Ada Masalah? Mari Bicarakan dengan-Nya!

Oleh: Desliana Maulipaksi Gayo *

Setiap manusia pasti mempunyai masalah hidup, beban yang berat, dan mungkin kesulitan-kesulitan hidup yang lainnya.  Bersabar adalah salah satu hal yang harus bisa kita lakukan.  Karena dengan bersabar dalam menghadapi masalah, akan membuat kita menjadi seseorang yang lebih kuat. Namun bersabar bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, manusia membutuhkan wadah untuk menyalurkan keresahan hatinya dalam menghadapi masalah. Salah satunya dengan mengadu atau curhat (curahan hati).

Saat manusia memiliki masalah, curhat akan menjadi salah satu solusi untuk menemukan jalan keluar, atau setidaknya untuk meringankan beban. Umumnya orang curhat kepada teman, pacar, istri/suami, atau orangtua. Namun pernahkah kita curhat kepada Allah? Sadarkah kita bahwa teman kita yang benar-benar sejati hanyalah Allah Swt? Yang selalu menyayangi , memelihara, melindungi, mengatur segala kehidupan kita dari A sampai Z. Sadar atau tidak sadar, suka atau tidak suka hal itu benar adanya. Maka sesungguhnya hanya Allah-lah tempat mengadu, Allah-lah yang memeberikan kita ketenangan jiwa. “ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hatimu akan tenang” (Q.S. Al Ra’d. 13:28)

Komunikasi Vertikal

Kita sering mendengar bahwa Allah akan menjawab doa hambaNya dalam tiga cara. Pertama, langsung dikabulkan; kedua, ditunda sampai waktunya tiba; dan ketiga, diganti dengan yang lain. Untuk kasus curhat ini, tampaknya Allah memilih cara yang kedua. Dia akan menjawab curhatan hamba-Nya dengan delayed feedback (respon yang tertunda).

promooktober

Tentu saja, karena saat berkomunikasi dengan Allah, tidak sama dengan ketika kita berkomunikasi dengan manusia yang sifatnya interaktif dan direct feedback (respon langsung). Yang pasti, kita tidak akan pernah mendapatkan zero feedback (respon nol) dari Allah Swt.

Curhat adalah salah satu bentuk komunikasi yang sering kita lakukan. Komunikasi memang merupakan satu hal yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. “We can not not communicate”. Dalam buku Teori-teori Komunikasi, Aubrey Fisher mengungkapkan studi tentang komunikasi manusia diorganisasikan dengan klasifikasi sebagai berikut : komunikasi intrapersonal, komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok, komunikasi organisasi, dan komunikasi massa.  Daftar ini hanyalah salah satu dari banyak cara yang yang diakui untuk menetapkan ruang lingkup komunikasi.

Komunikasi intrapersonal menunjukkan fenomena komunikasi yang berkaitan dengan individu. Tambahan pula, fenomena ini berfungsi kapanpun komunikasi tersebut dapat terjadi, tanpa memandang pada setting sosiologis dari peristiwa komunikasi itu. Sudah tentu, hal ini menyebabkan timbulnya kajian tentang komunikasi dalam setting intrapersonal—seorang individu yang sedang berkomunikasi dengan dirinya.

Dalam konteks curhat atau berkomunikasi dengan Rabb-nya, manusia adalah pengirim pesan (communicator), sedangkan Tuhan adalah penerima pesan (communicatee). Namun dalam kenyataannya, terkadang curhat/berkomunikasi dengan Tuhan dianggap sama dengan berkomunikasi dengan diri sendiri karena seakan-akan kita sedang melakukan kontemplasi atau perenungan.

Apa itu kontemplasi? Kontemplasi artinya adalah memikirkan apa yang telah kita perbuat. Dari definisi ini, kita bisa menganggap bahwa curhat adalah salah satu bentuk kontemplasi. Mengapa? Karena faktor pendorong curhat adalah adanya proses berpikir manusia atas apa yang telah terjadi padanya. Dalam bahasa syariat kita mengenal istilah muhasabah.

Setelah berpikir, manusia merasa perlu membagi pikiran dan perasaannya terhadap seseorang. Namun tentu saja, curhat sebagai bentuk kontemplasi hanya berlaku saat manusia berkomunikasi dengan Tuhan, bukan curhat dengan sesama manusia.Untuk mampu melakukan kontemplasi, manusia membutuhkan konsentrasi. Konsentrasi ini hanya bisa diperoleh dengan menjauhkan diri dari keramaian. Kontemplasi, merenung, berpikir, atau berintrospeksi sangat membutuhkan kesunyian.

Saat manusia berada dalam kondisi berkelompok atau di tengah keramaian, maka getaran di otaknya akan mencapai tingkat beta, yaitu getaran yang frekuensinya tidak cukup besar untuk berkonsentrasi. Namun di saat seseorang berada di tengah kesunyian, atau sedang sendiri, maka kondisi otaknya akan mencapai tingkat alpha, yaitu ketika konsentrasi dan penyentuhan hati nurani akan dapat tercapai lebih mudah.

Kontemplasi dan perenungan akan membiasakan kita mencapai tingkat alpha, di mana sifat asli kita muncul, dan kita akan dapat berkonsentrasi untuk dapat memikirkan apa saja yang telah kita perbuat sebelumnya. Kontemplasi penting sebagai sarana untuk memperbaiki diri. Dengan kontemplasi, manusia akan berpikir tentang cara pandangnya terhadap hidup, termasuk cara berpikirnya dan cara berbicaranya.

Kontemplasi sebaiknya rutin dilakukan, meskipun hanya satu minggu atau dua minggu sekali. Bangsa kita pada umumnya kurang melakukan kontemplasi, maka perbaikan sangat sulit dilakukan.Dalam kontemplasi akan muncul hierarki berpikir. Maslow, seorang psikolog, mengungkapkan pemikirannya tentang hierarki hidup. Dia berkata bahwa manusia berpikir berdasarkan tingkat kebutuhan. Apabila tingkatan sebelumnya belum terpenuhi, maka dia tidak akan mampu beranjak ke level selanjutnya.

Jika seseorang belum terpenuhi kebutuhan makan dan minumnya, maka dia tidak akan berpikir tentang pendidikan. Jika seseorang belum terpenuhi kebutuhan pendidikannya, maka dia tidak akan bisa berpikir tentang pengakuan orang lain terhadap dirinya. Jika seseorang belum mendapatkan pengakuan dari lingkungannya, maka dia tidak akan bisa berpikir bagaimana mengaktualisasikan dirinya sendiri terhadap lingkungannya, termasuk untuk menyumbang kontribusi bagi dunia.

Jika seseorang sudah terpenuhi kebutuhan makan dan minum, kebutuhan pengakuan diri dan sebagainya, sudah merupakan sifat dasar manusia untuk mencari pemenuhan kebutuhan yang lebih tinggi lagi. Jika dia tidak bisa mendapatkannya, bisa saja dia akan menjadi stress. Ya, stress. Itu adalah akibat yang ditimbulkan dari masalah yang dimiliki manusia.

Hanya Kepada Allah

Manusia adalah mahluk yang lemah. Jadi minta tolonglah kepada Allah Swt. Dia adalah Yang mengendalikan dan menguasai kita, dia lebih patut sebagai tempat mengadu. Laporkanlah kepada-Nya segala masalah, keluh kesah, kebahagiaan dan semua hal dalam hidup kita. Walaupun sebenarnya tidak perlu kita ceritakan karena sesungguhnya Dia pasti mengetahui akan hal itu.

Namun mungkin di sisi lain yang akan kita rasakan, jika kita sering curhat kepadaNya, walaupun sepertinya hanya merupakan komunikasi satu arah, akan tercipta suatu komunikasi dengan Tuhan yang akan membuat hati menjadi tenang dan beban berat terasa ringan.  Jika kita benar-benar berkeluh kesah kepadaNya, hati ini akan benar-benar bersih kembali.

Tidak ada tempat bercerita sehebat ini. Kita akan merasakan berkeluh kesah dengan manusia sudah tidak ada apa-apanya lagi. Dengan pemikiran seperti itu rasanya tidak ada lagi yang perlu kita takuti dalam menjalani hidup di muka bumi ini. “..tidak ada rasa takut bagi mereka, dan tidak pula mereka bersedih hati” (Q.S. Yunus 10:62 )

Tidak ada lagi yang perlu dicemaskan jika kita selalu dekat dengan Allah. Selain itu, dengan rutinnya komunikasi dengan Allah, hari demi hari akan menjadi proses pembelajaran dan perbaikan diri bagi setiap manusia yang ada di bumi ini. Adalah suatu hal yang sangat disayangkan ketika seorang manusia jauh dari Allah. Manusia sering lupa akan Tuhannya. Iman kadang berkurang dan kadang bertambah. Tetapi mungkin kecenderungannya terus berkurang jika tidak kita pelihara.

Salah satu cara memelihara iman dan hubungan kita dengan Allah adalah dengan terus berkomunikasi dengan-Nya, melakukan kontemplasi, atau sekedar curhat kepada-Nya sesaat menjelang tidur, maupun ketika bangun di sepertiga malam. “Apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu” (QS. Al-Baqarah 2 : 186). []

*Penulis adalah alumni Fikom Unpad                         

Editor: Iman

Ilustrasi foto: Norman

 

(Visited 16 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment