Untung Rugi Bila Anda Beritahukan Perselingkuhan

selingkuh

Beberapa di antara Anda mungkin masih ingat dengan sebuah lagu berjudul TTM (Teman Tapi Mesra). Entah karena musik dan liriknya yang mudah diingat atau entah karena gaya pertemanan seperti itu yang sedang menjadi tren, yang jelas demam TTM pun melanda. Tema senada (baca: perselingkuhan) pun kerap diangkat dalam beberapa lagu dan menjadi hits.

Dahulu, tema perselingkuhan digambarkan dalam lagu yang mendayu dan menyayat hati. Pada awal milennium ini, perselingkuhan dikemas dalam melodi yang riang dan enegik. Dulu perselingkuhan digambarkan dalam lagu yang penuh dengan kesedihan dan penyesalan, pada awal milennium ini, perselingkuhan merupakan pilihan yang tidak harus dipersalahkan. Dulu perselingkuhan dinyanyikan sebagai dosa dan perzinaan, pada awal sekarang ini perselingkuhan bukan lagi disebut sebagai dosa dan perzinaan.

Sepertinya telah terjadi pergeseran nilai. Selingkuh telah menjadi kata ganti yang lebih halus untuk terminologi zina. Menyebut perbuatan serong dengan selingkuh, seolah menjadikan perbuatan ini lepas dari hukum perzinaan yang telah dibandrol haram. Karenanya, si pelaku tidak terlalu ambil pusing dengan penilaian masyarakat. “Toh, saya hanya melakukan perselingkuhan, bukan (tidak sampai) perzinaan.” Menyeramkan, bukan?

Perdebatan pun muncul mengenai apa yang disebut selingkuh. Apakah perselingkuhan melulu tentang hubungan seks? Apakah makan malam berdua di tempat romantis sambil membicarakan persoalan pribadi bisa dikategorikan sebagai selingkuh? Apakah benar perselingkuhan hanya bisa disebut selingkuh manakala hal tersebut diketahui? Padahal dalam Allah Swt sudah kasih rambu-rambu yang jelas dalam Al Quran:

Jangan kamu dekati zina. Sungguh, zina itu perbuatan keji dan jalan yang buruk.” (QS.Al Isra:32)

[AdSense-A]

Seperti penyakit berbahaya, perselingkuhan dapat ditularkan dari lingkungan yang lebih permisif tentang perbuatan serong. Sebagai sebuah tren, perselingkuhan memiliki ragam dan tingkatan. Perlu diingat, tingkatan di sini bukan untuk menjustifikasi pada tingkat mana sebuah perbuatan benar-benar dikategorikan selingkuh. Ini karena tak menutup kemungkinan satu tingkat berlanjut ke tingkat lain yang lebih tinggi.

Mulanya, perselingkuhan diawali dengan adanya ketertarikan satu sama lain. Rasa nyaman berada berdekatan dengan orang yang disukai membuat mereka meluangkan waktu lebih untuk sekadar berbincang, misalnya. Sebagian orang menyebut ini bukan perselingkuhan karena kita tidak bisa melarang dan mengekang ketertarikan hati kepada orang lain.

Mengetahui bahwa satu sama lain memiliki ketertarikan, kebersamaan mulai diisi dengan obrolan yang bersifat lebih personal. Masing-masing mulai mencari tahu hobi, makanan favorit, serta tempat yang sering dikunjungi ketika menghabiskan waktu untuk bersantai. Bukan hanya itu, detail kebiasaan pun mulai diperhatikan, mulai dari aroma parfum, gaya berbicara, serta kebiasaan-kebiasaan lucu yang semakin membangkitkan rasa suka.

BACA JUGA  Ini Amalan Sunah di Bulan Muharram

Tidak puas bersama di tempat kerja, pusat kebugaran, ataupun café, kebersamaan mulai dibungkus dengan nuansa romatis. Mulai dari makan malam, nonton di bioskop, sampai mengunjungi objek-objek wisata. Di sinilah kemudian satu sama lain mengungkapkan perasaan suka ataupun cinta. Gayung pun bersambut. Pada tahap selanjutnya, perselingkuhan sudah melibatkan hubungan seks. Untuk memasuki tahap ini, pelaku perselingkuhan kadang tidak harus melalui tahap 1, 2, dan 3. Meski ini yang dikategorikan inti perselingkuhan, bukan berarti tiga fase lainnya tidak dikategorikan selingkuh. Ketiga fase tersebut adalah anak tangga menuju puncak perselingkuhan.

Ciri khas perselingkuhan adalah kerahasiaannya yang harus ditutupi serapi mungkin. Namun tetap, serapat apa pun Anda menyimpan bangkai, cepat atau lambat, bau busuknya akan tercium juga. Ketika pasangan Anda mencium ada sesuatu yang tidak beres berdasarkan bukti-bukti tercecer yang luput Anda simpan, pilihannya adalah mengaku atau menyangkal habis-habisan.

Tentu saja banyak pertimbangan yang Anda pikirkan untuk tetap membuka atau menutupo aib perselingkuhan. Dikutip dari buku After the Affair yang ditulis oleh Janis Abrahms Spring, Ph.D & Michael Spring, ada beberapa poin yang menjadi kerugian dan keuntungan apabila Anda bermaksud memberitahukan perselingkuhan yang Anda lakukan.

Kerugian bila memberitahukan penyelewengan (selingkuh) antara lain:

  • Anda percaya bahwa pengakuan akan melumatkan semangat pasangan Anda dan tidak dapat disembuhkan atau diperbaiki.
  • Anda percaya bahwa pengakuan akan menciptakan fokus perhatian yang obsesif tentang perselingkuhan itu, dan membuat anda berdua tidak mempelajari masalah yang menyebabkannya.
  • Secara fisik, pasangan Anda tidak mampu dan tidak dapat menjadi teman dalam hal seksual, dan Anda memilih tetap tinggal bersama untuk memberikan dukungan medis dan emosional pada seseorang yang Anda pedulikan.
  • Anda percaya bahwa pasangan akan menyakiti Anda secara fisik

Keuntungan bila memberitahukan penyelewengan (selingkuh) antara lain:

  • Mengatakan kebenaran biasanya lebih baik daripada membuat pasangan Anda tersandung karenanya.
  • Berkata jujur bisa meningkatkan kesempatan Anda untuk tetap setia.
  • Berkata jujur bisa menyadarkan pasangan Anda akan apa yang membuat Anda marah sebelum terlambat.
  • Berkata jujur memantapkan kembali keunggulan hubungan Anda dengan pasangan.

Perselingkuhan adalah sebuah kesalahan. Membuka atau menutup rapat perselingkuhan dengan berbagai alasannya tetap saja akan meninggalkan luka bagi pasangan Anda. Karenanya, jangan sekali-kali menodai kesucian rumah tangga dengan memperturutkan nafsu sesaat melalui perselingkuhan. Saling menjaga kepercayaan,saling menutupi kekurangan dengan kelebihan masing-masing adalah lebih utama,ketimbang melampiaskan kekurangan dengan kesenangan  sesat sesaat.[]

 

Penulis: Muslik

Editor: Iman

[AdSense-A]

(Visited 56 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

One Thought to “Untung Rugi Bila Anda Beritahukan Perselingkuhan”

  1. Abu

    Bissmillah,
    Hanya melihat apa yg dipaparkan melalui tulisan yg alangkah menariknya sehingga sayang jika tidak dicermati, namun sisi lain dengan link percikan iman sangat luas dikenal masyarakat khususnya muslim, mhn maaf jika tidak berkeberatan perihal yg disampaikan tentang seseorang yaitu ; Dikutip dari buku After the Affair yang ditulis oleh Janis Abrahms Spring, Ph.D & Michael Spring, para ikhwan & akhwati fillah yang mencari buku tersebut mereka terbawa dgn kutipan penulis buku tersebut, sayang sekali ( kisah akan jauh lebih banyak seperti halnya para sahabat tabi’it, tabi’in & tabi’it serta para penerusnya ) jauh akan lebih bermanfaat degan para penukil yg benar, ini saya hanya memberikan masukan saja karena percikan iman ini dikenal oleh masyarakat luas.
    Ha’dza wallohu A’lam bishowab.
    Mohon maaf jika penyampaian ana tidak berkenan pada admin yg terhormat.

Leave a Comment