Hujan, Isyarat Keagungan Allah yang Wajib Ditafakuri (Tafsir Surat Ath-Thariq 11-12)

Dalam dua ayat sebelumnya,  Allah swt. menjelaskan apa yang akan terjadi pada hari kebangkitan .  Pada ayat berikutnya, Allah memaparkan tentang langit dan bumi serta gejala alam yakni hujan yang merupakan salah satu tanda-tanda kebesaran Allah SWT.

وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الرَّجْعِ

promooktober

11. Demi langit yang mengandung hujan,

Allah swt. bersumpah kembali dengan langit, padahal pada awal surat pun Allah swt. sudah bersumpah dengannya. Hal ini terjadi agar kita lebih banyak lagi memfokuskan perhatian pada apa yang dijadikan objek sumpah yaitu langit, dan pada ayat ini disebutkan tentang langit yang mengandung hujan.

Secara biologis, kehidupan manusia tidak pernah bisa dilepaskan dari air. Bahkan tidak berlebihan kalau ada yang menyebutkan bahwa air merupakan sumber kehidupan. Salah satu sumber air adalah hujan. Betapa sering suatu masyarakat mengalami kelaparan karena tidak turun hujan. Karena itu Allah menyuruh menafakuri pentingnya air hujan bagi kehidupan,”Demi langit yang mengandung hujan”.

Setelah air hujan itu turun menyirami tanah, kini giliran tanah menampung air hujan tersebut sehingga tumbuh berbagai tanaman. Ini ditegaskan pada ayat selanjutnya,

وَالْأَرْضِ ذَاتِ الصَّدْعِ

12. Dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan,

Allahu Akbar! Betapa indah ungkapan ayat ini kalau kita hubungkan dengan ayat sebelumnya. Bumi tidak mungkin memiliki tumbuhan kalau tidak ada hujan, bukan? Nah di sinilah pentingnya kita melakukan perenungan. Ke arah mana pun mata kita menatap, pasti ada tanda-tanda keagungan Allah swt. Mata menatap ke langit, kita akan mendapatkan awan yang merupakan sumber air hujan. Mata menatap ke bawah, kita akan mendapatkan rumput dan pepohonan. Semuanya mengisyaratkan keagungan dan kebesaran Allah swt.

Bersambung ke ayat 13

 

tafsir kontemporer

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment