Berislam Itu Menyehatkan, Ini Buktinya!

“Kebersihan adalah sebagian dari iman.” Tentunya kita sering mendengar kata-kata mutiara tersebut. Tidak jarang kita menemukannya di sekitar jalan-jalan umum ataupun di sarana beribadah umat Islam, seperti mesjid.

Berislam berarti kita mengikuti apa saja yang dianjurkan Islam untuk mencapai tujuan dunia dan akhirat. Berislam berarti mengiktui aturan main (Al-Qur’an dan As-Sunnah) yang telah Allah tetapkan. Berislam berarti juga siap belajar dan menerima Islam sepenuhnya. Tapi, berislam bukan sekadar “Islam KTP” yang hanya dijadikan sebagai identitas semata.

iklan donasi pustaka2

Benarkah dengan berislam bisa sehat? Tentunya Allah yang menjamin kita bisa selalu dalam keadaan sehat. Jika kita siap menerima dan mengamal apa yang diajarkan Allah melalui kitab dan rasul-Nya, sepantasnya kesehatan pun Allah akan berikan.

Kebahagian di dunia itu bermacam-macam, diantaranya istri atau suami yang sholeh, anak yang sholeh, harta yang halal, terjalinnya tali silaturahmi, dan masih banyak lagi. Selain apa yang tadi disebutkan, yang paling penting adalah ketika diberi sehat. Sehat adalah salah satu nikmat yang Allah berikan kepada manusia. Sehat berarti tidak sakit dan nyaman mengerjakan rutinitas harian.

Sehat Rohani dan Jasmani

Kita perlu memahami bahwa sehat bukan sebatas menjaga kondisi tubuh dalam keadaan tidak sakit. Karena pada dasarnya sehat jasmani sebaiknya diawali dengan sehat ruh atau rohani. Ini merujuk pada sebuah hadits yang mengatakan,

Ingatlah bahwa dalam jasad ada sekerat daging, jika ia baik maka baiklah seluruh jasadnya dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Ya, hati kita harus dibenahi. Hati disebut juga dengan Al-Qalb yang menjadi bagian anggota tubuh paling terhormat. Hati menentukan terjadinya perubahan gagasan dan menentukan pilihan. Selain itu, Allah juga mengkaruniai akal kepada manusia. Dalam buku berjudul Klasifikasi Kandungan Al-Qur’an karya Choiruddin Hadhiri, pada akal manusia terdapat unsur hati atau rasa percaya. Akal manusia akan semakin berfungsi dengan baik manakala unsur rasa atau hatinya baik, suci, dan senantiasa beriman.

Rasul Model Terbaik

Kalau begitu, kepada siapakah mukmin harus belajar untuk senantiasa sehat? . Siapa lagi kalau bukan Nabi Muhammad saw., rasul utusan Allah. Tidak sia-sia Allah mengutus rasulullah untuk mengemban tugas di dunia. Rasulullah adalah model manusia terbaik yang bisa kita tiru. Kita sangat beruntung dan harus bersyukur, karena Allah telah menghadirkan seorang guru yang baik agar manusia bisa belajar darinya. Hal tersebut Allah tegaskan dalam firman-Nya,

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah suri teladan yang baik bagimu…” (QS. al-Ahzab: 21).

Rasulullah adalah pribadi kuat yang selalu melaksanakan ibadah. Salah satu ibadah itu adalah shalat lima waktu yang dicontohkan oleh rasul. Pertanyaannya, apakah kita mengetahui shalat fardhu (wajib) selain berpahala bisa menyehatkan tubuh? Sebagian dari kita tentu telah mengetahuinya. Sudah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa shalat mampu menyehatkan jasmani dan rohani.

Buku yang ditulis oleh dr. Azwar Bahar, Sp. B.Onk menyatakan, shalat adalah deteksi dini gratis. Bila banyak penyakit harus melalui pemeriksaan penunjang, shalat mengisyaratkannya dengan nyeri atau pun tidak nyaman sewaktu melakukan rangkaian gerakan teratur ini.

Tapi, bagaimana cara kerja shalat dalam menyehatkan tubuh?

Kita mulai dari takbiratul ihram. Takbir merupakan latihan awal pernapasan. Mengangkat tangan juga meregangkan otot bahu, sehingga aliran darah yang membawa oksigen menjadi lancar. Ketika rukuk, memperlancar perdarahan dan aliran getah bening serta dapat memperkuat otot-otot pada persendian kaki. Iktidal adalah masa istirahat, di sini tubuh mengalami relaksasi dan melepas ketegangan pada tubuh. Kerja ketika sujud, pada posisi ini aliran darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Posisi ini juga dapat mengurangi kematian mendadak karena tekanan darah yang memecah urat nadi pada otak. Duduk diantara dua sujud bisa mengaktifkan kelenjar keringat karena bertemunya lipatan paha dan betis sehingga bisa mencegah terjadinya pengapuran. Terakhir duduk tasyadud dengan menekukkan jari-jari pada kaki kanan berfungsi untuk merefleksi saraf-saraf pada kaki dan memperlancar peredaran darah hingga ke saraf kepala. Posisi duduk tasyahud juga dapat membantu pencernaan dengan menggerakkan isi perut ke bawah.

Subhanallah, luar biasa gerakan shalat. Apalagi ditambah dengan shalat sunnah tahajud, dhuha dan rawatib. Itu baru shalat. Coba kita tambah dengan membiasakan membaca atau mendengarkan alunan Al-Qur’an.

Al-Qur’an Sebagai Penyembuh

Hasil penelitian Al-Qadi di Florida, Amerika Serikat membuktikan bahwa hanya dengan mendengarkan bacaan Al-Qur’an, seorang muslim – baik mereka yang berbahasa Arab maupun yang bukan – mampu merasakan perubahan fisiologis yang besar, seperti penurunan depresi, kesedihan, bahkan dapat memeroleh ketenangan dan menolak berbagai macam penyakit.

Penemuan Qadi ini diperoleh dengan bantuan peralatan elektronik muktahir untuk mendeteksi detak jantung, ketahanan otot dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Penelitian ini menunjukkan dengan bacaan Al-Qur’an (hingga 97%)  dapat memberikan ketenangan dan penyembuhan penyakit.

Sama halnya ibadah puasa, baik puasa wajib maupun sunnah. Ibadah yang satu ini dapat menyehatkan tubuh, karena saat kita berpuasa otomatis tubuh tidak menerima makanan dan minuman dalam waktu cukup lama. Pada kondisi ini, saluran pencernaan yang terus-menerus mencerna makanan dapat istrirahat. Puasa juga berguna untuk detoksifikasi (pembuangan racun pada tubuh).

Para ulama dan para sejarawan yang meneliti sejarah kehidupan rasulullah menemukan pola hidup sehat yang ideal bagi kehidupan manusia. Selebihnya rasulullah tidak mengonsumsi yang haram dan yang kotor. Ia hanya mengonsumsi yang halal dan thayyib (yang halal dan yang baik). Selain itu, rasulullah pun sering berolahraga, seperti berkuda, berenang, memanah, dan juga bergulat.

Islam telah menyodorkan sejumlah solusi untuk mendapatkan kehidupan sehat. Shalat saja selain berpahala, tapi juga menyehatkan. Asalkan dikerjakan dengan ikhlas maka Allah tidak akan segan-segan memberikan kita kesehatan. Mudah-mudahan ini bisa diterapkan pada setiap pribadi manusia, kemudian menjelma di lingkungan keluarga dan akhirnya mewabah di masyarakat. []

Penulis: Fahrul Razi

Editor: Iman

 

(Visited 12 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment