Mari Sejenak Belajar Pada Kehidupan Binatang

 

Manusia bukan makhluk satu-satunya ada di alam raya ini. Selain manusia, Allah Swt juga menciptakan makhluk yang lainnya seperti binanta dan tumbuhan. Diciptakannya dua makhluk oleh Allah ditujukan untuk melengkapi hidup dan memenuhi kebutuhan manusia. Meski demikian kehadiran mereka bukan sekedar pelengkap semata. Allah menciptakan ragam binatang dari yang kecil hingga terbesar salah satunya untuk dijadikan pelajaran hidup manusia.

Beberapa ayat Al-Quran menjelaskan kisah-kisah tentang binatang agar dijadikan pelajaran bagi manusia. Misalnya kisah tentang Nabi Sulaiman dengan bala tentaranya yang hendak melewati sarang-sarang semut. Juga kisah tentang bagaimana Allah swt. memerintahkan kepada lebah untuk membuat sarang-sarang di tempat-tempat yang diperintahkan, hingga lebah itu pun bisa menghasilkan madu sebagai minuman dan obat bagi manusia.

iklan donasi pustaka2

“Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut, ‘Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari’. Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, ‘Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridoi; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.’” (Q.S. An-Naml : 18-19)

“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia.’ Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (Q.S. An-Nahl: 68-69)

Berikut merupakan beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari binatang yang sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Ini memang bukan kajian ilmiah yang mendalam, hanya merupakan kajian awam dan sepintas, namun bukan berarti dan belum tentu makna serta hikmahnya sesederhana apa yang kita pikirkan.

1. Cicak merupakan makhluk yang menempel di dinding. Makanannya nyamuk yang beterbangan. Dalam kondisi dan keadaan seperti itu, cicak tidak pernah terlihat stress dan berputus asa dalam mencari rezekinya. Ia sangat sabar, ulet, dan gigih. Dari cicak kita bisa belajar sikap sabar, gigih, dan tak putus asa.

2.  Unta: merupakan makhluk yang bisa bertahan dan menempuh perjalanan di padang pasir selama berhari-hari. Ia bisa menyimpan persediaan makanan dan air dalam tubuhnya hingga berhari-hari. Sekali minum, unta bisa menghabiskan lebih dari seratus liter air. Air itu disimpan dalam tubuhnya untuk persediaan jangka panjang dan tidak hanya untuk kepuasan sesaat. Dari makhluk ini kita bisa belajar sikap hemat, tidak boros, dan rajin menabung.

3.  Semut: Setiap kali mereka bertemu satu sama lain, mereka pasti terlihat saling menyapa atau mungkin bersalaman. Mereka tidak cuek atau acuh tak acuh terhadap sesama semut. Selain itu, mereka juga sangat kompak dalam mengerjakan sesuatu. Ketika membawa makanan menuju sarangnya, semua bekerja dan bergotong royong, tidak ada yang korupsi di tengah jalan. Dari semut kita bisa belajar tentang jiwa sosial, kerja sama, dan tanggung jawab.

4.  Lebah: Binatang ini memakan makanan yang baik dan menghasilkan produk yang baik pula. Lebah memakan sari bunga dan kemudian menghasilkan madu. Sari bunga adalah bahan makanan yang baik dan madu adalah produk yang baik pula, bahkan menjadi obat bagi manusia. Binatang ini mengajari kita agar senantiasa menghindari segala makanan dan rezeki yang jelek dan haram agar kita bisa berbuat atau menghasilkan sesuatu yang baik.

5.  Ayam Jago: Binatang ini berkokok di pagi hari, memberitahu makhluk lain –termasuk manusia— bahwa fajar telah tiba. Ia sangat disiplin dan semangat dalam menjalankan tugasnya. Binatang ini seolah memberitahukan dan mengajarkan kepada kita bahwa tepat waktu itu sangat penting dan memulai hari haruslah dengan semangat dan tekad yang kuat, bukan kemalasan.

6.  Burung: Binatang ini bertasbih dengan mengepakkan atau mengembangkan sayapnya. Allah swt. berfirman, “Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah, kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) shalat dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (Q.S. An-Nur 24: 41). Burung mengajari kita agar memenuhi setiap langkah dan gerak kita dengan zikir dan tasbih kepada Allah swt.

7. Laba-laba : Binatang ini membuat rumah atau sarang berbentuk jaring-jaring. Selain sebagai rumahnya,jaring-jaring ini difungsikan sebagai alat untuk menangkap mangsa untuk di makan. Namun sesungguhnya sarang laba-laba adalah rumah atau pelindung yang paling lemah karena jika ditabrak binatang besar ia akan hancur. Ini sudah difirmankan Allah Swt: “Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah ada­lah seperti laba-laba yang membuat sa­rang. Sesungguhnya, sarang yang pa­ling lemah ialah sarang laba-laba, se­andainya mereka mengetahui.” (QS.Al-Ankabut; 41)

 

Belajar dan Terus Beramal

Manusia memang makhluk yang mulia. Namun, derajat kemuliaan manusia bisa jatuh tatkala ia tidak bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari ayat-ayat Allah, baik yang tersurat maupun yang tersirat; dari Al Quran dan dari alam semesta. Bahkan derajat manusia bisa lebih rendah daripada binatang. Firman Allah swt., “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (Q.S. Al A’raf 7: 179)

Agar tidak terjatuh ke dalam derajat yang rendah, manusia harus senantiasa bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari ayat-ayat Allah. Tidak berhenti sampai di situ, tetapi juga harus dibarengi dengan keimanan dan amal saleh. “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka). Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu? Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?”   (Q.S. At-Tin 95: 4-8) Maha benar Allah dengan segala Firman-Nya. Untuk itu mari sejenak kita merenung dan belajar dari binatang.

 

Penulis: Agung                     

Editor & Credit foto : Iman

 

 

(Visited 16 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment