Tips Mudah Terapi Stres

 

Pada saat memberikan kuliah tentang manajemen stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para mahasiswanya, ”Seberapa berat menurut anda kira-kira segelas air ini?” Para mahasiswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. ”Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama saya memegangnya,” kata Covey. Lanjutnya, ”Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat.”

Stres merupakan salah satu jenis gangguan jiwa ringan yang bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak, remaja, orangtua sampai lansia dengan kadar gangguan yang berbeda-beda. Faktor penyebabnya bisa beragam pula. Seorang remaja bisa stres karena kesulitan belajar atau putus cinta. Orangtua bisa stres karena memikirkan tingkah polah anak-anaknya yang susah diatur dan suka memberontak. Bahkan, seseorang bisa stres berat hanya karena hewan peliharaan kesayangannya mati. Masih banyak lagi faktor pemicu stres (stressor) dengan tingkat yang berbeda-beda, dari yang ringan sampai yang berat. Berat ringannya stressor relatif pada setiap orang. Misalnya, stres yang dialami oleh si A bisa dianggap ringan oleh yang bersangkutan tapi belum tentu demikian halnya meurut si B. Bisa jadi, stres yang di alami si A dianggap berat oleh si B. Jadi, berat dan ringannya stres tergantung pada orang yang memikulnya.

promooktober

Munculnya stres seringkali diakibatkan oleh beratnya beban hidup yang kita pikul. Menurut Covey, beban hidup kita sama seperti kisa segelas air yang menjadi pembuka tulisan ini. Terkadang kita merasa bahwa beban hidup kita terlalu berat dan tidak bisa teratasi lagi sampai kita pun putus asa dibuatnya. Padahal Allah Swt. tidak akan pernah memberi suatu masalah atau beban hidup di luar kemampuan manusia sebagaimana yang dikatakan dalam firman-Nya,“…Allah tidak akan memberikan beban hidup seseorang, melainkan menurut kadar kemampuannya….” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 233)

Dalam Islam, stres merupakan penyakit jiwa yang perlu diobati dengan pendekatan yang tercantum dalam Al-Qur’an dan hadits. Ada empat cara menyembuhkan stres menurut Islam.

  1. Tanamkan Jiwa Sabar.

Sabar, membuat manusia selalu merasa tenang dan tentram dan  hatinya selalu bersyukur terhadap nikmat yang diberikan oleh Allah Swt. sehingga orang-orang yang sabar hidupnya selalu merasa berkecukupan. Manusia sabar tidak pernah meminta sesuatu yang bukan haknya karena Allah Swt. akan memberikan balasan kepada orang-orang yang bersabar berupa kenikmatan surga, sebagaimana firman-Nya, “Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik (surga) dari apa yang telah mereka kerjakan.”  (Q.S. An-Nahl [16]: 96)

Sabar merupakan pondasi utama dalam menghadapi berbagaimacam ujian. Ujian yang menimpa kita harus dibarengi dengan positif thinking (berbaik sangka) kepada Allah Swt. Di balik ujian yang menimpa, tentu ada hikmah yang akan kita dapatkan. Oleh karena itu, Allah Swt. menyatakan dalam firman-Nya, “…Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun’ (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan hanya kepada-Nya-lah kami akan kembali). Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”. (Q.S.Al-Baqarah [2]: 155-157)

Hidup di dunia ini akan senantiasa diwarnai oleh berbagai macam ujian. Setelah satu ujian dilalui, maka kita akan dihadapkan pada ujian berikutnya. Demikian seterusnya sampai berakhirnya kehidupan kita di dunia ini. Stres merupakan tangga ujian untuk mengukur keimanan seseorang. Ketika manusia dilanda stres namun bisa bersabar, maka dia telah melangkah satu tahap menuju keimanan yang sempurna.

  1. Iringi Dengan Rasa Syukur.

Setelah jiwa kita dipenuhi dengan kesabaran,  barengilah hal itu dengan jiwa syukur. Sudah seyogianya jiwa yang sabar akan melahirkan manusia yang pandai bersyukur. syukur seringkali diartikan dengan ”menggunakan nikmat Allah yang diterima sesuai dengan tujuan yang dikehendaki oleh-Nya.” Misalnya, nikmat harta harus diinfakkan, ilmu harus diamalkan, umur diisi dengan ibadah, dan lain sebagainya. Syukur juga bisa berarti mengungkapkan keringanan hati (karena nikmat yang diberikan Allah Swt.) dengan cara taat melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Jadi, syukur mempunyai makna yang luas. Syukur lebih dari sekadar getaran terima kasih dalam hati, ucapan di lidah, atau mengadakan seremoni syukuran. Yang lebih penting dari itu semua ialah memanfaatkan semua karunia Allah pada jalan yang diridhai-Nya. Misalnya, akal yang telah dianugrahkan oleh Allah kepada manusia harus dipergunakan untuk berpikir dan mempelajari berbagai ilmu secara baik dan benar. Anggota tubuh yang telah Allah karuniakan kepada manusia harus dimanfaatkan untuk beribadah dan melakukan hal-hal yang berguna bagi kesejahteraan hidup. Allah Swt. berfirman: ”…Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu…” (Q.S. Lukman [31]: 14). Dalam salah satu haditsnya, Rasulullah Saw bersabda, ”Orang yang tidak mau berterimakasih kepada manusia, tentu tidak akan bersyukur kepada Allah.”

Ketika kita stres karena banyaknya masalah yang dihadapi, kemudian bersabar dan bersyukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah, maka insya Allah stres yang kita alami dapat disembuhkan, paling tidak dapat diminimalisir.

  1. Bangun Rasa Optimis.

Optimis adalah sikap selalu berpandangan baik dalam menghadapi segala hal. Optimis merupakan sikap yang sangat dianjurkan dalam Islam, sebagaimana firman-Nya, ”Janganlah kamu bersikap lemah (pesimis), dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamu adalah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”. (Q.S. Ali Imran [3]: 139)

Sikap optimis harus mampu mengalahkan sikap pesimis yang bisa jadi menyelinap dalam hati kalau kita memang benar-benar ingin hidup sukses. Optimis yang dihasilkan dari rasa tawakal inilah yang menjadikan Rasulullah Saw. beserta sahabat mampu memenangkan sejumlah peperangan yang tercatat dalam sejarah, mulai dari perang Badar hingga peperangan di masa kekhalifan Islam. Optimisme adalah kemampuan untuk percaya bahwa hidup memang tidak mudah, tetapi dengan segala daya upaya, hidup akan menjadi lebih baik. Optimisme adalah kemampuan melihat sisi terang kehidupan dan memelihara sikap positif yang realistis, bahkan dalam situasi sulit sekalipun. Optimis berarti berusaha semaksimal mungkin dalam mencapai target atau standar yang ideal.

  1. Panjatkan doa setiap saat.

 

Yang paling penting dalam mengatasi stres (beban hidup) adalah memperbanyak doa. Karena doa merupakan kekuatan maha dahsyat yang mampu menyelesaikan setiap permasalahan hidup setiap muslim. Dalam Al-Quran, Allah Swt. telah mengajarkan kepada kita tentang doa mengatasi masalah, yaitu;

”Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat (stres) sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 286)

Mengalami stress adalah hal yang sangat manusiawi namun untuk menghilangkannya ada ragam cara yang ditembuh setiap orang. Islam adalah agama yang ajarannya telah sempurna mengurus dan mengatur hidup serta kehidupan ummatnya,dari masalah besar hingga kecil,umum hingga pribadi termasuk saat menghadapi masalah. Untuk itu alangkah baiknya kita kembalikan dengan cara-Nya saja, agar masalah selesai dan bernilai ibadah. Selamat mencoba. [A.Ruhiat]

 

 

Editor: Iman

Ilustrasi foto: Norman

 

 

Promo Kalender

(Visited 24 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment