Saat Manusia Diciptakan dari Air yang Dipancarkan (Tafsir Surat Ath-Thariq Ayat 5-8)

manusia

Dalam ayat sebelumnya yaitu ayat 4 diterangkan bahwa  Allah swt. telah mengingatkan bahwa setiap diri manusia itu ada penjaga yang mengawasinya.  Oleh karena setiap jiwa ada penjaga dan pengawasnya, maka manusia harus selalu mawas diri.  Sebab tak ada sedikitpun ucapan dan perbuatan yang lepas dari pengawasan dan penjagaan. Semuanya tercatat dengan sempurna.

Pada ayat selanjutnya yaitu 5, 6 dan 7 , Allah berfiman :

 فَلْيَنظُرِ الْإِنسَانُ مِمَّ خُلِق

خُلِقَ مِن مَّاء دَافِقٍ

يَخْرُجُ مِن بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَائِبِ

promooktober

Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Diciptakan dari air yang dipancarkan, yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan.

Maksud diciptakan dari air yang dipancarkan, yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki adalah air sperma, karena saat dia keluar biasanya dalam bentuk memancar. Dalam tubuh laki-laki yang normal dan sehat, satu ejakulasi terdapat sekitar 300-500 juta sel spermatozoa. Di antara sel sperma sebanyak itu, yang bisa mendekati ovum hanya sekitar 1%-nya saja, yakni sekitar 300-500 ribu, sisanya akan mati. Di antara 300-an itu hanya satu sel sperma saja yang bisa membuahi ovum (indung telur).

Sedangkan maksud tulang dada perempuan adalah ovum (indung telur). Secara biologis, manusia tercipta karena pertemuan antara ovum dan sperma. Artinya, ovum dan sperma memiliki peranan yang seimbang. Namun dalam ayat ini, seolah yang memiliki peranan utama adalah sperma. Mengapa demikian? Karena sperma memiliki peraran sangat menentukan, bahkan sperma yang akan menentukan apakah yang dilahirkan nanti akan menjadi anak laki-laki ataukah perempuan. Sperma ada yang memiliki kromosom X dan kromosom Y, sementara ovum hanya memiliki satu kromosom saja, yaitu X. Apabila yang membuahi ovum itu sperma dengan kromosom X, maka akan menjadi anak perempuan. Sementara kalau yang membuahi itu sperma dengan kromosom Y, maka akan lahir anak laki-laki.

Setelah Allah swt. menjelaskan proses kejadian manusia, kemudian Allah swt. mengingatkan bahwa setelah manusia mati, akan dibangkitkan kembali. Hal ini dijelaskan dalam ayat berikutnya yakni ayat 8 :

إِنَّهُ عَلَى رَجْعِهِ لَقَادِرٌ

Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya.

Yang dimaksud mengembalikannya adalah membangkitkan kembali sesudah manusia mati. Ini masalah keimanan terhadap hari akhirat yang wajib kita imani dengan sungguh-sungguh. Allah swt. berkuasa menciptakan manusia, mematikannya, kemudian membangkitkannya secara utuh. Orang-orang kafir dan orang yang lemah iman akan mempertanyakan proses kebangkitan ini.

“Dan mereka berkata, ’Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apa benar kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?’ … maka mereka akan bertanya, ’Siapa yang akan menghidupkan kami kembali?’ Katakanlah, ’Yang telah menciptakan kamu pada kali yang pertama.’ Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepala kepadamu dan berkata, ’Kapan itu akan terjadi? Katakanlah, ’Waktu kebangkitan itu dekat. Yaitu pada hari Dia memanggil kamu, lalu kamu mematuhi-Nya sambil memuji-Nya dan kamu mengira bahwa kamu tidak berdiam di dalam kubur  kecuali sebentar saja’.” (Q.S. Al Isra’ 17:  49-52).

Inilah gambaran keraguan orang-orang yang mengufuri kebangkitan. Sedangkan orang-orang yang beriman, mereka akan yakin bahwa kebangkitan itu peristiwa yang pasti akan terjadi dan bagi Allah swt. tidak sulit untuk melakuknnya.

Dan Dialah yang menciptakan manusia dari permulaan, kemudian menghidupkannya kembali dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bag- Nya. Dan bagi-Nyalah sifat Yang Maha Tinggi di langit dan di bumi; dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”  (Q.S. Ar-Rum 30: 27).

Bersambung..

(Visited 24 times, 7 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment