Rezeki Allah Itu Luas, Jangan Persempit Diri

Bagi sebagian orang kehilangan pekerjaan (PHK) adalah sebuah mimpi buruk karena itu akan mengurangi bahkan menutup pintu rezeki (penghasilannya). Bahkan tidak sedikit atas kondisi tersebut membuat orang menjadi stress,terganggu psikisnya hingga sampai ada yang mengakhiri hidupnya. Naudzubillahi mindzalik. Memang tidak dipungkiri kondisi tersebut akan berpengaruh pada situasi ekonomi keluarga,namun sebagai seorang muslim tidak sepatutnya bersikap demikian. Kita yakini bahwa Allah Swt Maha Tahu akan kebutuhan hamba-Nya maka hendaknya tetap optimis dengan rezeki dari arah yang tidak disangka. Setiap manusia sudah memiliki jalan rezekinya masing-masing. Begitu pula dengan semua binatang yang ada di jagat raya ini.

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allahlah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lohmahfuz).” (Q.S. Hud: 6).

promooktober1

Di ayat yang lain Allah pun menegaskan, “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.” (Q.S. Al Isra: 31). Dan di dalam surat Al Hadid 57 ayat 22-23 Allah juga mengingatkan,“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhmahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.”

Memiliki harta yang banyak dan menjadi kaya raya bukanlah sesuatu yang dilarang, yang penting didapatkan dengan jalan yang halal dan dibelanjakan sesuai dengan apa yang telah diperintahkan oleh Allah swt. Namun, bila kita ternyata tidak bisa meraih harta yang banyak, kita juga sebenarnya tidak perlu iri dengan harta yang dimiliki oleh orang lain. Sebab harta yang banyak juga belum tentu merupakan suatu kebaikan. Mari kita simak satu ayat Al Quran berikut,

Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas. (Q.S. Al Baqarah : 212) .

Ayat-ayat di atas tentu bukan berarti menganjurkan kita untuk hidup miskin. Adalah lebih baik apabila kita menjadi kaya raya dan menggunakan kekayaan kita untuk mendukung perjuangan dakwah Islam. Nabi pernah mengingatkan bahwa seorang mukmin yang kuat lebih disukai daripada mukmin yang lemah. Kuat di sini bukan hanya dalam penampilan fisik, tetapi juga kuat secara ilmu dan harta. Pada kesempatan lain, Nabi pun mengingatkan bahwa kemiskinan adakalanya mendekatkan manusia kepada kekafiran. Jadi, raihlah harta sebanyak-banyaknya dengan jalan yang halal dan gunakanlah di jalan yang benar pula, seperti yang dilakukan Abdurrahman bin Auf.

Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. An-Nisa : 100)

Belanjakan di Jalan-Nya

Apabila seorang muslim sudah berhasil meraih rezeki yang diinginkan dengan cara berusaha dan bekerja keras, yang patut dilakukannya adalah mensyukuri dan membelanjakan harta tersebut di jalan yang diridoi Allah, “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah.” (Q.S. Al Baqarah : 172).

Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah.” (Q.S. Al Baqarah: 172)

Apabila manusia tidak mensyukuri nikmat atau rezeki yang telah diterimanya, Allah mengancam mereka dengan siksaan yang  sangat pedih.

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.” (Q.S. Ibrahim: 7).

Di ayat yang lain dijelaskan, “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Ali Imran : 180)

Dan apabila manusia menjadi sombong atas karunia rezeki yang diberikan Allah, mereka juga akan mendapatkan siksaan yang pedih, “Dan orang-orang yang di atas A`raaf memanggil beberapa orang (pemuka-pemuka orang kafir) yang mereka mengenalnya dengan tanda-tandanya dengan mengatakan, ‘Harta yang kamu kumpulkan dan apa yang selalu kamu sombongkan itu, tidaklah memberi manfaat kepadamu.’” (Q.S. Al A’raf: 48). Di ayat yang lain dijelaskan, “(Dikatakan kepada mereka) Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahanam, dan kamu kekal di dalamnya.’ Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong.” (Q.S. Al Mu’min: 76).

Adapun bentuk siksaan yang diancamkan bagi orang-orang yang menyombongkan hartanya adalah seperti yang digambarkan dalam ayat berikut, “Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahanam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka, “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (Q.S. At-Taubah : 35).

Demikianlah Allah Maha Kaya dan senantiasa memubukakan pintu-pintu rezeki kepada hamba-Nya,maka sudah sewajarnya jika hamba pun kemudian membelanjakannya di jalan yang mengundang keberkahan dan diridhoi-Nya. Sebaliknya, dengan rezeki yang telah melimpah sebagai karunia Allah tersebut justru malah mengundang murka dan azab-Nya. Maha benar Allah Yang Maha Agung dengan Segala Firman-Nya.

 

Penulis: Agung

Editor: Iman

Foto: Norman

(Visited 57 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment