Menelusuri Sejarah Darah

Sesungguhnya diharamkan atasmu mayat, darah, dan daging babi, dan yang disembelih untuk selain Allah. (Q.S. Al Baqarah 2: 172)

Haramnya darah sampai empat kali diulangi dalam Al Quran. Dalam Surat Al Baqarah (2) ayat 172, Surat Al Maidah (5) ayat 3, Surat Al An’am (6) ayat 145, dan Surat An-Nahl (16) ayat 115. Dalam Al Baqarah (2) ayat 30, malaikat menolak penunjukan manusia sebagai khalifah karena suka menumpahkan darah. Rasulullah saw. mengharamkan pernikahan keluarga sedarah.

iklan donasi pustaka2

Ada apa dengan darah? Padahal sejak zaman purba darah sudah dipakai dalam upacara ritual. Pemburu purba mengoleskan darah binatang ke wajahnya. Pendeta Aztec di Meksico meminum darah dalam prosesi persembahan. Drakula mengisap darah mangsanya. Islam justru melarang mengkonsumsi darah. Mengapa?

Biasanya dijawab bahwa semua yang dilarang Allah pasti ada madlaratnya. Misalnya dalam Tafsir Al Wasith, Wahbah Zuhaily menafsirkan bahwa haramnya darah karena mengandung kuman penyakit. Tetapi Dr. Peter J.D’Adamo, ahli naturopathic, menemukan bahwa dalam darah ada kode genetika tentang sejarah dan takdir kesehatan manusia.

Dalam bukunya Eat Right For Your Type, dia menelusuri sejarah golongan darah manusia dengan ilmu paleoserology. Manusia Cro-Magnon 50.000 tahun SM muncul di Afrika dengan golongan darah O. Mereka hidup mengembara di alam liar penuh parasit ganas. Maka Allah memberi mereka darah yang memiliki antibodi kuat menghadapi infeksi purba. Kemudian di era Neolithicum, sebagian mulai menetap bertani. Muncul golongan darah A, hasil mutasi terhadap infeksi jenis baru. Pada 10.000 tahun SM, manusia migrasi ke Eropa, Asia, dan Amerika, berkembanglah darah golongan B menyesuaikan dengan iklim baru. Dan ketika manusia saling bercampur silang mulai 500 tahun SM, lahirlah golongan darah AB. Golongan darah O paling banyak, dan AB paling sedikit di dunia, yakni 5% karena usainya paling muda.

Dalam adaptasi terhadap tantangan saat ini, seperti polusi, radiasi ultraviolet, kelaparan, infeksi jenis baru, dan lain-lain, mungkin akan lahir mutasi baru, golongan darah C. Atau mungkin akan diproduksi zat baru berupa darah buatan. Golongan darah jauh lebih menentukan karakter manusia individu dibanding ras. Seorang Afrika dan seorang Cina yang sama golongan darahnya, bisa saling bertukar darah dan organ tubuh dengan aman. Mereka memiliki fungsi pencernaan makanan, pola stres, diet yang cocok, dan sistem kekebalan yang sama.

Dr. D’Adamo juga menemukan kepribadian masing-masing golongan darah. Golongan darah O mewarisi ketangguhan manusia purba, siap menghadapi risiko. Al Capone dan Mikhail Gorbachev bergolongan darah O. Golongan A mewarisi kemampuan adaptasi leluhurnya. Sabar dan sensitif. Jimmy Carter adalah golongan A. Sebagai imigran, nenek moyang golongan B harus hidup harmonis, fleksibel, dan kreatif. Maka 40% jutawan Amerika bergolongan darah B. Juga mayoritas orang Cina dan Jepang. Golongan AB, menggabungkan sifat A dan B. Orangnya cenderung spiritual dan merangkul semua pihak. Maka mereka cepat populer. John Kennedy dan Marilyn Monroe golongan darahnya AB. Konon Jesus Kristus juga AB.

Pengotak-ngotakan manusia berdasar suku dan bangsa hanya buatan. Hakikatnya umat manusia adalah satu, saudara sedarah, ummatan wahidah. (lihat Q.S. Al Baqarah 2: 213). Walhasil, ayat tentang darah bukan karena ada madlarat saja, tetapi mengisyaratkan akan hebatnya peranan darah. Agar kita bisa menelusuri sejarah ke nenek moyang manusia. Agar kita membaca takdir yang tertulis dalam suratan genetika golongan darah masing-masing sehingga penyesuaian pola makan dan gaya hidup dengan jenis darah, akan mendatangkan peluang panjang umur untuk diisi dengan amal saleh sebanyak-banyaknya. Wallahu a’lam.

Penulis : Ir.H.Bambang Pranggono, MBA, IAI

Ilustrasi Foto : “Bloedafname Sanquin” by User:MartinD, edited by Mattes – Own work. Licensed under CC BY 2.5 via Wikimedia Commons.

 

(Visited 21 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment