Ini Alasan Kenapa Ortu Tak Boleh Lakukan Kekerasan Fisik kepada Anak

Sebagian besar orangtua sebenarnya tidak menginginkan anak-anaknya dihukum, apalagi oleh “tangannya” sendiri. Saat anak terlihat sedih, kecewa, menangis saat dihukum, sungguh hati orangtua pun merasakan perasaan yang sama. Akan tetapi, dengan alasan demi kepentingan anak itu sendiri, kadang menghukum anak memang tidak bisa dihindari

Menurut praktisi pendidikan anak dari Auladi Parenting School, Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari, hukuman fisik akan membuat anak seperti orang tak berdaya. Mereka seperti tidak bisa berkata tidak dan wajib patuh. Hukuman fisik dapat menumpulkan kekuatan pikiran anak dan merusak jiwa anak. “Saat kita memukul anak, maka sesungguhnya yang paling rusak adalah harga dirinya. Tubuhnya memang sakit, tapi yang paling berbahaya adalah saat seorang anak merasakan sakit di dalam hatinya. Secara tidak sadar kita tengah menjatuhkan harga dirinya,” ujarnya.

Melakukan kekerasan fisik kepada anak, lanjutnya,  sangat bertolak belakang dengan tujuan kita mendidik mereka yaitu agar dia memiliki dasar hidup yang kuat untuk mandiri dan memiliki rasa percaya diri. Saat harga dirinya jatuh karena fisiknya kita hukum, maka dia tidak akan memiliki konsep diri positif seperti yang kita harapkan tadi: mandiri, percaya diri, memiliki motivasi diri.

Hal yang paling berbahaya adalah pada saat orangtua menyakiti fisik anak, anak akan kehilangan kepercayaannya kepada orangtua. Apalagi, jika sudah tumbuh perasaan benci kepada orangtuanya. Padahal, selama ini dia memandang orangtua sebagai orang yang selalu melindungi.

Selain itu, hukuman fisik bisa membuat mereka terluka secara fisik, takut, marah yang terpendam atau malah dikeluarkan, dan menjaga jarak dengan orangtua. Itulah sebabnya barangkali banyak anak yang tak betah duduk berlama-lama dengan orangtua. Dengan semua perasaan itu, bukan tidak mungkin, mereka malah jadi tukang melawan dan bertindak agresif karena tidak dapat menerima perlakuan orangtuanya.

Dengan alasan apa pun, kata Ihsan, hukuman fisik yang dapat MENYAKITI anak tidaklah dibenarkan. Ada sebagian orang yang menghukum anaknya dengan alasan agama. Tapi, jika dicermati lebih lanjut, sebenarnya agama hanyalah dijadikan pembenaran dari pelampiasan nafsu orangtua itu sendiri.

“Sangatlah keji jika kita menyatakan bahwa Rasulullah Muhammad Saw sebagai orang yang melegalkan kekerasan pada anak. Rasululullah Saw memang membolehkan hukuman fisik, tapi itu pun dengan beberapa syarat ketat,” terangnya.

(Visited 27 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment