Begini Kiat Menjadi Ortu yang Bisa Dipercaya dan Dicintai Anak

Anak masjid

Anak adalah amanah. Sudah menjadi kewajiban setiap orang tua untuk mendidik mereka. Dalam membimbing anak, ada banyak hal yang harus diperhatikan para orang tua agar bimbingan dan arahan diserap secara efektif.  Salah satu hal yang tak boleh dilupakan adalah menumbuhkan rasa percaya dan cinta  antara anak-orang tua.

Rasa percaya dan cinta,  menurut inspirator keluarga dan dakwah Iwan Januar adalah syarat mutlak bagi hubungan yang harmonis antara anak-orang tua. Bila rasa percaya ini sudah tumbuh, maka akan jauh lebih mudah bagi para orang tua untuk menanamkan kebaikan pada anak-anak.

“Yuk rangkul hati anak kita! Caranya? Mulailah dengan menjadi orang tua yang bisa dipercaya, Karena bila tak ada rasa percaya, berarti tidak akan ada cinta.  Anak akan mendekat dan merangkul kita karena percaya kita memberikan rasa aman dan nyaman dalam pelukan kita. Bisakah kita menjadi orang tua yang dapat dipercaya?” ungkap Iwan dalam salah satu  kultwitnya di dunia maya.

Anak-anak, lanjut Iwan, akan mau mendengar omongan orang tuanya bila ortu tak pernah berbohong atau mengajarkan kebohongan padanya.  Ini adalah efek balik kepercayaan. “Jangan pernah berbohong meski untuk membuat mereka terdiam dari tangisan. Bujukan dan penjelasan jauh lebih baik bagi kita dan mereka. Nabi Muhammad saw. pun pernah menegur seorang ibu yang menjanjikan kurma untuk anaknya. Kata rasul, bila tidak benar maka berdusta, demikianlah riwayat Abu Daud,” jelasnya.

Dalam menumbuhkan rasa percaya, orang tua juga  diimbau untuk tidak menakut-nakuti anak mereka dengan sesuatu yang tidak layak mereka takuti, karena anak-anak  akan jadi pengecut dan pembohong. Orang tua pun nantinya tak bisa dipercaya oleh anak  Kepercayaan diri anak juga akan datang bila orang tua sungguh-sunggug berempati pada si buah hati. Iwan berpesan, jangan berpura-pura pada mereka karena mereka juga bisa merasakannya.

“Saat mereka ajak kita bicara, ayah bunda sibuk ber-BBM atau sms atau menatap televisi. Bukankah kita pun tak mau diperlakukan sama oleh mereka?” kata Iwan.

BACA JUGA  Dilema Membiasakan Anak ke Masjid

Anak-anak juga harus dibuat percaya oleh para orang tua kalau ayah bundanya bukan orang yang mudah marah saat mereka berbuat salah.   Ini penting karena efeknya nanti akan membuat mereka lebih terbuka.

“Nabi saw. bersabda : jangan marah, maka bagimu jannah. Subhanallah! Yuk jadi orang tua yang sabar dan pemaaf pada si buah hati. Ayahbunda patut berduka bila anak lebih percaya pada orang lain ketimbang pada orang tuanya.  Jangan biarkan! Dekap lagi hati mereka lebih erat,” kata Iwan

Di antara tanda-tanda pudarnya keparcayaan yaitu anak-anak  lebih suka curhat di sosmed daripada kepada ayahbundanya. mereka lebih banyak diam di hadapan orang tuanya
Bila mereka terlanjur kurang percaya pada ortuanya, bangunlah kembali kepercayaan itu. Jangan salahkan anak-anak. Para orang tua lah yang harus meluruskan diri.

Bila anak dibesarkan dengan kebohongan dan kurang kasih sayang, merak akan belajar berpura-pura, pendendam dan sulit memaafkan. Tapi bila anak diajarkan percaya dan kasih sayang, mereka akan belajar menghargai, toleran dan mudah memaafkan.

Iwan berpesan, resep menjadi ortu yang bisa dipercaya adalah klasik.  “Ia tidak tumbuh dari materi, tapi dari empati, kuantitas dan kualitas waktu jumpa. Terakhir namun yang terpenting agar jadi orang tua yang bisa dipercaya adalah keteladanan.  Action speaks louder than words,” tandasnya.

(asp)

 

 

 

(Visited 28 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment