Tips Mengenali Dan Merawat Kulit Sensitif

 

Oleh : dr.Poppy Diah Puspitosari, SpKK*

 

Banyak pasien datang ke dokter untuk mengeluhkan kulitnya yang sensitif. Namun, banyak juga yang sebetulnya belum memahami apa itu kulit sensitif. Kulit sensitif adalah kulit yang bereaksi berlebihan terhadap faktor-faktor dari lingkungan luar maupun dari dalam tubuh sendiri. Kondisi ini lebih banyak ditemukan pada wanita apabila dibandingkan dengan pria, dan banyak pula ditemukan pada kulit orang Asia.

promooktober1

Di bidang kedokteran, kulit sensitif artinya adalah kulit yang tidak toleran terhadap kosmetik yang digunakan. Kondisi ini akan menimbulkan reaksi berupa tanda-tanda iritasi, peradangan, atau alergi.

Kulit sensitif dapat disebabkan oleh 2 faktor yaitu faktor dari dalam (endogen) dan faktor dari luar (endogen). Faktor eksogen misalnya karena ada bahan iritan tertentu seperti bahan-bahan parfum atau kosmetik, sedangkan faktor endogen misalnya  adanya kecenderungan alergi pada seseorang.

Kulit yang cenderung sensitif terdiri dari beberapa tipe:

  • Cenderung mengalami akne komedonal
  • Cenderung timbul kemerahan terutama bila kepanasan, emosi, atau makan makanan pedas
  • Cenderung timbul rasa tersengat atau terbakar apa pun penyebabnya
  • Cenderung timbul dermatitis kontak atau iritan (mudah mengalami iritasi)

Beberapa tanda-tanda kulit yang sensitif dan mengalami iritasi:

  • Pada kondisi ringan timbul keluhan rasa gatal setelah pemakaian bahan-bahan tertentu misalnya kosmetik, namun tidak disertai tanda-tanda timbulnya kelainan kulit yang jelas.
  • Kondisi ini akan hilang setelah penggunaan kosmetik dihentikan
  • Pada keadaan yang lebih lanjut timbul keluhan berupa rasa gatal yang mengganggu disertai adanya kelainan kulit berupa kemerahan dan bintik-bintik pada kulit.
  • Keadaan ini dapat berlanjut menjadi lebih berat berupa timbulnya keluhan gatal disertai rasa terbakar, rasa tersengat, disertai timbulnya kelainan kulit berupa kemerahan, bintik-bintik, hingga adanya gelembung-gelembung berisi cairan.

Untuk jenis kulit sensitif ini, beberapa perusahaan kosmetik maupun produk perawatan sehari-hari menyediakan produk khusus yang disebut hipoalergenik. Produk ini tidak menggunakan bahan-bahan yang diperkirakan akan menimbulkan reaksi alergi atau iritasi, atau bahan-bahan yang dilaporkan sering menimbulkan reaksi tersebut. Produk-produk ini umumnya hanya sedikit atau bahkan tidak menggunakan warna dan aroma. Sebagian besar parfum tidak bersifat hipoalergenik sehingga harus hati-hati dalam penggunaannya. Namun tentu saja hal ini tidak 100% menjamin penggunanya tidak akan mengalami reaksi. Kejadian iritasi maupun alergi sering kali tidak dapat diperkirakan sebelumnya, bahkan terhadap produk-produk yang sudah hipoalergenik sekalipun.

Beberapa cara yang dilakukan untuk membuat sebuah produk menjadi kurang iritatif/hipoalergenik, antara lain:

  • Membuat pH mendekati netral.
  • Memperbaiki perlindungan pada kulit dengan menggunakan seramid atau asam gama linoleik sebagai pelembab.
  • Menggunakan kandungan spesifik yang bersifat anti iritan misalnya herbal chamomile, aloe vera, atau algae.

Berikut adalah beberapa beberapa produk yang dapat bersifat iritan:

  • Sabun
  • Deodorant
  • Aftershave
  • Shampoo
  • Lipstick
  • Parfum

Beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya iritasi, terutama pada kulit sensitif:

  • Batasi penggunaan kosmetik.
  • Pilih produk perawatan berlabel hipoalergenik dan periksa semua kandungan yang tertera.
  • Bersihkan dengan air tanpa sabun/deterjen.
  • Gunakan kosmetik dekoratif seperti bedak, lipstik, maupun kosmetik untuk mata sesuai kebutuhan, jangan berlebihan.
  • Apabila telah menemukan produk yang dirasa cocok dan tidak menimbulkan keluhan, gunakan selama 6-12 bulan tanpa perlu diganti.
  • Segera konsultasi ke dokter spesialis kulit apabila menemukan tanda-tanda adanya iritasi. []

 

Editor: Iman

Ilustrasi foto: Norman

 

 

(Visited 13 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment