Menertawai Hal yang Tak Lucu, Tanda Mulai Pikun?

Tersenyum atau tertawa adalah bagian dari rasa bahagia yang merupakan fitrah manusia. Anda biasanya akan tertawa saat bercanda dengan teman, menemukan hal yang lucu, berbau humor atau hal-hal lain dan menyenangkan.  Itulah rasa humor  yang umum dan menjadi pemicu kebanyakan orang untuk tertawa.

Namun apa jadinya bila rasa dan selera humor ini mengalami perubahan drastis? Misalnya, Anda  dengan tanpa sadar tertawa saat melihat keadaan  teman yang sebenarnya sedang sedih, atau ketika melihat sesuatu yang tragis?  Waspadalah,  perubahan yang aneh pada selera humor ini bisa jadi merupakan pertanda buruk.

iklan donasi pustaka2

Menurut temuan para ahli di Inggris, perubahan rasa humor pada manuisa dapat menjadi isyarat permulaan terjadinya kepikunan.  Kesimpulan ini diungkap para pakar di University College London yang meneliti data pasien pikun.  Pasien ini mengalami penyakit yang disebut frontotemporal dementia atau pikun karena kerusakan pada dua bagian otak.

Dalam  laporan yang dimuat Journal of Alzheimer’s Disease itu, para ahli melakukan riset dengan cara menyebar daftar pertanyaan kepada teman dan keluarga pasien. Pertanyaan-pertanyaan ini ditujukan untuk mengungkap dan melihat perubahan dari rasa  humor atau hal-hal yang dianggap lucu sebelum pasien didiagnosis sakit pikun.   Salah satu poin yang ditanyakan adalah apakah pasien ini pernah tertawa aat mengalami keadaan yang sebenarnya tragis.

Penyakit infrontotemporal dementia adalah salah satu penyakit pikun yang jarang ditemukan.  Pada pasien yang terkena penyakit pikun ini, bagian otak yang terganggu adalah bagian yang mengatur sifat dan tingkah laku.  Mereka yang mengalami jenis kepikunan ini dapat kehilangan rasa malu, menjadi lebih impulsif, dan menghadapi masalah dalam pergaulan. Banyak pasien menjadi punya rasa humor yang aneh. Misalnya tertawa melihat hal yang tragis pada kehidupan pribadi mereka.  (Sumber : BBC)

(Visited 16 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment