Tafsir Surat Al A’la Ayat 4-6

alquran, tafsir,

Berikut adalah kutipan ayat keempat  dan kelima dari surat Al A’la :

 

وَالَّذِي أَخْرَجَ الْمَرْعَى

فَجَعَلَهُ غُثَاءً أَحْوَى

dan yang menumbuhkan rumput-rumputan
lalu dijadikan-Nya rumput-rumput itu kering kehitam-hitaman.

Pernahkah Anda menyaksikan lapangan rumput yang menghijau, begitu indah dan menyejukkan mata? Namun perlahan tapi pasti, rumput itu layu, menguning, dan akhirnya kehitam-hitaman alias mati.  Sesungguhnya ini merupakan gambaran kehidupan manusia. Kehidupan manusia diawali dengan masa-masa subur, yakni masa anak-anak dan remaja, kemudian bergerak ke masa dewasa, lalu masa tua, dan akhirnya kita akan kembali pada Allah swt. alias mati.

Pada ayat berikutnya, Allah swt. memberi kabar gembira pada Nabi saw. dan umatnya bahwa ayat-ayat Allah swt. (Al Quran) yang disampaikan kepada Nabi saw. tidak akan pernah hilang dari ingatannya.

سَنُقْرِؤُكَ فَلَا تَنسَى

Kami akan membacakan kepadamu maka kamu tidak akan lupa

Sebelum turun ayat ini, Rasulullah menerima ayat-ayat lain dan beliau pernah merasa khawatir kalau ayat-ayat ang diterima itu lupa alias hilang dari ingatannya. Sehingga apabila malaikat Jibril membacakan ayat-ayat kepadanya, beliau sering terburu-buru mengulang-ulanginya. Turunlah ayat yang menenangkan kekhawatiran Nabi saw.

“Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk Al Quran karena terburu-buru. Sesungguhnya atas tanggungan Kamulah mengumpulkannya dan membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaan itu. Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamulah penjelasannya.” (Q.S. Al Qiyamah 75: 16-19)

Ayat ini sangat menenangkan Nabi saw. Kemudian diperkuat lagi dengan ayat yang tertera dalam surat Al A’la yang sedang menjadi pembahasan kita. Kami akan membacakan kepadamu maka kamu tidak akan lupa.

Ayat ini juga merupakan isyarat bahwa Al Quran benar-benar firman Allah swt. bukan karangan Nabi Muhammad saw. sebagaimana sering dituduhkan oleh orang-orang yang membenci Islam, terutama kaum orientalis. Orientalis adalah kelompok intelektual non-muslim yang belajar Islam dengan tujuan mencari kelemahan Islam. Padahal mereka tidak akan pernah menemukan kelemahan itu karena ajaran Islam sempurna.

(bersambung)

 

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment