Bisakah ASI Cukupi Kebutuhan Gizi dan Energi Bayi?

Oleh: dr.Eddy Fadlyana*

Ada seorang wanita yang sedang hamil tua dan diprediksi sebentar lagi akan melahirkan anak pertama. Cita-citanya seungguh mulia,kelak anaknya menjadi anak yang sehat jasmani dan rohani serta dan di kemudian hari menjadi orang yang berguna bagi sesama.  Ia percaya bahwa salah satu langkah untuk memperoleh anak yang sehat dan cerdas serta mandiri,seorang ibu harus memberikan ASI secara  penuh. Namun ia masih bingung dengan ragam pertanyaan sebagai berikut:

Kapan ASI mulai diberikan?

Idealnya ASI diberikan segera setelah ibu melahirkan. Ada beberapa manfaat  yang bisa didapat, selain mempercepat produksi ASI, kontak dini dapat mempererat hubungan batin antara ibu dengan bayi. Kondisi inisangat menentukan kesuksesan ibu dalam memberikan ASI  selanjutnya.

Apa yang dimaksud dengan ASI eksklusif?

ASI ekslusif adalah pemberian ASI tidak disertai pemberian tambahan cairan lain, seperti susu formula, jeruk, madu, teh, bahkan air putih. Tidak cuma itu. Bayi juga tidak diberi makanan padat lainnya. Seperti biskuit, nasi tim, buah-buahan, pisang, bubur, susu, dan lain-lain. Pemberian ASI ekslusif sangat dianjurkan untuk jangka waktu enam bulan. Mengapa hingga enam bulan? Sebab menurut penelitian dan pedoman internasional, ASI mampu mencukupi semua kebutuhan gizi dan energy bayi selama enam bulan pertama hidupnya. Sedangkan jika dilihat dari sudut pandang islam, menyusui hendaknya dilakukan maksimal selama dua tahun, tapi kalau tidak memungkinkan, ibu boleh menyusui kurang dari dua tahun, Penelitian muktahir menunjukan bahwa kualitas ASI tidak bisa digantikan oleh susu apa pun juga. Karena itu, Islam sangat menganjurkan agar para ibu bisa menyusui anak-anaknya.

Ibu-ibu itu menyusukan anak-anaknya dua tahun genap, bagi orang yang menghendaki akan menyempurnakan susunya.” (Q.S. Al Baqarah : 233)

Apakah ASI bisa mencukupi kebutuhan makan dan minum bayi?

Berbagai penelitian menunjukan bahwa kandungan gizi ASI dapat mencukupi kebutuhan nutrisi bayi dalam 4-6 bulan pertama setelah lahir. Salah satu buktinya adalah dengan menghitung frekuensi menyusui yang lebih dari 8 kali sehari dan menimbang berat badan  bayi secara berkala. Salah satu cara pemantauannya adalah dengan KMS (Kartu Menuju Sehat). Apabila ada penyimpangan pertumbuhan, segera konsultasi ke dokter Anda.

Bagaimana posisi yang benar ketika menyusui?

Posisi menyusui bisa dilakukan sewaktu duduk maupun berbaring. Posisi yang benar adalah kepala dan badan berada dalam satu garis lurus, bibir bawah bayi terbuka dan areola mamae yang bawah sebagian besar tidak terlihat.[]

 

*Penulis adalah dokter dan konsultan tumbuh kembang balita

Editor: Iman

Ilustrasi foto:

(Visited 3 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment