Bolehkan Minta Tolong pada Jin, Seperti yang Dilakukan Nabi Sulaiman?

buku jin

Dalam Al Quran dikisahkan bahwa Nabi Sulaiman as pernah minta tolong pada jin untuk memindahkan kerajaan Ratu Bilqis. Berangkat dari kisah tersebut ada sebagian yang berpendapat dibolehkannya seorang muslim minta bantuan kepada jin bahkan sekaliber orang saleh seperti Nabi Sulaiman. Benarkah demikian dan bolehkah kita minta tolong kepada jin sebagaimana pernah dilakukan Nabi Sulaiman a.s. tersebut?

Untuk perkara ini Ustadz Aam Amiruddin memberikan penjelasan bahwa secara garis besar, Al Quran mengandung tiga masalah. Pertama, Al Aqa’id yakni masalah-masalah yang berkaian dengan keimanan; Iman pada Allah, Rasul, Malaikat, surga, neraka, dll. Kedua, Asyara’i yakni masalah-masalah yang berkaitan dengan hukum sepertiu shalat, puasa, warisan, pernikahan, kenegaraan, dll. Ketiga, Al Qashah yakni memaparkan kisah-kisah yang bisa diambil pelajaran, baik kisah perjuangan para nabi dan salihin ataupun kisah orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah.

Al Qashah alias ayat-ayat tentang kisah, bertujuan agar kita mengambil pelajaran bagi kehidupan, dan bukan menjadi hukum. Misalnya, kisah pernikahan Asiah, seorang wanita salehah, dengan Fir’aun, seorang kafir yang sangat dimurkai Allah. Kisah ini tidak bisa dijadikan dalil bolehnya wanita muslimah menikah dengan laki-laki kafir, karena kisah Asiah dengan Fir’aun bukan ayat tentang hukum tapi ayat tentang kisah. Saya perlu tegaskan demikian, karena ada yang berpendapat bahwa wanita muslimah boleh menikah dengan laki-laki kafir dengan merujuk pada kisah Asiah dan Fir’aun.

 

Pendapat ini tidaklah tepat sebab bertentangan dengan ayat hukum yang begitu tegas menyebutkan bahwa wanita muslimah haram menikah dengan laki-laki kafir. Sebagaimana yang telah Allah tegaskan dalam Al-Quran:

BACA JUGA  Arisan Itu Haram karena Sama Halnya Seperti Undian?

Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (Q.S. Al Baqarah 2: 221)

Demikian halnya tentang kisah Nabi Sulaiman a.s. Apa yang dilakukannya merupakan salah satu mukjizat yang Allah swt. berikan kepadanya dan itu merupakan kisah untuk dijadikan ibrah (pelajaran) bagi kita, bukan sebagai hukum atau ketentuan yang bersifat mengikat. Allah Swt. telah mengharamkan untuk meminta bantuan jin, apakah dia itu jin muslim apalagi jin kafir. Silakan perhatikan ayat berikut.

Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan (pertolongan) kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (Q.S. Jin 72: 6).

Coba perhatikan pada ayat ini ada kalimat maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. Ini isyarat bahwa hukumnya haram meminta tolong pada jin karena mereka hanya akan menambah dosa dan maksiat.

Berdasarkan ayat ini, jelaslah bahwa apa yang dilakukan Nabi Sulaiman a.s. tidak boleh kita lakukan karena Nabi Sulaiman melakukan hal itu merupakan bagian dari kemukjizatannya, sementara kalau kita melakukannya merupakan pekerjaan dosa dan maksiat. Wallahu A’lam.

 

(Visited 59 times, 6 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment