Mengapa Umat Islam Harus Bershalawat kepada Nabi saw?

shalawat

Mengapa umat Islam harus bershalawat kepada Rasul saw., bukankah beliau telah dijamin masuk surga. Nabi juga bershalawat untuk dirinya, ini terkesan beliau juga mementingkan diri sendiri.

 

 

Anda betul, Nabi saw. telah dijamin masuk surga. Tanpa doa kita pun beliau pasti masuk surga. Namun mengapa kita bershalawat kepadanya? Kita bershalawat sebagai ekspresi cinta kepada Nabi saw. Kita wajib mencintai Allah dan Rasul-Nya dengan mengikuti ajarannya dan bershalawat kepada Nabi saw. Katakanlah, “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.  Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.”  (Q.S. Ali Imran 3: 31). ”Sesungghnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang beriman, bershalawatlah untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan untuknya.” (Q.S. Al Ahzab 33: 56)

promooktober1

Nabi membaca shalawat untuk dirinya bukan berarti Nabi ornag yang egois. Justru ini merupakan tanda bahwa Nabi Muhammad saw. adalah benar-benar nabi, beliau melaksanakan apa pun yang diperintahkan Allah kepadanya. Keliru kalau Anda menilai shalawat nabi untuk dirinya sebagai bentuk mementingkan diri sendiri, justru ini sebagai tanda bahwa beliau itu benar-benar utusan Allah swt.

 

Ketika duduk tasyahud dalam shalat, orang yang shalat bersyahadat kemudian menyampaikan shalawat kepada Rasulullah saw. dengan ucapan Assalamu‘alaika ayyuhan Nabi yu wa rahmatullah wa barakatuhu. Seakan-akan Rasul saw. berada hadir  bersamanya berdialog, merasa hidup di tengah-tengah Rasul-Nya, tampak keteladanan dan perilaku mulia yang terpancar dalam setiap gerak kehidupannya, sehingga melahirkan kerinduan atau ingin berjumpa dengan Rasulullah yang terekspresikan dengan meneladani Rasullullah dalam perjalanan kehidupannya.

Muadz bin Jabal r.a., salah seorang sahabat Rasulullah saw., pernah menangis tersedu-sedu karena rindu ingin bertemu Rasulullah saw. Ia mengatakan, “Betapa aku rindu pada seorang kekasih,  betapa aku rindu menatap rona wajah penuh cahaya, betapa aku ingin bertemu dengan si pemilik indah bola mata, betapa aku rindu ….., betapa aku rindu padamu ya… Rasulullah…”

Shalawat kepada Rasulullah saw. merupakan gambaran atas keindahan akhlak Rasul saw., kesungguhan dan kesabarannya dalam berdakwah yang penuh kelembutan dan kasih sayang, beragam ujian baik fisik maupun batin dihadapinya dengan penuh kesabaran, dengan tetap berdakwah untuk mengajak manusia agar beriman kepada Allah.  Menerangi orang-orang yang berada di jalan kegelapan dengan cahaya yang terang benderang, yaitu Islam sebagai Rahmatan lil ‘alamin, maka patut bagi setiap muslim untuk menyampaikan salam dan shalawat kepada Rasulullah saw. sebagai ekspresi cinta kepadanya. Wallahu A’lam

***

 

(Visited 1,160 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment