Kekuatan Doa Orang-orang Sabar (2)

Oleh: Sasa Esa Agustiana

Dalam tulisan di bagian pertama, telah dibahas kekuatan doa orang sabar, meliputi: 1. Sabar terhadap umat; 2. Sabar terhadap anak; dan 3. Sabar terhadap orang tua. Pada tulisan ini akan dibahas lanjutannya, yaitu:

iklan donasi pustaka2

4. Sabar terhadap Penguasa Zalim
Nabi Musa a.s. mengajak Fir’aun, ayah angkatnya, untuk bertauhid kepada Allah swt., namun ia dibantah dengan pernyataan sombong, “Akulah (Firaun) tuhan kalian yang paling tertinggi (ana rabbukumul a’la).” (Q.S. An-Nazi’at 79: 24)

Selanjutnya Nabi Musa a.s. diuji umatnya yang durhaka. Mereka tidak mau berjuang menghadapi penguasa zalim (Fir’aun). Karenanya perjuangan hanya dilakukan oleh Nabi Musa dan Nabi Harun, kemudian mereka berdoa, “Rabbi aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku (Harun). Sebab itu pisahkanlah antara kami orang-orang yang fasiq itu.” (Q.S. Al Maidah 5: 25).

5. Sabar terhadap Suami  
Doa pengaduan pembelaan diri seorang istri (Asyiah) terhadap kedurhakaan suami (Firaun), “Ya Tuhanku bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, serta selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.” (Q.S. At-Tahrim 66: 11).

Permintaan agar diselamatkan di dunia dari orang-orang fasiq (gemar berdosa  besar), akan membuahkan surga. Seperti halnya yang digambarkan melalui sosok Asyiah. Ia  hanyalah manusia biasa yang diabadikan di dalam Al Quran karena tingkat kualitas kesabarannya yang prima.

6. Sabar terhadap Godaan Lawan Jenis
“Rabbi penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dariku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang bodoh.” (Q.S. Yusuf 12: 33). Nabi Yusuf a.s. lebih memilih penjara untuk menyelamatkan keimanannya daripada harus melayani hawa nafsu syahwat berzina yang akan menjadikannya sebagai orang fasik. Ia memilih berlindung kepada Rabb karena Dialah Rabb yang telah memperlakukannya dengan baik.

Walaupun di dunia orang sabar sering merasakan penderitaan, namun hasil yang ia dapatkan di akhirat akan sangat manis. Orang sabar memang cerdas untuk memilih (ikhtiary), yakni pilihan terbaik dengan mengerahkan hidupnya memanage dunia dan akhiratnya

(Bersambung)

Credit   Foto : Norman

 

AQM

(Visited 34 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment