Langkah Mempersiapkan Generasi Cerdas (2)

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang

Pada umumnya, anak memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan yang normal dan ini merupakan hasil interaksi banyak faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan.

iklan donasi pustaka2
  1. Faktor internal

Perbedaan ras/etnik atau bangsa, keluarga, umur, jenis kelamin, kelainan genetik, kelainan kromosom.

  1. Faktor eksternal/lingkungan
  • Faktor Pranatal

Gizi, mekanis, toksin/zat kimia, endokrin, radiasi, infeksi, kelainan imunologi,   anoksia embrio, psikologi ibu.

  • – Faktor persalinan
  • – Faktor pascanatal (kelahiran)

Gizi, penyakit kronis/kelainan kongetial, lingkungan fisi dan kimia, psikologis, endokrin, sosio-ekonomi, lingkungan pengasuhan, stimulasi, obat-obatan.

Faktor manakah yang paling berperan, apakah intrinsik atau ekstrinsik? Para ahli berdebat panjang mengenai hal ini, akan tetapi pada saat ini kita sudah sepakat bahwa faktor ekstrinsik lebih berpengaruh dibandingkan instrinsik, serta faktor ekstrinsik yang sangat dominant adalah faktor gizi/nutrisi dan stimulasi.

Gizi/Nutrisi

Berbagai penelitian mengungkapkan korelasi positif antara gizi, terutama pada masa pertumbuhan pesat, dengan perkembangan fungsi otak. Ini berlaku sejak anak masih berbentuk janin dalam rahim ibu. Pada janin, terjadi pertumbuhan otak secara proliferatif (bertambahnya jumlah sel), artinya terjadi pembelahan sel yang sangat pesat. Kalau pada masa itu asupan gizi pada ibunya kurang, asupan gizi pada janin juga kurang. Akibatnya, jumlah sel otak menurun, terutama cerebrum dan cerebellum, diikuti dengan penurunan jumlah protein, glikosida, lipid, dan enzim.

Fungsi neurotransmitter-nya pun menjadi tidak normal. Seiring bertambahnya usia janin atau bayi, bertambah pula bobot otak. Ukuran lingkar kepala juga bertambah. Karena itu, untuk mengetahui perkembangan otak janin dan bayi berusia kurang dari setahun, dapat dilakukan secara tidak langsung, yakni dengan mengukur lingkar kepala janin.

Begitu lahir pun, faktor gizi masih tetap berpengaruh terhadap otak bayi. Jika kekurangan gizi terjadi sebelum usia 8 bulan, tidak cuma sel yang berkurang, ukuran sel juga mengecil. Saat itu sebenarnya terjadi pertumbuhan hipertropik, yakni pertambahan besar ukuran sel. Penelitian menunjukan, bayi yang kekurangan kalori protein (KKP) memiliki berat bobot otak 15–20% lebih ringan dibandingkan bayi normal. Defisitnya bahkan bisa mencapi 40% bila KKP berlangsung sejak berwujud janin. Karena itu, anak-anak penderita KKP umumnya memiliki IQ rendah. Kemampuan abstraktif, verbal, dan mengingat mereka lebih rendah daripada anak yang mendapatkan gizi baik.

Stimulasi

Stimulasi adalah perangsangan dan latihan-latihan terhadap kepandaian anak yang datangnya dari lingkungan di luar anak. Tujuan stimulasi perkembangan adalah untuk membantu anak agar mencapai tingkat perkembangan yang baik dan optimal sesuai dengan kemampuan genetiknya. Stimulasi yang dilakukan sejak lahir, terus menerus, bervariasi, dengan suasana bermain dan kasih sayang, akan memacu berbagai aspek kecerdasan anak.

Stimulasi harus diberikan secara teratur pada anak sehat yang perkembangannya baik, jadi jangan menunggu sampai perkembangan anak menjadi terlambat dan baru kemudian distimulasi. Stimulasi terbaik diberikan pada saat kondisi fisik maupun mental anak telah siap menerima stimulasi sesuai dengan umur perkembangannya.

Contoh: saat yang terbaik untuk melatih (stimulasi) kemmpuan berjalan adalah pada usia 10 – 11 bulan. Karena pada usia ini –baik fisik maupun mental—anak telah siap untuk dilatih berjalan sehingga akan diperoleh hasil yang optimal.

Prinsip umum melakukan stimualsi

Saat bermain dengan anak merupakan saat identik untuk memberikan stimulasi perkembangan. Secara umum, prinsip-prinsip melakukan stimulasi adalah sebagai berikut.

  • Sebagai ungkapan rasa kasih sayang
  • Bertahap dan berkelanjutan, serta mencakup empat bidang kemmpuan perkembangan
  • Dimulai dari kemampuan perkembangan yang telah dipunyai anak, dilanjutkan pada kemampuan perkembangan yang seharusnya dicapai pada usia tersebut
  • Dilakukan secara wajar, santai, tanpa paksaan atau hukuman, tanpa pernah sekalipun alpa bahwa gaya hidup anak adalah bermain sehingga tercipta suasana yang menyenangkan
  • Anak harus selalu diberi pujian atas keberhasilannya
  • Bila diperlukan alat bantu stimulai, harus yang tidak berbahaya, sederhana, dan mudah didapat
  • Stimulasi harus bervariasi agar tidak membosankan

Untuk mencapi tumbuh kembang yang optimal, kebutuhannya harus dipenuhi. Nutrisi dan stimulasi merupakan faktor yang sangat menentukan.

Wallahu’alam

Oleh: Eddy Fadlyana, dr., SpA(K)., M Kes*, dokter dan konsultan tumbuh kembang anak

Editor: Iman

Ilustrasi foto:Norman

 

(Visited 19 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment