Islam dan Pandangannya Terhadap Kontrasepsi

Kontrasepsi sebagai sarana pengaturan jarak kehamilan sampai saat ini masih menjadi kontroversi di kalangan ilmuwan Islam.

Pada waktu berdiskusi mengenai alat KB ini, kami pernah mendapatkan pertanyaan –tepatnya pernyataan— mengejutkan dari seorang akhwat, ia mengatakan bahwa informasi yang didapatnya, alat KB merupakan rekayasa Yahudi untuk melemahkan Islam. Merasa kaget dengan pernyataan tersebut, kami menyatakan berdasarkan bukti-bukti bahwa tidak mungkin alat KB yang beredar di masyarakat merupakan rekayasa Yahudi karena dapat kita lihat bahwa masyarakat Yahudi sendiri, misalnya di Eropa dan Amerika sangat menjaga jumlah anak yang dilahirkan dengan menggunakan cara KB ini. Persentase penggunaan alat KB di negara-negara tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan di negara-negara Islam. Kalau memang KB itu buruk, tentunya mereka tidak akan seteledor itu menggunakannya.

promooktober

Dalam diskusi yang berbeda (saya ingat saat itu sekira tahun 1993, di Mekah, sepulang dari Arafah), ada seorang teman sarjana menyatakan hal sejenis, yaitu KB atau keluarga berencana itu telah diselewengkan fungsinya di Indonesia. Menurut beliau pengertian Keluarga Berencana yang sebenarnya adalah keluarga yang merencanakan sekolah, pekerjaan, makanan, dan bukan mencegah kehamilan. Kami kemukakan waktu itu bahwa sekolah dan pekerjaan bukan kita yang mengatur, sebab Allah yang akan mengaturnya. Mengatur makanan juga perlu, akan tetapi merencanakan jumlah anggota keluarga dan waktunya (seijin Allah swt. tentunya) merupakan suatu ilmu yang Allah berikan untuk umatnya.

Alat kontrasepsi/KB

Alat KB merupakan metode yang dapat dipilih. Sesuai dengan kebutuhan dan karakteristiknya, alat ini tidak akan mengganggu kesuburan atau kesehatan, sehingga diharapkan dapat “diatur” kapan saat yang baik untuk hamil (dalam batas kemampuan manusia). Semua alat KB ini tentunya mempunyai keterbatasan, yang kita kenal dengan istilah “kegagalan KB” (tetap hamil walaupun sudah ber-KB dengan baik). Kegagalan KB ini bervariasi antara di bawah 1% (pada sterilisasi pria/wanita dan pil KB) sampai sekitar 20-30% (pada istibra berkala/sistem kalender, kondom, diaphragma, yelly vagina, atau coitus interuptus/sanggama terputus/Azl). Intinya manusia sadar bahwa ikhtiarnya maksimal hanya bisa sekitar 97-98% karena kesempurnaan bukanlah milik manusia.

Adakah ketentuan Islam berhubungan dengan KB?

  1. Azl atau sanggama terputus disebutkan di dalam Al Quran, sehingga beberapa ulama menggunakan kiyas, bila azl diperbolehkan, maka metode ikhtiar pengaturan kehamilan lainnya pun boleh.
  1. Dan hendaklah takut kepada Allah orang orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka kawatir terhadap (kesejahteraan) mereka.Oleh karena itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (Q.S. An-Nisa 4: 9).

Ilmu kedokteran sebenarnya merupakan suatu ilmu statistika yang berkembang. Usia hamil yang sehat di Indonesia adalah antara 20 sampai 30 tahun. Statistik menunjukkan peningkatan kasus cacat bawaan pada janin bila si ibu hamil pada usia di atas 35 tahun. Di Eropa dan Amerika Serikat, kejadian cacat bawaan ini secara persentase lebih tinggi karena kebanyakan wanita di sana menikah sekitar usia 31 tahun ke atas. Kehamilan pada usia di bawah 20 tahun di Indonesia menunjukkan angka bedah sesar yang lebih tinggi (panggul belum sempurna dan kecemasan yang tinggi karena emosi belum matang) juga terjadinya penyakit keracunan kehamilan/hipertensi dalam kehamilan yang lebih tinggi. Kita kenal Siti Aisyah yang menikah dengan Rasulullah pada usia yang sangat muda, akan tetapi Rasulullah menunda untuk menggaulinya sampai usia yang dianggap cukup. Agaknya proses kematangan emosi ini sangat berbeda pada zaman Rasulullah dan saat ini. Anak usia 10 tahun saat ini tak ada yang berada pada tingkat kematangan emosi yang dimiliki Siti Aisyah pada usia yang sama.

Karena pengaruh hormonal, ketika hamil wanita terganggu keseimbangan emosi dan kejiwaannya. Oleh karena itu akan sangat membantu bila wanita hamil pada saat yang “tepat”.

  1. Dari data-data kesehatan yang didapat di Indonesia kita mendapatkan beberapa fakta statistik, seperti: Kematian wanita tertinggi di Indonesia adalah kematian karena proses reproduksi. Ini berlaku untuk semua negara berkembang dan negara miskin karenanya tidak mengherankan jika dalam Islam wanita yang mati dalam proses reproduksi diganjar dengan kehormatan “syahid”.
  1. Al Quran mengajarkan kita untuk menyusui selama dua tahun penuh. Kita ketahui bahwa proses menyusui itu dipacu ekskresi hormon prolaktin yang membuat ASI. Sedangkan prolaktin ini menghambat hormon yang membuat mens dan kesuburan, sehingga menyusui penuh selama dua tahun itu pun juga merupakan suatu bentuk penjarangan kehamilan.

Kekuatan arti niat dalam ber-KB

Niat kita hanya diketahui oleh Allah swt., oleh karena itu pembuktian niat yang paling sempurna adalah pada saat “pengadilan yang terakhir”. Demikian pula halnya dengan ber-KB. Kalau kita ber-KB karena ingin anak sedikit/malas repot (seperti kebanyakan orang Barat), atau takut kulit rusak, atau takut vagina kendor dan terganggu seksualnya, atau takut miskin, tentunya ber-KB menjadi tidak barokah karena unsurnya hanyalah egoisme bukan hablu minallah atau hablu minnanas. Akan tetapi tentunya berbeda kalau kita berupaya menjarangkan kehamilan itu karena ikhtiar untuk dapat mendidik anak dengan lebih sempurna atau karena kita takut lahir anak yang cacat bila usia kita sudah di atas 35 tahun.

Macam KB

  1. Metoda menghambat proses pertemuan sperma dengan sel telur:

a.  Metode penghalang: kondom (pada pria) dan diafragma (pada wanita), angka kegagalannya sangat tinggi (efektivitas rendah)

b.  Metode menghindarkan sperma dari kelamin wanita: Azl. Angka kegagalan tinggi karena faktor pengontrolan diri pria pada waktu ejakulasi sering tidak baik.

c.  Menutup sebagian jalan yang akan dilalui sperma waktu menuju sel telur: tubektomi (wanita, memotong sedikit bagian tuba/saluran telur kiri dan kanan), vasektomi (pria, memotong sedikit bagian vasa/saluran sperma kiri dan kanan). Sampai saat ini masih merupakan metode teraman, kegagalan paling kecil dengan efek samping paling minimal. Pembenaran beberapa ulama terhadap metode ini adalah, “Manusia tak diizinkan mengubah secara permanen ciptaan Allah (dalam hal ini tubuh manusia). Pada tubektomi dan vasektomi, saluran ini bisa direparasi/disambung kembali, jadi sifatnya tidak permanen. Juga fungsinya karena sebenarnya masih bisa punya anak walaupun telah disteril dengan menggunakan teknik extra tuba seperti bayi tabung/IVF dengan sperma suaminya sendiri.

d.  Jangan bersanggama pada masa subur: metode kalender/istibra berkala, kegagalan sangat tinggi karena kesuburan wanita sering tidak teratur.

  1. Metode hormonal, meniru dan mengganggu siklus hormonal wanita sehingga tidak terjadi kesuburan:

a.  Pil, kegagalan sangat rendah asal tak lupa minum.

b.  Suntikan, 1 bulan 1 kali, atau 2 bulan 1 kali, atau 3 bulan 1 kali. Dosisnya lebih tinggi, kerjanya lebih cepat, tetapi mengganggu menstruasi. Kegagalan rendah.

c.  Susuk 1 tahun sampai 5 tahun, dipasang secara operatip kecil di bawah kulit. Kegagalan kecil, kerugian: harus dikeluarkan alatnya bila habis waktu.

d.  Dipasang dalam rahim (AKDR: Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) yang menggunakan hormonal. Kegagalan rendah

  1. AKDR dengan logam (biasanya tembaga), kerjanya menimbulkan rangsangan sel darah putih dalam rahim (proses seperti infeksi tapi pada AKDR yang suci hama), sel darah putih ini akan memakan sel sperma yang lewat. Tembaga juga berfungsi menghambat proses nidasi dari janin. Kegagalan rendah dan terutama baik untuk mereka yang pelupa.

Kesimpulannya adalah bahwa kontrasepsi merupakan ikhtiar tholabul ilmi untuk dapat lebih mengatur dirinya sendiri, walaupun tetap terbatas karena hasil akhir di tangan Allah swt. Hendaknya ber-KB didasari dengan niat yang baik. Metode KB merupakan pengembangan ilmiah dari Azl, yang kemudian diketahui sangat rendah efektivitasnya. KB bisa menghindarkan banyak kematian reproduksi pada para muslimah di Indonesia, sehingga diharapkan munculnya generasi Islam yang lebih berkualitas karena kontak pendidikan ibu anak yang lebih lama. Semoga niat baik ini diterima sebagai amalan yang diperhitungkan kelak. Amin ya robbalal ‘amin.

 

Penulis: dr. Hanny Ronosulistyo, Sp.OG(K), MM

Editor : Iman

Credit foto: “Model of a contraceptive pill, Europe, c. 1970 Wellcome L0059976” by http://wellcomeimages.org/indexplus/obf_images/fb/67/9aa1ab8aaba88b2ac8942e8b1f70.jpgGallery: http://wellcomeimages.org/indexplus/image/L0059976.html. Licensed under CC BY 4.0 via Wikimedia Commons.

(Visited 22 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment