Belajar Pada Luqman dalam Mendidik Anak

Anak masjid

PERCIKANIMAN.ID – Beberapa keluarga muslim mengadopsi pola pendidikan anak dengan meniru atau mencontoh tokoh atau pakar parenting. Tentu tidak dilarang, selama itu masih dalam koridor kepengasuhan yang tidak mengabaikan prinsip-prinsip Islam. Namun sejatinya, kalau kita mau belajar maka banyak pribadi muslim yang layak untuk diteladani dalam kepengasuhan anak. Rasulullah Saw sudah pasti akan menjadi rujukan, karena beliau seorang nabi dan rasul.  Akan tetapi,  ada yang bukan dari kalangan nabi dan rasul namun cara mendidik anaknya diabadikan dalam Al-Quran. Ia adalah Luqmanul Hakim atau Luqman Al-Hakim. Pesan Luqman pada anaknya tersebut patut ditiru oleh para orangtua muslim saat ini. Pesan-pesan tersebut antara lain:

  1. Pesan pada anak agar tidak Mempersekutukan Allah.

Misi diutusnya para nabi dan rasul ke muka bumi ini adalah pada intinya untuk bertauhid kepada Allah Swt. Mengesakan Allah adalah pondasi yang sejak awal harus ditanamkan pada anak. Ini bisa kita baca dalam Al-Qur’an bagaimana Luqman mewasiatkan kalimah tauhid kepada anaknya:

Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (QS. Luqman :13)

Tanpa disadari para orangtua setiap hari tayangan televisi menyajikan ragam acara yang belum tentu mendidik secara akidah. Beberapa tayangan televisi bahkan secara terang-terangan mengajak untuk murtad atau pendangkalan akidah. Jika anak-anak dibiarkan terus menonton tanpa pendampingan orangtua maka bisa jadi kelak akidahnya akan goyah.

Tanamkan bahwa Allah Maha  Esa,Allah tempat meminta (semnagat Surat Al-Ikhlas). Semua pengharapan hanya tertuju pada Allah. Demikian juga segala aktivitas baik yang berhungan dengan Allah (habluminnallah) atau dengan sesama (habluminnas) harus disandarkan pada ketentuan yang telah Rasulullah ajarkan.

promooktober1
  1. Pesankan pada Anak Untuk senantiasa Berbakti dan Berbuat Baik kepada Orangtua

Semua orangtua berharap anak-anaknya senantiasa bisa berbakti dan berbuat baik kepadanya selama hidup di dunia ini. Hal ini tentu seperti yang kita lakukan kepada kakek nenek dari anak-anak kita. Perintah berbuat baik kepada orangtua sejatinya datang dai Allah:

“Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan yang sangat le¬mah dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu. Hanya kepada-Ku, kamu kembali. Jika keduanya memaksamu untuk menyekutukan-Ku dengan sesuatu yang tidak ada ilmunya, janganlah kamu menaati keduanya. Tetapi, bergaullah secara baik dengan keduanya di dunia dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian, hanya kepada-Ku tempat kembalimu. Lalu, akan Kuberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Luqman : 14-15)

Berbakti dan berbuat baik kepada orangtua adalah konsekuensi logis seorang anak. Anak perlu tahu bagaimana perjuangan ibu dalam melahirkan dirinya,merawat selama masih bayi. Begitu juga bagaimana sosok ayah yang berjuang dalam memenuhi nafkah keluarga. Inilah yang perlu kita sampaikan pada anak-anak sehingga mereka menjadi paham antara posisi sebagai orangtua dengan anak.

  1. Beri Penjelasan Bahwa Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan

Lukman berkata, “Hai, Anakku! Sungguh, jika ada suatu perbuatan seberat biji sawi yang berada dalam batu, di langit, atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya balasan. Sesungguhnya, Allah Mahahalus, Mahateliti.”   (QS.Luqman:16)

Anak-anak juga perlu dijelaskan mengenai tanggungjawab atas segala yang mereka perbuat. Bahwa kebaikan dan keburukan akan kembali pada diri masing-masing. Sehingga mereka senantiasa akan enggan berbuat jahat dan memperbanyak perbuatan baik.

  1. Pahamkan Akan Pentingnya Mendirikan Salat, Amar makruf Nahi Mungkar dan Berlaku Sabar

Secara fiqh memang kewajiban salat baru dibebankan kepada anak yang sudah baligh namun tidak ada salah jika sejak dini mereka sudah diberi pemahaman akan perintah salat,berbuat makruf,menjauhi yang munkar dan berlaku sabar. Sehingga ketika dewasa atau saat baligh tiba mereka tidak kaget lagi,melainkan sudah menjadi kebiasaan yang menyenangkan.

Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu Termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (QS. Luqman : 17)

  1. Ingatkan Anak untuk Menjauhi Sifat Sombong.

Bisa dimaklumi anak-anak jika mempunyai sesuatu yang baru yang temannya tidak punya akan selalu ditunjukan kepada teman-temannya,misal punya baju baru,sepada baru atau mainan lainnya. Biasanya mereka menunjukan itu dengan sikap bangga dan terkesan merendahkan temannya yang tidak punya. Anak-anak perlu dijelaskan bahwa sikap demikian tidak baik karena dapat memunculkan kesan sombong padahal sikap sombong sangat dilarang dalam Islam. Ajarkan pada anak untuk bersikap biasa saja dan berbagi jika memiliki sesuatu.

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman : 18)

Demikian juga ketika anak mendapat ranking disekolah atau mendapat nilai bagus.Jangan sampai anak berbangga pada dirinya dan kepintarannya sendiri, ajarkan untuk senantiasa bersyukur pada Allah, dan bahwasanya semua yang dimiliki hanyalah titipan dari Allah yang tak pantas untuk disombongkan.

(Visited 35 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment