Bolehkah Haji dari Uang Pinjaman?

kabah

Sebagaimana diketahui, kuota haji di negara kita sangat terbatas. Dengan kuota yang terbatas tersebut, imbasnya seseorang yang hendak menuaikan ruku Islam ke-5 ini harus rela antri hingga beberapa tahun ke depan. Bahkan, berdasarkan informasi terbaru, calon jamaah harus bersabar menunggu hingga 15 tahun . Artinya, seorang muslim yang telah daftar haji tahun ini, ia harus sabar menunggu giliran hingga tahun 2030 baru bisa berangkat.

Namun hal ini berlaku dalam keadaan normal sesuai jadwal. Dalam perjalanannya bisa saja seseorang berangkat lebih cepat dari jadwal karena ada calon jamaah yang meninggal dunia atau sesuatu hal hingga tidak bisa berangkat sesuai tahun yang telah dijadwalkan. Kondisi demikian bisa diisi atau digantikan calon jamaah haji lainnya sehingga ia berangkat lebih cepat.

Namun terkadang  calon jamaah haji tersebut mempunyai kendala misalnya jumlah tabungannya belum atau tidak  cukup melunasi ongkos naik haji ( ONH). Maka terkadang jalan pintas dipilih yakni meminjam uang untuk melunasinya.  Dalam kondisi demikian bolehkah meminjam uang untuk menutupi kekurangan ONH sehingga bisa berangkat haji?

Ibadah haji diwajibkan kepada orang-orang yang mampu. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan Allah Swt dalam ayat Al-Qur’an sebagai berikut,

“…mengerjakanhai adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya dari semesta alam.” (Q.S. Ali Imran 3: 97)

Para ulama berpendapat setidaknya ada empat macam kemampuan yang harus dimiliki yaitu Quwwah Maaliyyah, Quwwah Jasadiyyah, Quwwah Ruuhiyyah, dan Quwwah Ilmiyyah.

  1. Quwwah Maaliyyah artinya kekuatan harta. Ibadah haji membutuhkan dana yang relatif besar karena tanah suci Mekah relatif jauh dari negeri kita. Paling tidak, dibutuhkan sepuluh jam dengan pesawat Air Bus untuk bisa sampai ke sana. Kita butuh biaya transportasi, biaya hidup di sana, dan dana untuk keluarga yang ditunggalkan. Ini jelas membutuhkan Quwwwah Maaliyyah atau kekuatan harta.
  1. Quwwah Jasadiyyah artinya kekuatan jasad. Ibadah haji membutuhkan kekuatan fisik, karena hampir seluruh pelaksanaannya melibatkan kekuatan fisik, misalnya tawaf, yaitu berjalan mengitari Kabah sanbil berdoa, Sa’i yakni berjalan antara bukit Shafa dan Marwah, Jumroh yakni melempar jamarat. Semuanya melibatkan kekuatan fisik. Itu sebabnya haji membutuhkan Quwwah Jasadiyyah.
  1. Quwwah Ruuhiyyah artinya kekuatan mental atau rohani. Banyak orang yang secara harta dan fisik sudah kuat atau mampu, tapi kalau mentalnya belum siap? Di sinilah dibutuhkankekuatan mental alias Quwwah Ruhiyyah.
  1. Quwwah Ilmiyyah artinya kekuatan ilmu. Haji perlu bekal ilmu yang memadai terutama masalah manasik atau pelaksanaan haji yang benar. Betapa banyak umat Islam yang melaksanakan haji namun tidak dibarengi dengan pemahaman yang benar tentang tata cara haji, sehingga banyak melakukan kekeliruan. Sayang apabila kita sudah mengeluarkan harta yang banyak, meninggalkan anak-anak, tapi ternyata hajinya banyak yang keliru. Di sinilah pentinyanya Quwwah Ilmiyyah alias kekuatan ilmu dan pemahaman.

Adapun permasalahan diatas adalah masalah Quwwah Maaliyyah atau kekuatan harta.  Bolehkah kita berhaji dengan cara berutang? Secara prinsip, berutang untuk haji tidak dilarang, selama kita yakin bisa membayar utang itu seandainya terjadi apa-apa saat melaksanakan ibadah haji. Misalnya, sampai kita meninggal di tanah suci, kita yakin utang-utang itu bisa dilunasi dan tidak membebani keluarga yang ditinggal.

Tapi, jika Anda tidak yakin akan ada yang membayarkan utang Anda, sekiranya Anda meninggal di sana, atau utang tersebut bisa menjadi beban keluarga yang ditinggalkan, berutang seperti ini tidaklah dibenarkan. Lebih baik kita menangguhkan pelaksanaan haji sampai benar-benar mampu. Semoga Allah memberikan rezeki yang halal dan luas kepada kita, sehingga bisa segera melaksanakan ibadah haji tanpa berutang. (Disarikan dari buku “Insyaallah Mabrur,Panduan Ibadah Haji dan Umrah” karya Dr.Aam Amiruddin )

 

 

(Visited 119 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

One Thought to “Bolehkah Haji dari Uang Pinjaman?”

Leave a Comment