Apa Persamaan Perbedaan Manusia dan Jin?

jin

Manusia dan jin merupakan makhluk ciptaan Allah swt. yang memiliki persamaan dan perbedaan.  Ada banyak ayat Al Quran yang menjelaskan hal itu. Bahkan, salah satu surat dalam Al Quran dinamai Al Jin. Berikut beberapa persamaan jin dan manusia sebagaimana yang dijelaskan dalam Al Quran :

1.    Diciptakan untuk beribadah kepada Allah. “Dan  Aku  tidak menciptakan  jin  dan  manusia  melainkan  supaya  mereka menyembah-Ku.” (Q.S. Adz-Dzaariyat 51: 56)

promooktober

2.    Memiliki kemampuan berpikir. “Sesungguhnya kami (jin) telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan, (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorang pun dengan Tuhan kami.” (Q.S. Al Jin 72: 1-2).

3.    Ada yang saleh dan ada pula yang kufur.  “Dan sesungguhnya di antara kami (jin) ada yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.” (Q.S. Al Jin 72: 11)

4.    Mendapatkan imbalan dan sanksi. “Adapun yang menyimpang dari kebenaran, mereka menjadi kayu api bagi neraka Jahanam. Dan jika mereka tetap berjalan lurus di atas jalan Islam, benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).” (Q.S. Al Jin 72: 15-16)

5.    Berjenis kelamin (gender). “Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.”  (Q.S. Al Jin 72 : 6)

6.    Berketurunan. “Patutkah kamu mengambil iblis (jin yang durhaka) dan keturunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zalim.” (Q.S. Al Kahfi 18: 50).

Adapun perbedaan antara jin dan manusia adalah sebagai berikut.

1.    Manusia diciptakan oleh Allah swt. dari tanah, sedangkan jin diciptakan dari api. “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (Q.S. Al Hijr 15: 26-27)

2.    Manusia berumur pendek sedangkan jin berumur panjang. Iblis (jin yang durhaka kepada Allah) pernah meminta agar umurnya dipanjangkan hingga kiamat untuk menggoda manusia. Allah swt. mengabulkan permohonannya. “Iblis berkata, ‘Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka (manusia) dibangkitkan.’ Allah berfirman, ‘Sesungguhnya kamu termasuk  yamg diberi tangguh.’” (Q.S. Al A’raf 7: 14-15).

3.    Manusia adalah makhluk yang dlahir/tampak, sedangkan jin adalah makhluk yang tidak terlihat/ghaib. Manusia tidak bisa melihat jin tetapi jin dapat melihat manusia.  Merujuk pada ayat, “… Sesungguhnya ia (iblis/jin) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Q.S. Al A’raf 7: 27).  Berdasarkan ayat ini, Imam Syafi’i berpendapat, “Kufur, orang yang mengaku pernah melihat jin”. Jadi, bentuk jin yang sesungguhnya tidak akan pernah bisa dilihat oleh siapa pun kecuali oleh para nabi yang diberi mukjizat, seperti Nabi Sulaiman a.s. Namun sejumlah riwayat menerangkan, kadang-kadang jin menampakkan diri dalam bentuk binatang, misalnya: anjing, ular, dll. Jadi, kalau ada yang mengaku pernah melihat jin, sesungguhnya yang dilihat itu bukanlah rupa/bentuk aslinya.

4.    Dahulu jin berkemampuan untuk mengintai rahasia langit/rahasia gaib sebagaimana disebutkan dalam ayat ke 8-9 surat Al Jin (72). “Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).”

Kalau kita cermati persamaan dan perbedaan antara jin dan manusia, ternyata persamaannya lebih banyak. Jadi, cukup logis kalau di antara manusia ada yang minta pertolongan kepada jin. “Dan bahwasannya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (Q.S. Al Jin 72: 6). Ayat ini dengan tegas menyebutkan siapa yang meminta pertolongan kepada jin, maka jin-jin itu menambah dosa dan kesalahan. Jadi, hukumnya haram minta tolong atau bekerja sama dengan jin walaupun untuk kebaikan.

Disarikan dari Buku Menelanjangi  Strategi Jin karya Ust. Aam Amiruddin.  (Salah satu referensi Buku Tentang Jin Islam)

 

Buku Menelanjangi Strategi Jin

Foto Ilustrasi : “Aladinlamp” by MttbmeOwn work. Licensed under CC BY-SA 3.0 via Wikimedia Commons.

(Visited 72 times, 8 visits today)

REKOMENDASI

One Thought to “Apa Persamaan Perbedaan Manusia dan Jin?”

  1. ALFA

    Sangat Membantu dan Sangat Bermanfaat

Leave a Comment