Bumi Terus Menyusut Sesuai Ayat Al-Qur’an

“Tidakkah mereka melihat bahwa Kami menjadikan bumi menyusut dari tepinya, sungguh Allah menghukumkan dan tidaklah menjadikan hukum-Nya berupa siksa, dan Dia sangat cepat menghitung.” (Q.S. Ar-Ra’du [13]: 41)

Tafsir Jalalain menjelaskan bahwa ayat tersebut menerangkan tentang bumi Mekkah yang menyusut bagi orang musyrik karena Allah Swt. telah membukanya bagi umat Islam. Sedangkan, Ibnu Abbas menafsirkan bahwa yang dimaksud “bumi menyusut” adalah matinya para ulama, ahli fikih, dan orang-orang baik. Ikrimah menafsir bahwa “bumi menyusut” artinya maut, kematian manusia. Beliau berargumentasi lebih lanjut bahwa bumi tidak mungkin susut. Sebab, kalau menyusut, tentulah lama kelamaan bumi akan menjadi sempit dan tidak ada lagi tempat untuk para penghuninya.

Itulah pendapat mufasir di zaman dahulu. Tetapi, betulkah bumi tidak bisa menyusut?

Chris Smith, ahli mikrobiologi, dan Dave Ansell dari Cambridge University, Inggris, menghitung bahwa bumi mendapat tambahan massa sekitar 41.000 ton per tahun. Tambahan ini berasal dari debu antariksa yang jatuh ke bumi sebanyak 40.000 ton dan penambahan massa akibat pemanasan global sebesar 160 ton. Ya, kenaikan temperatur bumi membuat energi bumi bertambah. Implikasinya, massa bumi bertambah. Debu antariksa yang masuk ke bumi merupakan sisa-sisa pembentukan tata surya, asteroid yang tidak mampu membentuk planet, dan debu-debu yang melayang di sekitar bumi. Gaya gravitasi menjadikan bumi berperan seperti alat penyedot debu yang menarik debu yang berada di sekitarnya.

Namun, massa yang hilang dari bumi lebih besar, yakni 95.000 ton setahun. Kehilangan massa ini berupa lepasnya hidrogen ke luar angkasa sebesar 3 kg per detik, lepasnya gas helium 1600 ton, dan energi yang hilang akibat reaksi nuklir di inti bumi sebesar 16 ton. Peluncuran wahana antariksa sedikit mengurangi massa bumi. Tetapi, karena sebagian besar wahana antariksa itu jatuh lagi ke bumi, maka dampaknya tidak signifikan. Jadi, selisihnya adalah bumi tetap kehilangan 50.000 ton massa setiap tahun. Artinya, bumi memang mengalami penyusutan.

Namun, kita tidak perlu khawatir, sebab jumlah 50.000 ton hanyalah 0,00000000000001 persen dari total massa bumi. Untuk membuat bumi benar-benar habis karena kehilangan seluruh massanya, diperlukan waktu triliunan tahun. Mengingat umur bumi sekarang baru mencapai lima miliar tahun, penyusutan bumi tersebut masih lama, bukan?

BACA JUGA  Pengamat : Aksi Jihad di Indonesia Tidak Jelas.

Bagaimanapun, bumi memang menyusut pelan-pelan sesuai ayat Al-Quran tersebut. Wallahu a‘lam.

Penulis : Ir. H. Bambang Pranggono, MBA

(Visited 27 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment