Siapa Pewaris Mukjizat Terhebat Sepanjang Masa?

 

Oleh: Ir.H.Bambang Pranggono, MBA, IAI*

 

 

Ada beberapa hamba yang oleh Allah Swt diberi mukjizat sebagai salah satu bukti kesesaran-Nya. Salah satu tujuan diberinya mukjizat tersebut adalah sebagai sarana berdakwa dan untuk membuktikan kepada kaum yang ingkar bahwa ada sesuatu yang tidak terlihat namun mempunyai kekuatan dan kekuasaan yang Maha. Mukjizat ini banyak diberikan kepada hamba-Nya yang saleh seperti para Nabi dan Rasul-Nya, seperti yang dikaruniakan kepada Nabi Isa as:

iklan donasi pustaka2

Dan aku sembuhkan orang buta dan sakit kusta, dan aku hidupkan orang mati dengan izin Allah.” (Q.S. Ali Imran 3:49)

Perbuatan Nabi Isa a.s. dalam ayat di atas memang ajaib pada zaman itu. Sampai-sampai beliau dianggap anak Allah, karena hanya Allah yang bisa menghidupkan orang mati. Perbuatan-perbuatan yang melawan hukum alam seperti itu lantas disebut mukjizat, sebagai senjata para Nabi untuk menundukkan orang kafir. Tetapi sepanjang sejarah, terbukti bahwa mukjizat tidak otomatis membuat orang beriman. Apalagi bila ternyata perbuatan ajaib tadi tidak lagi monopoli para Nabi. Banyak “mukjizat” yang sekarang menjadi perbuatan manusia sehari-hari. Seperti terbang, bicara jarak jauh, melihat kejadian di negeri lain, termasuk membuat orang buta bisa melihat.

Para peneliti di Institut Teknologi Aachen, Jerman, baru-baru ini berhasil membuat semacam kacamata berkamera yang dilengkapi IC, yang bisa memancarkan gelombang video ke pusat syaraf penglihatan di otak seorang yang buta, sehingga dia bisa “melihat”. Mirip kacamata hitam dalam film Star Wars. Nah, berarti membuat orang buta melihat bukan mukjizat lagi.

Bagaimana dengan menghidupkan orang mati? Ini lebih rumit. Tetapi beberapa ayat dalam Al Quran sudah mengisyaratkan ke sana. Misalnya dalam surat Al Kahfi dikisahkan tentang para pemuda yang tidur dalam gua  lalu bangun 309 tahun kemudian. Tidur selama itu hampir sama saja dengan mati. Dalam surat Al Baqarah ayat 259 Allah berfirman juga tentang orang yang ditidurkan (dimatikan) 100 tahun lalu bangun/hidup lagi untuk melihat perubahan besar di negerinya. Bisa jadi itu isyarat dari Allah supaya kita berpikir bahwa menghidupkan yang mati itu tidak mustahil. Dan bukan hanya Nabi Isa yang bisa melakukannya.

Di Amerika Serikat, Cryonic Insitute of Illinois melakukan percobaan membekukan seekor kelinci dengan temperatur minus 70ºC selama 6 jam, lalu dihangatkan lagi, ternyata jantung kelinci itu bisa bekerja normal kembali. Laboratorium semacam itu ada banyak. Di antaranya bahkan memasang harga USD.28.000 untuk ongkos mengawetkan kepala mayat dalam tabung hampa bersuhu minus 27ºC sampai minus 78ºC selama 100 tahun. Harapnnya, pada abad mendatang sudah ditemukan teknologi menghidupkan orang mati dan membuat organ tubuh baru.

Sebenarnya ribuan tahun yang lalu, orang Mesir purba dan Cina purba juga sudah membalsem tubuh mayat menjadi mumi, barangkali juga dengan harapan di masa datang bisa hidup lagi. Walhasil perbuatan menghidupkan orang mati belum tentu menjadi mukjizat hebat yang abadi. Kelak bukan hanya Nabi Isa yang bisa melakukannya. Mukjizat fisik satu saat akan gugur keistimewaannya. Mukjizat abadi yang tidak akan pernah tertandingi hanyalah Al Quran, mukjizat terhebat Nabi Muhammad Saw. Al-Quran adalah mukjizat yang Allah berikan kepada Rasulullah Saw yang diwariskan kepada ummatnya sepanjang masa. Allahu Akbar.

 

*Penulis adalah pegiat dakwah dan penulis buku

Editor: Iman

Ilustrasi foto: Norman

 

Promo Kalender

 

 

(Visited 23 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment