Merasa Diganggu Jin? Pahami Dulu Hakikat Jin dan Gangguannya

buku jin

“Katakanlah: ‘Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.  Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia.’” Q.S. An-Naas  (114): 1–6,

iklan donasi pustaka2

Manusia dan jin sama-sama merupakan makhluk ciptaan Allah swt. yang memiliki perbedaan wujud dan kejadian. Manusia yang diciptakan oleh Allah swt dari tanah  merupakan makhluk yang nyata. Adapun jin yang diciptakan dari api merupakan makhluk yang gaib. Dengan demikian, manusia tidak bisa melihat jin sedangkan jin bisa melihat manusia. Ayat Al Quran menegaskan bahwa jin melihat manusia dari suatu tempat yang tidak bisa dilihat oleh manusia.

Dengan keadaan seperti itu, maka secara logika adalah wajar bahwa intervensi jin terhadap manusia jauh lebih besar daripada intervensi manusia terhadap jin, bahkan bisa dikatakan intervensi manusia terhadap jin sama sekali tidak ada. Terlebih, golongan jin yang kafir –iblis dan setan– telah bersumpah untuk selalu mengganggu, menggoda, dan menjerumuskan manusia ke dalam perbuatan dosa dan kemusyrikan. Konsekuensinya,  mau tidak mau dan suka tidak suka, seluruh manusia memang akan selalu diganggu dan digoda oleh iblis dan setan dengan berbagai macam tipu muslihatnya.

Manusia yang bisa diganggu dan digoda akan mengikuti segala apa yang dibisikkan atau diperintahkan oleh jin tersebut. Bahkan, manusia yang benar-benar dibuat tak berdaya menghadapi gangguan dan godaan tersebut bisa sampai pada tahap kehilangan kesadaran dan penguasaan diri. Jin-lah yang pada akhirnya menguasai tidak hanya pikirannya tetapi juga fisik atau raganya. Segala bentuk tidakan, gerakan, ucapan, dan pikirannya dikendalikan oleh jin yang menguasainya. Orang yang berada dalam kondisi tersebut sering disebut dengan orang yang kesurupan atau kerasukan jin.

Untuk mengobati kerasukan jin, manusia menempuh berbagai cara. Ada yang meminta pertolongan dukun, paranormal, ‘orang pintar’, ustadz, kiai, ajengan, dan bahkan meminta bantuan kepada jin itu sendiri. Di televisi, kita pun semakin sering disuguhi tayangan-tayangan yang memperlihatkan bagaimana keadaan orang yang kemasukan jin dan prosesi penyembuhannya. Ada pula tayangan yang memperlihatkan bagaimana manusia berusaha mengusir hantu yang berada di sebuah rumah atau bangunan. Berbagai ritual pun dilaksanakan, baik dengan menggunakan baca-bacaan berupa jampi, mantera, doa, ayat-ayat Al Quran, atau bahkan mencampuradukkan itu semua.

Hal seperti itulah yang menurut Ust. Syaiful Islam patut diwaspadai karena bisa jadi merupakan bentuk-bentuk talbisul haqqo bilbathil, mencampuradukkan antara yang haq dan yang bathil. Misalnya, ritual penyembuhan yang menggunakan doa-doa, ayat Al Quran, menasihati kebenaran dan kebaikan, tetapi dalam suasana yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, seperti dengan meminta bantuan jin untuk mengusir jin atau menyembuhkan orang yang kesurupan. Bagaimana manusia bisa melihat jin dan bahkan menggambar hantu, kalau bukan tentunya dengan bantuan jin itu sendiri? Ingat, jin atau setan memiliki berbagai macam tipu muslihat untuk menggelincirkan manusia kepada kesesatan!

Menurut Imam Syafi’ie, apabila ada seseorang yang mengaku melihat jin maka batal syahadatnya. “… Sesungguhnya ia (iblis/jin) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka …” (Q.S. Al A’raf 7: 27). Adapun meminta bantuan jin adalah sesuatu yang membawa kepada dosa dan kesalahan. Sayyid Quthb di dalam Tafsir Fii Zhilalil Quran menegaskan bahwa sesungguhnya jin tidak dapat memberi manfaat kepada manusia ketika manusia meminta perlindungan kepada mereka. Bahkan sebaliknya, mereka malah menambah dosa dan kesalahan bagi manusia itu sendiri. Allah swt. berfirman, “Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (Q.S. Al Jin 72 : 6)

Memang tak dapat dipungkiri bahwa manusia bisa berinterakasi dan meminta bantuan kepada jin, sebagaimana redaksi ayat tersebut di atas. Tetapi Islam tidak mengajarkan kepada umatnya tentang hablumminaljin (hubungan dengan jin), yang diajarkan adalah habluminnallaah (hubungan dengan Allah) dan habluminannaas (hubungan dengan sesama manusia).

Berdasarkan hal tersebut, Drs. Ano Suparno, peneliti dari Yayasan al-Munawwaroh Bandung mengungkapkan bahwa manusia sama sekali tidak perlu mencoba untuk berinteraksi dengan jin. Hal senada juga diungkapkan oleh seorang dosen perguruan tinggi di Bandung dan seorang pengusaha di Bandung yang keduanya pernah berinteraksi dan mendapatkan gangguan dari jin.

Kembali kepada masalah penyembuhan kerasukan jin, dewasa ini semakin sering kita mendengar pengobatan yang disebut dengan istilah ruqyah. Pada intinya, ruqyah berisi doa-doa kesembuhan dari berbagai macam penyakit baik yang bersifat fisik maupun nonfisik, termasuk di dalamnya yang disebabkan gangguan jin.

Setiap orang bisa melakukannya dan yang lebih utama adalah justru diri sendiri atau keluarga terdekat. Doa hubungannya dengan kekhusyuan dan keikhlasan. Semakin orang mengetahui dan memahami pentingnya pengabulan doa, maka semakin khusyu dan ikhlaslah dia dalam berdoa. Allah Maha Mendengar dan Mengabulkan doa hamba-hambanya.

Satu hal yang harus diwaspadai adalah jangan sampai kita melakukan penyembuhan dengan doa-doa atau bacaan yang tidak sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah. Umat Islam dilarang mengobati penyakit dengan cara yang haram. Perlu diingat pula bahwa pada hakikatnya semua penyakit datangnya dari Allah swt. baik sebagai ujian, cobaan, teguran, hukuman, atau kifarat dosa bagi manusia. Allah pulalah yang menciptakan obat untuk segala macam penyakit tersebut, karena sesungguhnya semua kesembuhan datang dari Allah.

Banyak sekali cara yang digunakan oleh setan untuk menjerumuskan manusia. Seringkali manusia tidak menyadari bahwa sesungguhnya ia telah terjebak dalam perangkap setan, termasuk dalam hal pengobatan kerasukan jin. Perlu diingat pula bahwa batas antara yang haq (iman) dan yang bathil (syirik) sangat tipis, seperti tipis pula batas antara niat yang ikhlas dan niat yang disertai rasa riya.

“Sesungguhnya setan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.” (Q.S. An-Nahl 16: 99-100).

Berikut ini adalah tanda-tanda orang yang diganggu atau dirasuki oleh jin, seperti dikutip dari buku “Cara Islam Mengobati Sihir & Gangguan Jin” karya
Majdi Muhammad Asy-Syahawi :

•    Gelisah tak menentu dan tak bisa tidur padahal tak ada masalah psikologis yang mengganggu
•    Sering bermimpi hal-hal yang mengerikan
•    Sering bermimpi melihat gereja, lonceng, atau pendeta
•    Sering bermimpi melihat binatang tertentu seperti kucing, anjing, ular, singa, kalajengking, laba-laba, dll.
•    Pusing terus-terusan tanpa ada penyebab secara medis yang jelas
•    Denyut nadi menjadi cepat tanpa ada penyebab psikologis
•    Otot-otot badan lambat laun menjadi tegang
•    Menjadi linglung, malas berlebihan, lupa berkepanjangan
•    Menjadi benci terhadap rumah, istri atau suami, keluarga, bahkan diri sendiri
•    Hati menjadi berpaling dari mengingat Allah
•    Sempit hati jika mendengar bacaan Al Quran atau azan
•    Sering lupa dan tidak khusu dalam menjalankan shalat
•    Selalu merasa gundah dan gelisah serta murung dan sedih berkepanjangan
•    Sering mendengar atau melihat hal yang aneh-aneh, yang tidak didengar atau dilihat orang lain
•    Suka berlama-lama di kamar mandi, kamar kecil, dan tempat-tempat yang bernajis

Catatan: apabila di antara hal-hal tersebut terjadi pada seseorang, maka belum tentu ia benar-benar kemasukan jin karena bisa jadi disebabkan oleh alasan lain. Hal-hal tersebut di atas merupakan hal yang umum atau sering terjadi pada orang yang kemasukan jin.

Penulis : Agung

(Visited 88 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment