Membangun Keluarga Sehat Ala Rasul

Segala sesuatu yang tanpa menyebut asma Allah adalah senda gurau belaka, kecuali empat perkara: berjalannya seorang antara dua tujuan (untuk memanah), latihan dalam menunggang kuda, bermain dengan keluarganya dan belajar berenang. (HR ath-Thabrani).

Tidak dinafikan bahwa setiap manusia yang hidup menginginkan kebahagiaan, karena hidup yang tidak bahagia merupakan sesuatu yang tidak dikehendaki oleh siapapun diantara kita. Kebahagiaan yang diinginkan itu mencakup seluruh aktifitas hidup berupa sehat badan, kebahagiaan rumahtangga serta kebahagiaan dari semua gerak langkah kita dalam hidup ini.

iklan donasi pustaka2

Keluarga yang sehat, harmonis dan sejahtera dapat diumpamakan sebagai lahan yang subur untuk tumbuhnya tanaman yang sehat. Keluarga yang saling menyayangi, saling menghargai, saling mendukung merupakan inti dari keluarga yang sejahtera yang merupakan dasar dari pertumbuhan individu yang optimal.

Dalam hal ini, Islam memiliki perbedaan yang nyata dengan agama-agama lain di muka bumi ini. Islam sebagai agama yang sempurna tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Sang Khalik-nya dan alam surga, namun Islam memiliki aturan dan tuntunan yang bersifat komprehensif, harmonis, jelas dan logis. Salah satu kelebihan Islam adalah perihal perspektif Islam dalam mengajarkan kesehatan bagi individu maupun keluarga. Kesehatan merupakan salah satu hak bagi tubuh manusia” demikian sabda Nabi Muhammad Saw. Karena kesehatan merupakan hak asasi manusia, sesuatu yang sesuai dengan fitrah manusia, maka Islam menegaskan perlunya istiqomah memantapkan dirinya dengan menegakkan agama Islam.

Tujuan Islam mengajarkan hidup yang bersih dan sehat adalah menciptakan individu dan masyarakat yang sehat jasmani, rokhani, dan sosial sehingga umat manusia mampu menjadi umat yang pilihan.  Sehat itu penting, Siapapun menginginkan tubuh yang sehat dan kuat. Tentu hal ini penting mengingat manusia tidak mungkin dapat beraktifitas dengan nyaman dan maksimal jika kondisi tubuh dalam keadaan sakit. Sebagai seorang mukmin pun di tuntut untuk selalu sehat dan kuat. Sehat dalam pandangan Islam tidak hanya secara fisik, tetapi juga dalam berpikir dan bersikap yang dilandaskan pada akidah Islam. Berarti bisa diartikan bahwa kesehatan fisik perlu diikuti juga dengan kesehatan dalam segi emosional dan spiritual. Lantas mengapa mukmin perlu sehat?  Jelas ini bukan perkara yang harus di remehkan. Sebuah riwayat mengatakan

Mukmin yang kuat adalah lebih baik dan lebih disukai oleh Allah dari pada Mukmin yang lemah,”(HR Muslim).

Menurut ustadz Arifin Ilham, hadis tersebut bermakna bahwa semua muslim harus memiliki fisik yang kuat agar dia bisa beribadah dengan baik bahkan bisa berdakwah memberi kebaikan kepada orang lain.

“Jangan sampai orang muslim lemah ngak bisa apa-apa, diajak jihad nggak bisa, dakwah juga ngak bisa”, jelasnya kepada MaPI beberapa waktu lalu.

Berbicara mengenai kesehatan, kita bisa mengamati dan memperlajarinya dari lingkungan terkecil tapi berpengaruh bagi kelangsungan masyarakat yang lebih baik yaitu keluarga. Keluarga yang sehat bermakna seluruh anggota keluarga dapat menjalani kehidupan secara sehat, baik yang terkait dengan fisik (makanan, pakaian, rumah, dan tubuh) yang pemenuhannya menggunakan pola pikir dan pola sikap berlandaskan akidah Islam. Kesehatan selain merupakan nikmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya , juga merupakan salah satu kebutuhan yang sangat penting bagi manusia.

Pola hidup yang sehat telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. menurut para ulama dan para sejarawan yang meneliti sejarah kehidupan Rasulullah saw. telah mendapati pola hidup sehat yang sangat ideal bagi kehidupan manusia dalam mengisi aktivitas kehidupannya sehari-hari. Rasulullah saw. tidak mengonsumsi yang haram dan yang kotor. Beliau hanya mengonsumsi yang halal dan thayyib (yang halal dan baik). Bahkan kalau kita mau meneliti hadits-hadits yang membicarakan tentang perbuatan Rasulullah saw., maka kita akan mendapati, bahwa Rasulullah saw. adalah manusia yang sangat peduli dalam menjaga kesehatan tubuh.

“Beliau kalau makan terjaga, kemudian memperkuat ibadah dengan saum kemudian dia kalau melakukan segala sesuatu dengan seperlunya, bukan semaunya, rasul kalau makan disaat lapar dan tidak pernah merasa kenyang, beliau juga makan daging, tapi makan seperti apa yang diperintahkan dalam Alquran, jadi makan sebagian dari hewan yaitu dagingnya,” ujar ustadz Arifin Ilham dalam sebuah kesempatan.

Selain menjaga pola makan, Arifin menceritakan bahwa rasulullah juga senang berolahraga seperti dengan berenang, berkuda, bergulat dan berjalan. “Salah satu olahraga favorit rasulullah adalah berjalan, dengan berjalan banyak tafakkurnya, banyak merenung, banyak tadabbur alam”, imbuh Pimpinan Majelis Ta’lim Azzikra ini.

Dari contoh diatas dapat  sudah saatnya  kita untuk kembali mempelajari ajaran Rasulullah saw.. Mempelajari sejarah hidupnya untuk dijadikan patokan dalam mengarungi kehidupan didunia ini. Agar kita tidak menyimpang dari jalan yang benar dan menjadikan beliau saw sebagai teladan sejati dalam mengisi berbagai sisi kehidupan. Seperti: Cara makan dan menjaga kesehatan; Cara berpakaian; Cara berumah tangga dan bertetangga; Cara bermasyarakat dan bernegara dan lain sebagainya.

Mari kita berusaha untuk sehat dan bahagia dengan meneladani Rasulullah saw. Hal ini tidak lain, kecuali karena memang pada diri Rasulullah saw. itu benar-benar terdapat suri teladan yang baik bagi orang yang beriman dan mengharap rahmat dari Allah swt. Mudah-mudahan Allah swt. menjadikan kita semua termasuk orang-orang yang cinta kepada Rasulullah saw dan membuktikannya dengan banyak meniru dan mencontoh dari kehidupannya, meninggalkan dan membenci hal-hal yang menyelisihi jalan dan petunjuk-nya.Wallahu’alam []

 

Penulis : Sly

Editor: Iman

Ilustrasi foto:

 

(Visited 25 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment