Kapan Saat Tepat Anak Mengenal Media Sosial?

Ada sebagian orang berpendapat bahwa hidup di jaman dulu rasanya lebih mudah daripada di jaman sekarang. Alasannya, dulu kehidupan lebih alami dan kehidupan sosial masih erat dan akrab dengan sesama. Anak-anak sekarang hidup dalam era teknologi yang berkembang dengan pesat. Meski dari satu sisi kehidupan sekarang jauh lebih mudah dengan bantuan teknologi, namun dampak buruk atau sisi negatifnya juga tidak kalah besarnya.

Teknologi termasuk di dalamnya media, dalam hal ini media sosial (facebook,twitter dan sebagainya) selalu menghadirkan dua sisi yakni positif dan negatif. Banyak kasus kriminal yang menjerat pemilik akun berawal dari media sosial. Demikian juga banyak maanfaat yang dapat didapat dari media sosial ini, seperti tersebarnya informasi dengan cepat, jalinan pertemanan (silaturrahim) yang luas menembus batas waktu dan wilayah. Kehadirannya tidak bisa disamaratakan atau pukul rata pada sisi negatifnya semata. Bagaimana pun, dalam era digital seperti saat ini kehadiran media sosial adalah sebuah keniscayaan.

Yang perlu dilakukan para orang tua adalah menyiapkan diri dan terlibat secara positif, bukan alergi atau menghindar. Menyiapkan diri termasuk di dalamnya adalah  belajar menggunakannya sehingga tidak ketinggalan jaman dan ketika anak bertanya, maka orang tua mampu menjawab sekaligus menjelaskannya dengan sebisa mungkin, akan lebih baik jika mahir.

Kapan Saat yang Tepat ?

Segala sesuatunya pasti ada waktu atau masanya untuk bisa mengerjakan atau memasuki sebuah aktivitas. Begitu juga dengan aktivitas yang akan dilakukan di media sosial. Sebenarnya, acuan atau aturannya sudah jelas, karena kebanyakan media sosial berbasis pada akun surat elektronik (electronic mail/e-mail) di mana salah satu ketentuan atau batasan seseorang boleh mempunyai e-mail adalah berusia minimal 18 tahun.

Batasan umur tersebut bukan tanpa maksud dan tujuan, yang tentu saja berjuan baik. Pada usia demikian seorang anak sudah dianggap cukup dewasa untuk dapat mengerti baik buruk terhadap segala sesuatu. Dengan demikian, harapannya anak sudah mempunyai kemampuan memproteksi diri terhadap hal negatif yang mungkin saja ia temukan atau jumpai, sehingga mampu menghindarinya.

BACA JUGA  Peringatan Bagi Para Orang Tua : Waspadai Sisi Kelam "Gen Z"

Meski demikian, tidak sedikit ditemukan anak-anak di bawah umur yang sudah mempunyai e-mail atau media sosial dengan cara memalsukan identitas. Hal ini tentu saja patut disayangkan dan bukanlah hal yang baik jika tujuannya tidak positif. Untuk itu, tidak ada salahnya anak dikenalkan dengan media internet sesuai dengan kebutuhan. Segala bentuk teknologi pada dasarnya diciptakan bertujuan untuk mempermudah segala urusan manusia sehingga sang pengguna akan maju dan berkembang. Begitu juga dengan teknologi informasi dalam hal ini media sosial

(Dra.Elia Daryati R,Psi,M.Si, psikolog dan konselor keluarga)

(Visited 10 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment