Mengenal Mineral dan Manfaatnya

 

Oleh: dr. Nur Fatimah, MS, SpGK*

 

 

 

Saat membeli suplemen, sering kita temui adanya mineral selain vitamin yang terkandung di dalamnya. Apa sebenarnya yang disebut mineral dan apa yang kita ketahui tentang mineral selain kalsium dan zat besi?

iklan donasi pustaka2

Mineral merupakan suatu zat organik yang terdapat dalam kehidupan alam maupun dalam makhluk hidup. Di alam, mineral merupakan unsur penting pada tanah, bebatuan, air, dan udara. Sedangkan pada tubuh makhluk hidup sendiri mineral merupakan salah satu komponen penyusun tubuh. 4-5% berat badan kita terdiri atas mineral, sekitar 50% mineral tubuh terdiri atas kalsium, 25% fosfor, dan 25% lainnya terdiri atas mineral lain. Tubuh memerlukan mineral dari luar karena fungsinya yang penting untuk kelangsungan proses metabolisme. Mineral dibagi dalam 3 kelompok berdasarkan jumlah yang diperlukan oleh tubuh, yaitu: (1) Makromineral (kalsium, fosfor, magnesium, natrium, kalium, klorida, dan sulfur), (2) Mikromineral (zat besi, seng, tembaga, dan florida), dan Ultrace mineral diperlukan dalam jumlah yang sangat kecil (yodium, selenium, mangan, kromium, molibdenim, boron, dan kobalt).

Terdapat beberapa sifat spesifik mineral, di antaranya: tidak ada perubahan komposisi kimia sejak dikonsumsi sampai dibuang dari tubuh; tidak ada satu mineral pun dapat berubah karena pengaruh pemanasan, udara, dan asam, misalnya makanan yang dibakar sampai habis; dan mineral hanya dapat hilang dari makanan karena larut dalam air selama proses pengolahannya. Mineral terdapat dalam makanan maupun dalam tubuh terutama dalam bentuk ion yang dapat bermuatan positif atau negatif. Selain itu juga dapat merupakan bagian dari senyawa organik yang berperan dalam metabolisme tubuh.

Mineral turut serta dalam berbagai proses biokimia penting dalam tubuh. Fungsi mineral secara umum antara lain:

  1. Komponen penting senyawa dalam tubuh seperti kalsium dan fosfor sebagai penyusun struktur tulang dan gigi.
  2. Kofaktor atau metaloenzim dalam reaksi biologis. Mineral akan berikatan dengan enzim tertentu dan mengaktifkan enzim yang bersangkutan, sehingga berbagai reaksi biologis dalam tubuh dapat terus berlangsung. Selain itu, mineral berikatan dengan komponen protein dan mempengaruhi aktivitas protein yang bersangkutan. Hal yang telah umum kita kenal adalah peran zat besi sebagai bagian dari hemoglobin pada sel darah merah.
  3. Fasilitator penyerapan dan transport zat gizi. Penyerapan dan transport beberapa zat gizi sangat bergantung pada beberapa mineral, seperti sodium yang berperan penting dalam penyerapan karbohidrat dan kalsium yang memfasilitasi penyerapan vitamin B12.
  4. Menjaga kesimbangan asam basa tubuh. Sebagian besar reaksi kimia di tubuh dapat berlangsung bila keasaman cairan tubuh sedikit di atas netral. Keasaman cairan tubuh sangat ditentukan oleh konsentrasi relatif dari ion hidrogen/H+ dan ion hidroksida/OH, beberapa mineral memiliki tendensi untuk berikatan dengan ion di atas.
  5. Menjaga keseimbangan cairan tubuh. Mineral dalam bentuk ion mempunyai pengaruh yang besar terhadap perpindahan cairan tubuh baik dari dan keluar sel maupun intersel ke pembuluh darah. Mekanisme ini secara keseluruhan turut serta mengontrol keseimbagan cairan di seluruh tubuh sehingga proses metabolisme dapat terus berlangsung.
  6. Penghantar impuls saraf. Prinsip mekanisme ini adalah perpindahan ion mineral antarsel saraf di sepanjang serabut saraf. Mineral yang berperan terutama adalah natrium dan kalium yang bekerja menghantarkan impuls antarmembran sel serta kalsium yang akan merangsang sel saraf untuk mengeluarkan molekul neurotransmiter, mengikatnya dan menghantarkan ke sel saraf lain. Aktivitas molekuler itulah yang terjadi di seluruh sel otak dan aktivitas sel saraf lain yang menghasilkan sensasi nyeri, mendengar, melihat, dan sentuhan.
  7. Regulasi kontraksi otot, yakni mineral yang terdapat di antara sel yang berperan dalam aktivitas otot. Kontraksi otot memerlukan ion kalsium dalam jumlah cukup, sedangkan relaksasi otot dapat berlangsung normal berkat aktivitas ion nartrium, kalium, dan magnesium.

Daya serap dan perlakukan tubuh terhadap mineral berbeda-beda, sebagai contoh kalium dapat dengan mudah diserap oleh usus dan beredar dalam darah tanpa harus ada protein pengikat serta mudah dikeluarkan melalui ginjal. Tetapi mineral lain seperti kalsium diserap dan didistribusi ke darah harus disertai protein pengikat dan menimbulkan gangguan bila dikonsumsi melebihi kebutuhan.

Interaksi antara mineral satu dengan yang lain juga mempengaruhi daya serap dan perjalanan mineral. Interaksi tersebut dapat saling meningkatkan maupun menghambat, asupan kalsium berlebih dapat menurunkan penyerapan zat besi, demikian juga asupan zat besi berlebih akan menurunkan penyerapan mineral seng.

Beberapa senyawa dapat menghambat penyerapan mineral, seperti konsumsi serat yang berlebih, asam fitat yang terdapat dalam biji-bijian, serta asam oksalat yang terdapat dalam bayam dapat menghambat penyerapan kalsium.

Makromineral terdapat baik pada bahan makanan sumber hewani maupun nabati, sedangkan mikromineral dan ultratrace mineral sebagian besar terdapat pada bahan makanan sumber hewani. Bahan makanan sumber hewani umumnya mempunyai kualitas lebih bagus karena di samping kandungan mineralnya yang tinggi juga tidak terdapat faktor yang menghambat penyerapan. Sumber mineral penting lainnya yaitu air minum. Jenis dan jumlah mineral dalam air minum ini bergantung pada jenis bebatuan dan tanah tempat air minum ini diambil.

Kebutuhan setiap orang akan mineral bervariasi bergantung pada kondisinya. Pada keadaan sehat, kebutuhan akan mineral berbeda pada setiap tahap usia.  Sedangkan pada keadaan sakit, kebutuhan mineral juga berbeda sesuai perubahan metabolisme selama sakit.

Selain dari makanan alami, mineral juga dapat diperoleh dalam bentuk suplemen atau pil.  Suplementasi mineral dapat dikonsumsi bila kebutuhan dari makanan tidak dapat terpenuhi. Di daerah pegunungan dengan kandungan yodium yang rendah pada tanah dan airnya, sementara bahan makanan sumber seperti ikan laut sulit didapat, dianjurkan untuk mengonsumsi garam beryodium untuk menghindari efek yang tidak diinginkan dari kekurangan yodium jangaka panjang. Wanita hamil dianjurkan utnk mengonsumsi bahan makanan sumber kalsium di atas kebutuhan normal, selain untuk pertumbuhan bayi yang dikandungnya, juga untuk menghindari berkurangnya kepadatan massa tulang dan gigi.  Pada tubuh yang mengalami infeksi sering dibutuhkan mineral seng yang lebih tinggi dari normal untuk mengoptimalkan sistem kekebalan tubuh serta mineral selenium untuk membantu menetralkan radikal bebas yang terbentuk lebih banyak pada infeksi.

Defisiensi dan toksisitas

Defisiensi dapat terjadi bila asupan bahan makanan sumber mineral kurang, komposisi air dan tanah kurang mineral tertentu, atau terdapat gangguan penyerapan dan metabolisme dalam tubuh. Gejala umum timbul setelah kekurangan dalam jangka panjang. Hal ini bisa diatasi dengan memperhatikan ketersediaan bahan makanan sumber atau dengan cara suplementasi. Toksisitas atau keracunan mineral tertentu dapat terjadi baik karena konsumsi makanan sumber berlebih, komposisi air dan tanah yang tinggi mineral tertentu, atau karena suplementasi yang tidak diperlukan. Untuk menjaga hal yang tidak diinginkan dari konsumsi mineral, maka terdapat kadar minimal dan maksimal konsumsi setiap jenis mineral.

*Penulis adalah dokter, ahli gizi dan konsultan tumbuh kembang anak

Ilustrasi foto: google

 

nuwakaf008

(Visited 10 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment