Bintang, Ciptaan Allah yang Menakjubkan (Tafsir Ath-Thariq Ayat 1-3)

binatng

Menempati posisi sebagai surat ke 86 dalam al-Qur’an,  surat At-Thariq adalah surat yang masuk kategori surah Makiyah.  Surat ini terdiri atas 17 ayat. Dinamakan At-Tariq yang berarti Yang datang di malam hari diambil dari perkataan Ath Thaariq yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

وَ السَّماءِ وَ الطَّارِقِ

promooktober1

1. Demi langit dan yang datang pada malam hari.

Allah swt. mengawali firman-Nya dengan menjadikan langit sebagai objek sumpah. Para ahli tafsir menyebutkan, apabila Allah swt. bersumpah dengan ciptaan-Nya, ini mengandung makna bahwa kita diperintahkan untuk menafakuri atau merenunginya. Misalnya, Wal Ashri (Demi Waktu), artinya kita harus mampu mengatur waktu dengan baik. Wa Syamsi (Demi matahari), artinya kita harus sadar betapa besar manfaat matahari bagi kehidupan, dan masih banyak ayat yang seperti in.

Pada ayat ini, Allah swt. bukan hanya bersumpah dengan langit. Tapi juga dengan yang datang pada malam hari.

وَ ما أَدْراكَ مَا الطَّارِقُ

2.  Tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?

Kalau kita cermati, seluruh ayat yang diawali dengan kalimat maa adraaka (tahukah kamu) selalu menggambarkan sesuatu yang besar, dahsyat, dan menakjubkan. Misalnya pada ayat lain, Al Qaariah, wa maa adraaka mal Qaariah (Hari kiamat, tahukah kamu apakah hari kiamat itu). Kiamat itu sesuatu yang menakjubkan dan mengerikan, karena itu menggunakan kalimat tahukah kamu. Jadi, kalimat tahukah kamu atau maa adraaka merupakan suatu ungkapan untuk menyentuh pikiran dan perasaan kita agar terarah pada apa yang akan dibicarakan. Apa yang harus direnungkan pada ayat ini? Dijelaskan pada ayat berikutnya.

النَّجْمُ الثَّاقِبُ

3.  Bintang yang cahayanya menembus.

Objek yang harus direnungkan pada ayat ini yaitu bintang yang cahayanya menembus. Para pakar astronomi menyebutkan bahwa bintang-bintang itu jumlahnya sangat menakjubkan. Betapa tidak, dalam galaksi kita saja, yaitu Bimasakti, dipekirakan lebih dari seratus miliar bintang, saking banyaknya titik-titik bintang itu  bentuknya  bagaikan awan, dan hanya sekitar enam ribu saja yang bisa dilihat dengan teleskop. Subhanallah, ini baru galaksi Bimasakti, belum lagi galaksi-galaksi lain yang jumlahnya sangat banyak, bahkan ada yang belum bisa ditangkap oleh ilmu pengetahuan.

Kalimat Bintang yang cahayanya menembus mengisyaratkan bahwa bintang-bintang itu mengeluarkan pancaran cahaya berbeda-beda; ada yang pancarannya kuat, ada juga yang lemah. Hasil teleskop menunjukkan, ada bintang yang warnanya putih kebiru-biruan. Ini tanda bahwa bintang tersebut memiliki suhu permukaan yang sangat panas, diperkirakan sekitar 20.000 derajat Celsius. Sementara ada juga bintang yang cahayanya berwarna kekuning-kuningan atau merah yang menandakan bintang tersebut relatif tidak terlalu panas sekitar 10.000 derajat Celcius. Sedangkan matahari kita termasuk bintang yang warnanya kekuning-kuningan dan berukuran sedang.

Sesudah Allah swt. memerintahkan kita untuk merenungi bintang-bintang yang menakjubkan, pada ayat berikutnya Allah swt. mengingatkan…..

(bersambung)

 

(Visited 43 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment