9 Jalan Setan Mengganggu Manusia

paku

Sesuai sumpahnya setan senantia berusaha mengganggu dan menggoda manusia sampai kapan pun. Gangguan maupun godaan setan tersebut ada yang disadari maupun tersamar. Godaan setan yang tersembunyi dan tidak sadari misalnya sifat sombong,riya,berbangga diri dan sebagainya. Sementara gangguan setan yang terlihat seperti fenomena kesurupan yang dialami seseorang atau bahkan beberapa orang.  Kasus-kasus kesurupan khususnya yang dialami anak sekolah dan umumnya terjadi pelajar putri masih sering terjadi bahkan terjadi secara massal sehingga memunculkan istilah Kasus Keserupan Nasional (KKN).

Bagaimana Islam memandang fenomena kesurupan? Islam memandang bahwa setan memang benar-benar bisa masuk pada tubuh manusia, bahkan pada tubuh orang saleh sekalipun.  Pendapat ini didasarkan pada keterangan Al Quran dan Hadis berikut ini.

iklan donasi pustaka2
  1. Usman bin Abi al-’Ash r.a. berkata, Ketika aku bekerja untuk Rasulullah saw. di Thaif, tiba-tiba aku melihat sesuatu dalam shalatku, sampai-sampai aku tidak tahu sedang shalat apa. Setelah kejadian itu, aku menemui Rasulullah saw. dan Rasul berkata, “Ibnu Abi al-’Ash?” Aku menjawab, “Benar Ya Rasulullah.” Rasul bertanya, “Apa yang membuatmu datang ke sini?” Aku menjawab, “Wahai Rasulullah, aku melihat sesutu dalam shalatku sampai-sampai aku tidak tahu sedang shalat apa.” Nabi bersabda, “Itu adalah seetan (jin). Mendekatlah padaku!” Maka akupun mendekat kepada Nabi, lalu aku duduk. Ibnu Abi al-’Ash berkata, “Lalu Nabi memukul dadaku dengan tangannya dan meniup mulutku sambil berkata, “Keluarlah musuh Allah!” Nabi melakukannya sebanyak tiga kali. Lalu Nabi berkata, “Teruskanlah pekerjaanmu..” (H.R. Ibnu Majah 2:273 dan dishahihkan Imam a- Bani)
  1. Usman bin Basyar menerangkan, Aku mendengar Usman bin Abi al-’Ash r.a. berkata, Aku mengadu kepada Rasulullah saw. karena sering lupa ayat-ayat Al Quran yang aku hafal. Lalu Rasulullah saw. memukul dadaku dengan tangannya seraya berkata, “Wahai setan (jin) keluarlah kamu dari dada Usman!” Beliau melakukannya tiga kali. Lalu Usman berkata, “Setalah itu aku tidak pernah lupa lagi ayat-ayat Al Quran yang aku telah hafal dan aku senang mengingat-ngingatnya.” (H.R. Thabrani, dihasankan oleh al-Bani dalam Silsilah Ash-Shahiihah 6: 2918)
  1. Ya’la bin Murrah berkata, Seorang perempuan datang kepada Rasulullah saw. seraya berkata, “Anakku terkena penyakit gila sejak tujuh tahun lalu, dan sembuh dua kali sehari.” Rasulullah saw. berkata, “Dekatkanlah anakmu kepadaku!” Perempuan itu segera mendekatkan anaknya kepada Rasulullah saw. Lalu beliau menyembur dengan ludahnya seraya berkata, “Keluarlah wahai musuh Allah, Aku adalah Rasulullah!” (H.R. Hakim dan mensahihkannya, dan dihasnkan oleh al-Bani dalam Silsilah Ash-Shahihah 6: 2918)
  1. Imam al-Bani mengomentari hadis-hadis di atas, “Dalam hadis-hadis tersebut ada dalil yang sangat jelas bahwa jin bisa masuk dalam tubuh manusia, sekalipun dia seorang yang muslim yang saleh.” Jadi, tidak ada alasan untuk menolak adanya fenomena jin masuk pada tubuh manusia.
  1. Bahkan dalam Al Quran disebutkan bahwa orang yang makan riba seperti orang yang kerasukan setan (jin). ”Orang-orang yang makan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran penyakit gila … (Q.S. Al Baqarah 2: 275). Imam al-Qurthubi mengatakan, “Pada ayat ini terdapat penegasan bahwa jin bisa masuk pada tubuh manusia.” (Tafsir Al Quthubi III:355)
  1. Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyyah, mengatakan, ”Keberadaan jin terbukti dalam Al Quran dan sunah serta kesepakatan umat terdahulu. Begitu juga tentang masuknya jin dalam tubuh manusia sudah menjadi kesepakatan ulama ahlu sunah wal jamaah. Jin bisa masuk pada tubuh seseorang dan dapat mengatakan apa yang tidak pernah dia pelajari. Terkadang orang yang kerasukan memukul-mukul hingga jika mengenai seekor unta maka unta itu bisa mati dan orang yang kesurupan itu tidak merasakannya.”

Kesurupan hanyalah merupakan satu dari sekian strategi yang senantiasa dilancarkan setan untuk menjerumuskan umat manusia. Berikut  strategi setan dalam menjerumuskan manusia:

  1. Waswasah, artinya setan membisikkan keraguan pada manusia ketika melakukan kebaikan atau amal saleh. Misalnya, saat mendengar kumandang azan subuh, kita menarik selimut kembali dengan niat meneruskan tidur beberapa menit lagi padahal yang terjadi adalah satu jam, akhirnya shalat Subuh terlambat. Silakan cermati dalam kehidupan, sering terbersit pikiran-pikiran yang membuat kita mengurungkan bahkan meninggalkan suatu kebajikan.
  1. Tazyin, artinya setan membungkus kemaksiatan dengan kenikmatan. Segala yang serba maksiat biasanya terlihat indah. Misalnya, jalan-jalan saat pacaran lebih mengesankan ketimbang setelah menikah. Nah, yang maksiat disulap setan sehingga terasa lebih indah, nikmat, dan mengesankan.
  1. Tamanni, artinya setan memperdayakan manusia dengan khayalan dan angan-angan. Pernahkan kita ingin bertobat? Namun, pada saat maksiat ada di depan mata, kita tetap saja melakukannya. Ironisnya, ini berlangsung berkali-kali. Tobat dan segala amalan saleh hanya sampai angan-angan, tidak menjadi kenyataan.
  1. A’dawah, artinya setan berusaha mananamkan permusuhan. Setan berikhtiar menumbuhkan permusuhan di antara manusia. Biasanya permusuhan berawal dari prasangka buruk. Supaya manusia bermusuhan, setan biasanya menumbuhkan prasangka buruk. Karena itu, waspadalah jika kita berprasangka buruk pada orang lain, sesungguhnya kita telah terperangkap pada strategi setan.
  1. Takhwif artinya setan berusaha menakut-nakuti. Pernahkah merasa takut miskin karena menginfakkan sebagian harta, takut tidak dapat jodoh atau pekerjaan karena mengenakan jilbab, takut disebut so alim karena datang ke majelis ta’lim? Nah, inilah takwif, tetapi ada juga rasa takut yang sifatnya manusiawi, misalnya takut cecak, takut tidak lulus ujian, takut anak tidak saleh,dan sebagainya.
  1. Shaddun artinya setan berusaha menghalang-halangi manusia menjalankan perintah Allah dengan menggunakan berbagai hambatan. Pernahkan Anda merasa malas saat mau melakaukan salat. Mangantuk saat membaca Al Qur’an meskipun sudah cukup tidur? Ini adalah gejala shaddun dari setan.
  1. Wa’dun artinya janji palsu. Setan berusaha membujuk manusia agar mau mengikutinya dengan memberikan janji-janji yang menggiurkan. Akhirnya manusia percaya. Misalnya, banyak kasus seorang wanita menyerahkan dirinya pada sang pacar karena dijanjikan akan dinikahinya. Namun setelah hamil, sang pacar raib entah kemana, dia tidak mau bertanggung jawab.
  1. Kaidun artinya tipu daya. Setan berusaha sekuat tenaga memasang sejumlah perangkap agar manusia terjebak pada perangkapnya. Sebenarnya, tipu daya setan tidak akan ada pengaruhnya bagi orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah swt.
  1. Nisyan artinya lupa. Sesungguhnya lupa itu adalah hal yang manusiawi. Lupa memang sesuatu yang manusiawi. Tetapi, setan berusaha agar manusia menjadikan lupa sebagai alasan untuk menutupi kesalahan atau menghindari tanggung jawab. Misalnya, pernahkah kita lupa menunaikan janji? Lupa tidak salat? Kalau sesekali, itu bisa disebut manusiawi, tetapi kalau sering diakukan, berarti kita terjebak strategi nisyan. Namun demikian, tidak semua lupa datangnya dari setan. Ada lupa yang bersifat tabeat alias fitriah. Misalnya, kita lupa rumus atau teori ilmiah tertentu yang sudah sangat lama tidak pernah kita pelajari. Kita lupa nama teman yang sudah lama tidak bertemu, dll. Lupa seperti ini bukan dari setan, tetapi lupa fitriah alias tabiat. Bahkan ada juga lupa yang datangnya dari Allah. Lupa seperti ini malah merupakan pertolongan-Nya. Misalnya, seorang ibu lupa bagaimana sakitnya melahirkan. ***(Disarikan dari buku “Menelanjangi Strategi Jin” karya Aam Amiruddin,M.Si)

 

Editor: Dini

Ilustrasi foto: Sly

(Visited 33 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment