Kisah Sedekah Satu Dirham Berbuah Mutiara

mutiara

Oleh: Sunaryo Sarwoko*

Dikisahkan, seorang sahabat tengah mencari uang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya di rumah. Ia pergi membawa benang tenun untuk dijual seharga 1 dirham untuk membeli tepung. Ketika pulang, ia melewati dua orang laki-laki yang masing-masing menjambak kepal kawannya. Ia bertanya, “Ada apa?” Orang-orang yang berkerumun melihat dua orang tersebut memberitahunya bahwa keduanya bertengkar karena uang satu dirham. Maka, ia memberikan satu-satunya uang satu dirham miliknya kepada salah seorang dari mereka sehingga keduanya berhenti berebut.

promooktober

Sesampainya di rumah, ia menceritakan yang telah terjadi (mengapa ia pulang tanpa membawa uang) kepada istrinya. Mendengar hal tersebut, sang istri tidak marah. Sang istri malah mengumpulkan perkakas rumah tangga dan menyuruh suaminya untuk menjual barang-barang tersebut. Sayang, perkakas rumah tangga tersebut tidak laku sehingga setelah hampir seharian berusaha menjajakan barang dagangannya, sang suami pun akhirnya memutuskan untuk pulang. Dalam perjalanan pulang, ia berpapasan dengan laki-laki yang membawa ikan busuk yang baunya sangat menyengat. Orang itu berkata, “Engkau membawa sesuatu yang tidak laku, demikian pula dengan yang saya bawa. Apakah Anda mau menukarnya dengan barang (daganganku)?” Ia meng-iya-kan. Ikan itu pun dibawanya pulang. Kepada isterinya ia berkata, “Dindaku, segeralah urus (masak) ikan ini, kita hampir tak berdaya karena lapar.”

Maka sang istri segera memasak ikan tersebut. Ketika membelah perutnya, tiba-tiba sebuah mutiara keluar dari perut ikan tersebut. Istri penyabar itu pun menghampiri suaminya dan berkata, “Suamiku, dari perut ikan ini keluar sesuatu yang lebih kecil dari pada telur ayam. Ia hampir sebesar telur burung dara.” Suaminya berkata, “Perlihatkanlah kepadaku.” Maka ia melihat sesuatu yang tak pernah dilihat sepanjang hidupnya. Pikirannya melayang, hatinya berdebar. Ini adalah sebutir mutiara. Ia lalu berkata kepada istrinya, “Tahukah engkau berapa nilai mutiara ini?” “Tidak, tetapi aku mengetahui siapa orang yang pintar dalam hal ini.”, jawab sang sang istri yang kemudian menyuruh suaminya menemui orang yang dimaksud. Ia lalu mengambil mutiara itu dan bergegas pergi ke tempat penjual mutiara.

Ia menghampiri kawannya yang ahli di bidang mutiara. Setelah mengucapkan salam dan beroleh balasan, ia berbicara kepada temannya seraya mengeluarkan mutiara sebesar telur burung dara yang dibawanya. “Tahukah Anda, berapa nilai mutiara ini?”, tanyanya. Kawannya memperhatikan barang itu dan kemudian berkata, “Aku menghargainya 40 ribu dirham. Jika Anda mau, uang itu akan kubayar kontan sekarang juga kepadamu. Tapi jika Anda menginginkan harga lebih tinggi, pergilah kepada si fulan. Dia akan memberimu harga lebih tinggi dariku.” Maka ia pun pergi kepada orang yang dimaksud oleh sang teman. Orang itu memperhatikan barang tersebut, mengakui keelokannya, dan kemudian berkata, “Aku hargai barang ini 80 ribu dirham. Jika Anda menginginkan harga lebih tinggi, pergilah kepada si fulan. Saya kira dia akan memberi harga lebih tinggi dariku.” Orang yang bersangkutan segera ia bergegas menuju kepadanya dan berkata, “Aku hargai mutiara ini 120 ribu dirham. Dan saya kira, tidak ada orang yang berani menambah sedikit  pun dari harga itu.” “Ya”, ia pun setuju. Maka pada hari itu, ia membawa dua belas kantung uang. Pada masing-masingnya terdapat 10.000 dirham. Uang itu pun ia bawa ke rumahnya untuk disimpan.

Tidak berapa lama setelah ia sampai di rumah, tiba-tiba di depan pintu ada seorang fakir yang meminta-minta. Maka ia berkata, “Saya punya kisah, karena itu masuklah.” Orang itu pun masuk. Sang empunya rumah berkata, “Ambillah separuh dari hartaku ini.” Maka orang fakir itu mengambil enam kantung uang dan membawanya pergi. Setelah agak jauh, ia kembali lagi seraya berkata, “Sebenarnya aku bukanlah orang miskin atau fakir, tetapi Allah ta’ala telah mengutusku kepadamu. Dialah Dzat yang telah mengganti 1 dirhammu dengan 20 qirath dan yang diberikan-Nya kepadamu saat ini adalah baru satu qirath-nya dan Dia masih menyimpan untukmu 19 qirath yang lain.

Kisah lain, suatu ketika Ali pulang dari shalat berjamaah di masjid. Di jalann ia dihentikan oleh seorang lanjut usia. “Maaf anak muda, betulkah engkau Ali anaknya Abu Thalib?” Ali menjawab, “Ya betul. Ada apa, Tuan?” Orang tua itu mencari sesuati di dalam tasnya lalu mengeluarkan sesuatu seraya berkata, “Dahulu ayahmu pernah kusuruh menyamak kulit. Aku belum sempat membayar upahnya, ayahmu sudah meninggal. Jadi, terimalah uang ini, sebab engkaulah ahli warisnya.” Dengan gembira Ali mengambil haknya dari orang itu sebanyak 30 dinar.

Ketika Ali menceritakan kejadian itu, Fatimah sangat gembira memperoleh rezeki yang tidak disangka-sangka tersebut dan ia menyuruh suaminya membeli keperluan hidup sehari-hari dengan uang tersebut. Ali pun bergegas berangkat ke pasar. Sebelum masuk ke dalam pasar, ia melihat seorang fakir menadahkan tangan. “Siapakah yang mau menghutangkan hartanya kerana Allah, bersedekahlah kepada saya, seorang musafir yang kehabisan bekal di perjalanan.”, ucap sang musafir. Tanpa berfikir panjang, Ali memberikan seluruh uangnya kepada orang itu.

Ketika Ali sampai di rumah, Fatimah keheranan melihat suaminya tidak membawa apa-apa. Ali menerangkan peristiwa yang baru saja dialaminya. Fatimah, tersenyum lalu berkata, “Keputusan Kanda adalah yang juga akan saya lakukan seandainya saya yang mengalaminya. Lebih baik kita menghutangkan harta karena Allah daripada bersifat bakhil yang dimurkai-Nya dan yang menutup pintu surga untuk kita.”

Dari dua kisah diatas kiranya dapat menginspirasi dan memotivasi untuk tidak ragu lagi dengan amalan sunah yakni sedekah. Apa yang mereka terima tersebut baru balasan di dunia saja dan kita yakin bahwa balasan Allah di akhirat kelak jauh lebih besar dan tak terbayang saat di dunia. Allah Maha Kaya dan Maha Berkendak,atas hamba-Nya yang beramal karena mencari ridho-Nya. Semoga bermanfaat.  Wallahu’alam []

*Penulis seorang pegiat dakwah dan Pembina panti asuhan anak yatim dan dhuafa

Editor: Iman

(Visited 27 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment