prinsip di atas harus dipegang teguh agar kita tidak berprasangka buruk kepada Allah Swt. dan tidak putus asa dari rahmat dan Nya.

Adapun langkah-langkah agar doa kita lebih berpeluang untuk dikabulkan adalah sebagai berikut :

1. Awali doa dengan Asmā’ul Ĥusnā

Allah memiliki Asmā’ul Ĥusnā (nama-nama terbaik), maka bermohon lah kepada-Nya dengan menyebut Asmā’ul Ĥusnā itu...” ( Q.S. Al-A‘rāf [7]: 180)

Asmā’ul Ĥusnā artinya nama-nama Allah yang baik, seperti  Ar-Rahman (Maha Pemurah), Al Hakiim (Maha Bijaksana), Ar-Rahiim (Maha Penyayang), Al Kariim (Maha Dermawan), dan Al‘Aliim (Maha Mengetahui).

Merujuk pada ayat ini, ketika kita akan meminta sesuatu pada Allah Swt., awali dengan Asmā’ul Ĥusnā yang kita hafal, misalnya Ýa Rahmaan, Ya Rahiim, setelah itu baru kita berdoa.

Berapa kali Asmā’ul Ĥusnā yang harus kita baca pada awal doa? Tidak ada satu dalil sahih pun yang menjelaskan jumlahnya. Baca saja semampu dan semau kita, sesuaikan dengan situasi dan kondisi. Namun, alangkah baiknya kalau Asmā’ul Ĥusnā yang kita baca ada korelasi (hubungan) dengan permintaan kita, misalnya kalau minta ilmu, awali dengan Ya ‘Aliim (Wahai Yang Maha Tahu), Ya Hakiim (Wahai Yang Maha Bijaksana). Kalau minta ampun, kita awali dengan Ya Ghafuur (Wahai Yang Maha Pengampun), Ya Rahiim (Wahai Yang Maha Penyayang), dll.

2. Ucapkan Kalimah Tauhid

Setelah membaca Asmā’ul Ĥusnā, lalu kita ucapkan Kalimah Tauhid, yaitu pernyataan yang mengekpresikan keimanan kita kepada Allah Swt. Kita nyatakan bahwa Allah Swt. itu Maha Tunggal, Maha Berkuasa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan lain-lain.

Adapun Kalimah Tauhid yang sebaiknya kita baca saat berdoa adalah sebagai berikut.

(Allahumma inni as aluka bi anni asyhadu annaka antallahu laa ilaaha illa anta ahadu shamadul ladzi lam yalid wa lam yuulad wa lam yakun lahu kufuwan ahad)

Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ya Allah, dengan bersaksi bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah Yang tiada Tuhan selain Engkau, Yang Maha Tunggal dan Yang menjadi tempatku bergantung, Yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, serta tak ada yang menyamaiMu seorang pun.” ( H.R. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan Hakim)

(Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbaru, Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, lahulmulku walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai-in qadiir, laa ilaaha illallaahu, walaa haula walaa quwwata illa billaah)

Tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Tunggal, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kerajaan dan milik-Nya pula segala puji, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah dan tiada daya serta tak ada kekuatan selain dengan kekuatan yang datang dari Allah.” (H.R.Thabrani)

3. Iringi doa dengan prasangka baik

Berdoa harus diiringi dengan prasangka baik kepada Allah Swt. bahwa Dia akan selalu mengabulkan doa kita. Apabila doa belum dikabulkan, kita harus yakin bahwa apa yang kita pinta mungkin menurut Allah Swt. kurang baik, karena itulah Dia tidak mengabulkan permintaan kita, atau tanpa kita sadari Allah telah menggantinya dengan yang lebih baik. Yakinlah, Allah Swt. hanya akan mengabulkan permintaan yang sekiranya akan menjadi kebaikan untuk diri kita.

Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla berfi rman, ‘Aku akan mengikuti persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Dan Aku selalu menyertainya apabila ia berdoa kepada-Ku.’” ( H.R. Bukhari dan Muslim)

Maksudnya, kalau kita menyangka Allah itu Maha Penyayang, Dia akan menyayangi kita. Kalau kita menyangka Allah itu akan mengabulkan doa kita, Dia akan mengabulkannya selama yang kita mintakan itu akan menjadi kebaikan.

4. Berdoa dengan hati yang mantap

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

(Visited 236 times, 10 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment