Batuk Setelah Makan Gorengan, Apa Penyebabnya?

Camilan gorengan seperti pisang goreng, bakwan, atau combro sering kita santap. Makanan ini digemari tetapi juga sering dijadikan kambing hitam karena menyebabkan gatal dan batuk-batuk. Apa sebenarnya yang terjadi ?

Menurut kajian medis, rasa gatal pada tenggorokan dapat disebabkan oleh akrolein, senyawa yang terbentuk karena suhu pemanasan minyak goreng melebihi titik asapnya. Minyak goreng yang baik memiliki titik asap yang tinggi. Makin tinggi titik asapnya, makin baik mutu minyak goreng tersebut. Bila minyak digunakan berulang kali, maka akrolein semakin cepat terbentuk sehingga gorengan yang dimakan menimbulkan batuk.

iklan donasi pustaka2

Suhu penggorengan pada umumnya memiliki titik asap 177-121 derajat celsius. Minyak goreng yang baik harus memiliki titik asap tidak kurang dari 215 derajat celcius. Menggoreng pada suhu di atas titik asap akan mengubah asam lemak tak jenuh pada minyak menjadi asam lemak jenuh yang menambah kolesterol dalam darah.

Asap yang keluar dari minyak goreng saat dipakai menggoreng merupakan tanda bahwa titik asapnya sudah terlampaui. Selain mengubah rantai lemak, penggorengan dengan suhu sangat tinggi juga akan membentuk akrolein penyebab batuk.

Titik asap pada minyak yang telah dipakai untuk menggoreng akan menurun karena terjadi hidrolisis molekul minyak. Itu sebabnya minyak goreng sebaiknya tak dipakai berulang-ulang dengan maksimal hingga tiga kali pemakaian.  (aac)

 

Foto Ilustrasi : “Penjual gorengan Jakarta” by Sakurai MidoriOwn work. Licensed under CC BY 3.0 via Wikimedia Commons.

 

Anda mempunyai hobi menulis dan ingin karya tulis Anda dimuat di MapiOnline.com? Kirimkan karya tulis Anda ke email [email protected]  Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif dan mengedukasi bersama kami. Info lengkapnya di sini  

(Visited 30 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment