Bermesraan Sebelum Nikah?

0
26

•    Zina ‘Ain (zina mata) yaitu memandang lawan jenis dengan perasaan senang.
•    Zina Qolbi (zina hati) yaitu memikirkan atau menghayalkan lawan jenis dengan perasaan senang kepadanya.
•    Zina Lisan (zina ucapan) yaitu membincangkan lawan jenis dengan perasaan senang kepadanya.
•    Zina Yadin (zina tangan) yaitu memegang tubuh lawan jenis dengan perasaan senang kepadanya

Dari segi pelaku yang melakukan zina sebenarnya (Al-Lamam atau berhubungn intim), zina dibagi dalam dua kelompok, yakni:
•    Zina muhson yaitu zina yang dilakukan oleh orang yang telah/sedang bersuami istri, hukumannya adalah dirajam sampai mati.
•    Zina ghairu muhsan yaitu zina yang dilakukan oleh lajang belum pernah nikah, hukumannya adalah didera sebanyak 100 kali dengan menggunakan rotan.

Ukhti, zina adalah perbuatan dosa besar yang berakibat sanksi yang berat bagi pelakunya. Seorang muslim yang bersyahadat tidak halal dibunuh, kecuali tiga jenis orang: pembunuh, orang yang sudah menikah lalu berzina, orang yang keluar dari Islam. (H.R. Bukhari No. 6378, Muslim No. 1676). Perlu dicatat di sini bahwa para ulama menjelaskan hak membunuh tiga jenis orang ini tidak terdapat pada semua orang.

Ukhti, coba bayangkan kalau kita meninggal ketika sedang berzina. Bagaimana nasib kita? Tiada dosa yang lebih besar setelah syirik kepada Allah Swt. dan meneteskan air mani dalam suatu tempat (kehormatan) yang tidak halal baginya. Perlu diingat, neraka Jahannam mempunyai “tujuh pintu gerbang” (Q.S. Al-Ĥijr [15]: 44) dan pintu gerbang yang paling panas, dahsyat, seram, keji, dan bau diperuntukan bagi orang-orang yang suka berzina setelah dia tahu bahwa zina itu haram.

Segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah Swt. itu untuk kebaikan hamba-Nya. Dan, yang terjadi dengan hubungan antara laki-laki dan perempuan yang tidak memakai iman adalah free sex, perkosaan, timbulnya aneka penyakit kelamin seperti HIV/AIDS, diaborsi, anak-anak yang terlantar atau dibuang, serta anak yang tidak jelas keturunannya.

Selanjutnya, kita perlu mengetahui cara menghindari perzinaan. Nah ukhti, berikut ini adalah cara agar kita dapat menahan diri dari ajakan zina.
1.    Menikah supaya bisa menjaga mata dan kehormatan.
2.    Kalau belum siap menikah, perbanyaklah shaum.
3.    Jauhkan bacaan, tontonan, aktifitas pikiran, dari segala sesuatu yang akan membangkitkan syahwat.
4.    Berlindung kepada Allah dengan banyak membaca Al-Qur’an dan merenungkan artinya. Banyak berzikir, membaca shalawat, memakmurkan masjid, menghadiri majelis ilmu, dan berteman dengan orang-orang yang shaleh akan selalu mengingatkan kita pada jalan yang lurus.
5.    Mengharapkan bidadari atau bidadara. Kepada orang yang sabar menahan diri dari zina, Allah Swt. telah menjanjikan bidadari atau bidadara yang keindahannya telah diterangakan dalam sejumlah hadis dan ayat Al-Qur’an.

Mengenai restu orangtua, ukhti bisa mengupayakannya dengan doa dan kesabaran. Insya Allah, salah satu yang bisa mengubah takdir adalah doa sambil terus bertobat dari zina sebelum menikah.

Sebagai penutup, marilah kita berlindung kepada Allah Swt. Setiap saat, ucapkanlah istighfar dan waspadalah terhadap setan berbentuk manusia, yaitu lawan jenis yang Anda sukai yang mengajak berzina. Ingatlah, “Tanda-tanda datangnya kiamat di antaranya: ilmu agama mulai hilang, kebodohan terhadap agama merajalela, banyak orang minum khamr, dan banyak orang yang berzina terang-terangan” (H.R. Bukhari No. 80)

Allahu a’lam.

(Sasa Esa Agustiana)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini