Mau Berkah Saat Cari Rezeki, Lakukan 7 Hal Ini!

7a

Seperti juga kematian dan jodoh, rezeki merupakan salah satu misteri Ilahi yang tidak dapat kita intip. Kita hanya ditugaskan untuk berikhtiar –baik lahir maupun batin– mencari rezeki dengan semaksimal mungkin sesuai dengan keinginan dan kemampuan kita.

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (Q.S. Al Jumu’ah 62: 10)

iklan donasi pustaka2

Selain berikhtiar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika Anda bertebaran di bumi Allah untuk mencari rezeki.

1.    Luruskan niat

Pahamilah bahwa apa yang Anda lakukan adalah semata-mata karena perintah Allah.  Kebahagiaan anak, kesenangan istri, dan ketenangan orang tua hanyalah efek samping ketika perinta-Nya Anda jalankan. Barengi langkah pertama Anda keluar dari pintu rumah dengan basmallah sehingga setiap gerak kerja Anda diwarnai dengan nilai-nilai Illahi.

2.    Istighfar

Karena Anda tidak akan tahu berapa banyak dosa –baik besar maupun kecil, yang sengaja ataupun tidak–  Anda lakukan dalam interaksi dengan rekan kerja. Lebih dari itu istighfar menjadi salah satu kunci pembuka rezeki Anda sebagaimana disebutkan dalam salah satu hadis. “Siapa yang banyak beristighfar, Allah akan membebaskannya dari berbagai kedukaan, akan melapangkannya dari berbagai kesempitan hidup, dan memberinya curahan rezeki dari berbagai arah yang tiada diperkirakan sebelumnya.” (H.R. Ahmad)

3.    Doa
Akan teramat sangat sombong jika terlalu yakin dengan kemampuan Anda atau tim dalam menyelesaikan sesuatu. Salah satu doa yang tidak boleh tidak Anda lafalkan setiap hari adalah doa untuk kedua orang tua. Dalam sebuah hadis disebutkan, “Jika Seorang hamba tidak lagi mendoakan orang tuanya maka rezekinya akan terputus.” (H.R. Al Hakim dan Ad-Dailami)

4.    Optimis, kerja keras, jujur, serta jauhi iri dengki
Adalah beberapa dari sekian sifat wajib yang harus ada dalam diri Anda. Kalau salah satunya masih belum dapat Anda aplikasikan, waktu yang ada dalam jam kerja Anda adalah kesempatan untuk terus belajar menjadi pribadi dengan kualifikasi seperti disebutkan di atas.

5.    Silaturahmi
Disebut juga relationship atau networking. Di samping memberi peluang bagi pertukaran informasi produk, pasar, dan bagaimana memasarkan produk, silaturahmi juga selalu menyediakan ‘bonus’ yang tidak akan terduga. “Barangsiapa yang ingin rezekinya dilapangkan dan usianya dipanjangkan maka peliharalah hubungan  silaturahmi.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

6.    Bersyukur
Anda tidak akan menyia-nyiakan peluang pertambahan rezeki dengan tidak mensyukurinya, kan? Allah berfirman, “Dan, tatkala Tuhanmu memaklumkan; ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah  kepadamu, dan jika kamu mengingkari, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.’” (Q.S. Ibrahim 14: 7)

7.    Jangan lupakan bagian orang lain
Zakat, infak, dan shadaqoh adalah cara untuk menghindari kesenjangan sosial.  Dengan cara ini diharapkan ‘Yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin’ tidak terjadi, atau paling tidak diminimalisir. Bukankah Anda tidak mau memakan harta yang di dalamnya masih terdapat hak-hak orang lain? Zakat, infak, dan shadaqoh adalah pembersih harta anda dari yang bukan hak Anda, sebagaimana firman-Nya, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan  dan menyucikan  mereka  dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu  ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. At-Taubah 9: 103)

Penulis : Muslik

Credit Foto : Norman Rhamdani

(Visited 47 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment