Cara Menjenguk yang Islami

SALAH satu nikmat terbesar yang dianugerahkan oleh Allah Swt kepada kita adalah nikmat kesehatan.  Namun sayangnya, nikmat ini jarang kita sadari dan syukuri.  Menjengguk orang yang sedang dalam keadaan udzur atau sakit adalah bentuk  rasa syukur kita terhadap kesehatan.  Selain itu banyak manfaat yang dapat kita peroleh dari menjenguk sanak saudara yang sedang diuji sakit.

Islam  ternyata juga mengatur bagaimanakah cara yang baik dalam menjenguk orang sakit. Termasuk aturan mengenai boleh tidaknya akhwat menjenguk ikhwan (ataupun sebaliknya) atau bolehkah menjenguk nonmuslim.

MenjenguK orang yang sakit merupakan perwujudan ukhuwah (persaudaraan). Karena itu, Rasulullah Saw. mengumpamakan penjenguk sebagai orang yang berada dalam taman surga yang didoakan ribuan malaikat.

Cara menjenguk yang dicontohkan Rasulullah Saw. adalah sebagai berikut :

1.    Berwudhu sebelum berangkat
Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa yang berwudhu dengan sebaik-baiknya kemudian menjenguk sesame muslim (yang sedang sakit) karena mengharap ridha Allah Swt., pasti dia akan dijauhkan dari neraka jahannam sejauh tujuh puluh tahun perjalanan.” (H.R. Abu Dawud)

promooktober1

2.    Memberikan optimism (keyakinan akan kesembuhan)
Rasulullah Saw. bersabda, “Jika kamu menjenguk yang sakit, lapangkanlah hatinya. Karena yang demikian itu akan memenangkannya.” (H.R. Tirmidzi)
Ummu Salamah r.a. berkata, Rasulullah Saw. pernah bersabda kepadaku, “Apabila kalian menjenguk orang yang sakit atau meninggal, ucapkanlah yang baik-baik, sebab malaikat mengaminkan apa-apa yang diucapkan olehmu.” (H.R. Tirmidzi)

3.    Mendoakan dengan tulus (bukan basa-basi)
Rasulullah Saw. mencontohkan doa berikut, “Ya Allah Tuhan sekalian manusia, semoga Engkau menghilangkan penyakit ini. Hanya Engkaulah yang Maha Penyembuh tidak ada Yang Maha Penyembuh kecuali Engkau dengan kesembuhan yang sempurna.” (H.R. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

4.    Mengirim makanan favorit selama tidak memperparah penyakitnya
Salman Al-Farisi berkata, telah bersabda Rasulullah Saw., “Barangsiapa member makanan kepada yang sakit sesuai dengan keinginan si sakit, niscaya Allah akan memberinya makanan dari buah-buahan surge.” (H.R. Thabrani)

5.    Boleh memakan hidangan atau mencicipi jamuan yang disediakan keluarga yang sakit selama tidak merepotkannya.
Namun, ada pula para ulama yang memakruhkan bahkan mengharamkannya dengan merujuk pada hadits berikut. Abu Umamah r.a. berkata, telah bersabda Rasulullah Saw., “Apabila kamu menjenguk orang sakit janganlah kamu mencicipi makanannya walaupun sedikit, karena hanya itulah yang nmenjai pahala dari mejenguknya.” (H.R. Ad-Dailami)
Hadits di atas toidak bisa dijadikan hujjah (dalil/alas an) karena pada sanadnya ada seorang rawi bernama Musa bin Wirdan Al-Qarasyi Al-Amri yang dinilai imam Adz-Dzahabi dan Yahya bi Ma’in sebagai dhaiful hadits (lihat Faidul Qadir vol. I hlm. 402 dan Tahdzibul Kamal vol. 29 hlm.165)
Jadi, karena haditsnya lemah dan tidak bisa dijadikan dalil, mencicipi makanan yang disediakan tuan rumah hukumnya mubah dan tidak akan mengurangi pahala.

6.    Laki-laki tidak dilarang menjenguk perempuan maupun sebaliknya, walaupun bukan muhrim
Ummu ‘Ala berkata, “Rasulullah Saw. pernah menjengukku ketika aku sakit.”
Aisyah berkata, “Ketika Rasulullah Saw. datang ke Madinah, saat itu Abu Bakar dan Bilal sakit panas. Saya menjenguk Abu BAkar (ayah Aisyah) seraya menyapa, ‘Apa yang ayah derita,’ demikian pula kepada Bilal, ‘Apa yang engkau rasakan?’” (h.R. Bukhari)
Hadits pertama menegaskan bahwa Rasulullah Saw. menjenguk Ummu ‘Ala padahal dia bukan muhrimnya, sementara hadits kedua Aisyah menjenguk Bilal, yang juga bukan muhrimnya. Jadi, laki-laki boleh menjenguk perempuan yang bukan muhrimnya, begitu pula sebaliknya.

7.    Diperbolehkan menjenguk nonmuslim
Anas r.a. berkata, “Sesungguhnya seorang anak Yahudi sakit, lalu Rasulullah Saw. menjenguknya. Kemudian beliau dududk di dekat kepalanya seraya bersabda, ‘Silakan masuk Islam.’ Lalu, anak itu menoleh kepada ayahnya yang berada di sebelah kepalanya. Ayahnya berkata, “Turutilah ajakan Muhammad.” Lalu anak itu masuk Islam.” (H.R. Bukhari dan Abu Dawud)
Kesimpulannya, menjenguk orang sakit sangat dianjurkan. Sebelum berangkat, sebaiknya kita berwudhu, lalu usahakan membawa bingkisan (tidak dating dengan tangan kososng), memberi doa, dan diperbolehkan menjenguk onomuslim. Wallahu a’lam.

(Visited 34 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment