Masuk Partai karena Alasan Dakwah Melalui Parlemen

jabatan

Saya cermati sekarang ini sejumlah ustadz yang masuk partai dengan niat bisa menjadi anggota DPR dengan alasan berdakwah lewat parlemen. Bagimana pendapat ustadz tentang hal ini?

 

Secara prinsip, setiap individu muslim wajib berdakwah yang disesuaikan dengan kapasitas dan  kemampuannya masing-masing. “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah … ” (Q.S. Ali Imran 3: 110)

iklan donasi pustaka2

Menyuruh kepada yang ma’ruf (amar ma’ruf) berarti menegakkan nilai-nilai kebenaran, memperjuangkan perbaikan kehidupan dan penghidupan dengan pembangunan di bidang ekonomi, meningkatkan mutu pendidikan, meningkatkan pelayanan kesehatan dalam rangka menuju kesejahteraan lahir batin, dan lain-lain.

Mencegah diri dari yang munkar (nahyi munkar) berarti berusaha untuk memberantas kemaksiatan, memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme, narkoba, dan lain-lain.

Beriman kepada Allah berarti adanya kesadaran spiritual akan keyakinan kepada Allah swt. dalam kehidupan sehari-hari, baik sosial, politik, ekonomi, pertahanan, dan keamanan.

Amar ma’ruf dan nahyi munkar akan lebih efektif jika kita memiliki kekuasaan, sebagaimana dijelaskan dalam sabda Rasulullah saw. Berikut, ”Siapa yang melihat kemunkaran, maka ubahlah dengan kekuasaan. Kalau tidak mampu, maka ubahlah dengan lisan (tulisan). Kalau tidak mampu juga, maka ubahlah dengan hati. Dan inilah iman yang paling lemah.”

Apabila ada di antara kita yang aktif dalam partai dengan niat berdakwah lewat parlemen (kekuasaan), tentu kita harus menghargainya karena hal itu tidak terlarang, bahkan  dikategorikan amal mulia kalau benar-benar dilakukan dengan niat yang lurus. Bukankah Nabi saw. bersabda dalam hadis riwayat Bukhari, ”Innamal A’maalu binniyyah (Setiap amal itu bergantung pada niat).”

Hukumnya haram apabila kita menjadi anggota legislatif hanya untuk mendapatkan jabatan semata, sekadar untuk kesenangan pribadi dengan fasilitas yang serba mudah, namun tidak memperjuangkan aspirasi rakyat.

Abu Sa’id (Abdurrahman) bin Samurah r.a. berkata, Rasulullah saw. telah bersabda kepada saya,

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

(Visited 16 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment