6 Pintu Masuk Perselingkuhan Yang Harus Diwaspadai

Seorang korban selingkuh pernah diajak berdialog. “Kalau memang masih cinta, kenapa tidak kau maafkan suamimu?” Tidak terima cintanya dipertanyakan, sang korban berang, “Seharusnya pertanyaan itu kau ajukan pada suamiku. Tanyakan, kalau dia memang benar mencintaiku mengapa mesti selingkuh?” Sang mediator terdiam, tidak bisa menjawab. Statement ini memang benar. Kalau memang cinta, mengapa harus selingkuh?

Sepertinya, perselingkuhan melibatkan banyak sekali aspek. Mungkin kalau pelaku perselingkuhan ditanya apakah ia masih cinta pada psangannya, jawabannya adalah, ya. Ketika kemudian pertanyaan dilanjutkan mengenai alasannya berselingkuh, jawabannya akan beragam. Paling tidak, ada 6 motif mengapa seseorang melakukan perselingkuhan.

  1. Tidak bahagia dengan pasangan

Ketidakbahagiaan ini bisa dalam bentuk sikap pasangan yang tidak disukai, perbedaan pola pikir dalam menyikapi sebuah permasalahan, ataupun pelayanan pasangan di tempat tidur. Ketika kebahagiaan yang diharapkan tidak didapatkan di rumah, terbuka lebarlah pintu perselingkuhan. Dalil hanya mencari kebahagiaan pun menjadi pembenaran untuk meredam rasa bersalah dalam hati kecil pelaku perselingkuhan.

  1. Bosan dengan pasangan

Seseorang yang sempat diwawancarai MaPI mengatakan, “Kalau setiap hari makan ayam balado, seenak apa pun masakan tersebut, suatu saat pasti akan bosan juga.” Tentu saja, ini bukan wawancara kuliner yang selalu menghadirkan hidangan-hidangan mak nyus. Ini adalah sebuah perumpamaan kebosanan yang dapat melanda semua rumah tangga, dalam hal ini adalah masalah di atas ranjang. Ketika berbagai cara dan gaya telah dicoba, bukan tidak mungkin pasangan suami-istri merasakan kejenuhan dan kebosanan. Ketika kemudian sang suami ataupun sang istri menoleh ke rumput tetangga yang selalu tampak lebih hijau, keinginan untuk membelai hamparan hijau tersebut muncul. Ini bukan karena hubungan seks yang dilakukan bersama pasangan resmi kurang memuaskan. Ini adalah tentang selingan.

  1. Tantangan dan petualangan

Kurang lebih sama dengan faktor kebosanan, faktor tantangan bukan berasal dari kekurangan yang tidak dapat dipenuhi suami atau istri. Lebih mengerikan lagi, faktor yang satu ini menjadi sebuah kebanggaan dan mempertebal rasa percaya diri pelakunya. Ketika seorang suami atau istri melakukan affair tanpa ketahuan istri atau suaminya, itu memerlukan kecerdikan tersendiri dan ini layak dibanggakan. Ketika pelaku selingkuh mendapatkan partner selingkuh yang lebih baik (misalnya dari segi fisik) dibandingkah pasangan resminya, dia bisa menceritakan hal itu kepada teman-temannya dengan bangga. Pun ketika seseorang dapat berselingkuh dengan dua atau tiga orang dalam waktu yang hampir bersamaan, hal itu mendatangkan kebanggaan tersendiri.

  1. Materi

Pelaku perselingkuhan menyebut motif yang satu ini sebagai transaksi jual beli. Ini murni one nite stand affair. Ada permintaan, ada penawaran, ada kepuasan, dan ada pembayaran. Titik. Motif perselingkuhan yang satu ini sangat kental dengan dunia prostitusi sebagai penyedia jasa pelampiasan nafsu sesaat.

  1. Balas dendam
BACA JUGA  Ajari Anak-anak Kita Dekat dengan Allah

Perselingkuhan yang didasari oleh motif yang satu ini tidak akan menemukan ujung pangkalnya. Ketika suami-istri saling membalas perselingkuhan yang dilakukan pasangan masing-masing, semakin panjang pulalah kasus perselingkuhan yang mewarnai perjalanan rumah tangga mereka. Tanpa disadari, usaha balas dendam kemudian menjadi ajang pembuktian siapa yang paling hebat.

  1. Peluang dan kesempatan

Terkadang untuk melakukan perselingkuhan, pelaku tidak memerlukan motif tertentu. Cukup berbekal kesempatan. Selama kedua belak pihak suka sama suka dan sepakat merahasiakan semuanya, perselingkuhan pun terjadi. Ketika kemudian mereka pulang ke rumah masing-masing, perselingkuhan yang baru saja terjadi telah terlupakan. Mereka kembali kepada keluarga dengan sikap wajar. Tidak sedikit pun tercium tanda-tandanya. Segenap kasih sayang, perhatian, cinta, dan kasih yang seharusnya mereka berikan kepada keluarga tidak berkurang sedikit pun.

Tentu saja, pengungkapan keenam motif perselingkuhan tersebut bukanlah pembenaran atas perbuatan ini. Kendati seorang suami atau istri tidak menemukan kebahagiaan yang dicita-citakan dalam sebuah rumah tangga, bukan berarti mereka berhak melakukan perselingkuhan. Bukankah ada jalan komunikasi yang dapat diambil untuk membicarakan di mana letak kekurangan dalam rumah tangga mereka?

Kalau kebosanan yang dijadikan motif, alangkah tidak adilnya tindakan tersebut. Ingat, bahtera rumah tangga yang Anda arungi sudah sejauh ini. Begitu banyak keindahan, keceriaan, dan kebahagiaan yang telah Anda dapatkan. Apakah Anda akan menafikkan semua itu dan menghancurkannya hanya untuk kesenangan sesaat?

Tantangan memang diperlukan untuk membuat semangat tetap berkobar. Lantas, apakah benar perselingkuhan adalah objek yang tepat untuk dijadikan tantangan? Bukankah masih banyak tantangan lain yang belum Anda taklukkan? Bertualanglah dalam berbagai hal positif, jangan jadikan perselingkuhan sebagai pelarian.

Anda memang memiliki materi berlebih. Hanya sekadar membayar wanita panggilan, tidak akan menjadi soal. Pernahkah Anda bertanya, sebandingkah kebagaiaan sesaat yang didapat dengan materi yang harus dikeluarkan? Kalau jawabannya, ya, pertanyaan selanjutnya adalah sakitkah hati Anda mengetahui bahwa mereka mendekat hanya kerena uang? Bukan karena mau menerima Anda apa adanya.

Kalau Anda membalas perselilngkuhan dengan balik berselingkuh, lantas sampai kapan hal itu Anda lakukan. Ingat, akan banyak sekali korban yang berjatuhan dalam permainan saling balas yang Anda berdua lakukan. Anak dan nama baik keluarga adalah dua hal yang harus Anda pikirkan baik-baik. Betapa terlukannya hati anak-anak melihat orangtua mereka membanggakan perselingkuhan masing-masing.

Peluang dan kesempatan untuk berselingkuh akan selalu ada. Namun demikian, bukan berarti Anda boleh memperturutkan keisengan yang menggelitik dalam hati. Ingatlah keluarga nyaris sempurna yang Anda miliki. Mereka mencintai Anda sebagaimana Anda mencintai mereka. Tegakah Anda mengkhianati cinta mereka?[]

 

Penulis: Muslik

Editor: Iman

Ilustrasi foto: Norman

 

Promo Kalender

 

 

(Visited 546 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment