Ketika Suami Ketahuan Selingkuh

“Assalamualaikum wr. wb. Teh, maaf saya mau ganggu, Teteh. Jam berapa bisa telepon Teteh? Jazakallah khair. Wassalam wr. wb.”

Itulah pesan singkat dari seorang teman lama yang juga merupakan jamaah pengajian, sebut saja Ny. X. Selanjutnya, kami bicara by phone. Ternyata, sudah 16 tahun saya tidak bertemu dengan Ny. X. Pertemuan terakhir adalah di hari pernikahannya. Saya kenal dia saat masih gadis. Kini, Ny. X sudah dikaruniai empat orang anak. Di tengah kangen-kangenan sambil mengingat masa lalu, Ny. X menuturkan kondisi rumah tangganya dengan nada sendu, terbata-bata, dan diselingi tangis.

Singkat cerita, dia mensinyalir suaminya memiliki WIL (Wanita Idaman Lain) dan dia tidak tahu harus berbuat apa. Saya pun dimintai saran. Sambil menenangkan Ny. X, saya memberikan doa dan support. Saya berpesan bahwa yang terpenting adalah mencari fakta (bukan berdasarkan rumor) perselingkuhan sang suami.

Setelah perbincangan via telepon tersebut, kami pun intens berkirim sms. Berikut petikan sms berisi kronologi detik-detik suami Ny. X ketahuan selingkuh. Semoga menjadi ibroh (pelajaran) dan hikmah (ilmu) bagi kaum muslimah untuk tetap tegar, introspeksi diri, tidak emosional, tidak cemburuan, kuat iman, tawakal, tetap bisa berpikir logis dalam situasi apa pun, dan tidak terpuruk.

Ny. X: Bismillah… Teh, tadi malam saya diomelin lagi (pembunuhan karakter lagi) karena saya bicara soal biaya sekolah anak-anak sedang butuh banyak, langsung dia marah, malah menyalahkan saya bahwa banyak utang gara-gara saya. Alhamdulillah, saya mengikuti nasihat Teteh agar terus banyak berdzikir… Teh, sebaiknya bagaimana (kalau) aku temui cewek itu sendirian, supaya menjauhi suami saya? Terus, Teh, aku menemukan koleksi film porno suami banyak sekali! Ada di hpnya, di komputernya, selalu baru terus… Inna lillaahi. Teh, minta nasihatnya Teh, makasih wassalam.

promooktober

Saya: Harus pergoki langsung, kalau ada waktu diikuti, mudah-mudahan ketangkap sedang kencan bersama, jangan temui wanita itu tanpa ada kebersamaan dengan suami, itu menuduh tanpa bukti, si ceweknya malah senang. Semua aset harus diblokir sama Teteh agar utang tidak membengkak, diam-diam saja, kayak normal sikap kita, jangan sampai dia curiga mau diikutin.

Ny. X: Assalamualaikum wr wb, Teh Sasa, suami saya ciri dandanannya beda, Teh. Sekarang aza gitu saya pergokinya? Teh, aku sendirian, gimana menurut Teteh? Makasih…

Saya: Waalaikumsalam wr wb, hati-hati di jalan ya, Insya Allah Allah selalu beserta hamba-Nya yang sabar dan tawakal, aamiin.

Ny. X: Aamiin, Teh. Makasih Teh sudah men-support…., semoga Allah membalas kebaikan Teteh.

Ny. X: Teh, Alhamdulillah sudah ketemu haqqul yaqin, syukur betapa tenangnya saya, mereka juga kelihatannya tenang-tenang saja, lalu saya harus bagaimana Teh?

Saya: Subhanallah, alamiah saja sedang berjihad di jalan Allah amar ma’ruf nahi munkar seperti perjuangan Nabi Nuh as, dan Siti Asiah istri Fir’aun, aamiin, Sujud syukur.

Ny. X: Allahu Akbar 3x, Allah telah mengabulkan doa-doa… Teh what next? Tetep nyalahin aku Teh… semua salah aku… perempuan itu dibelain terus, katanya perempuan itu nggak salah, suamiku yang menggoda kata perempuannya…, aku nurut semua nasehat Teteh aza…, sekarang lagi jalan pulang.

Saya: Bagus, sudah cukup Teh, karena ini perjalanan panjang untuk menata ke depan, sudah tahu kartu truf-nya, jadi karena ada WIL maka ia tidak fokus pada Allah, istri dan anak, bersyukur mendapat cinta yang lebih hanya dari Allah swt, perjalanan fact finding yang berhasil, tidak ada yang sia-sia di sisi Allah, AllahuAkbar!

Ny. X: Aamin… Teh, mohon terus doakan aku dan anak-anak ya Teh. Terima kasih tiada terhingga atas doa dan perhatian Teteh, semoga Allah memberi yang terbaik.

Ny. X: Kalau sudah sampai di rumah, aku gimana sebaiknya? Meladeni atau cuekin aja Teh? Kalau meladeni nanti kesannya aku lemah, malah tambah dihina dan disalah-salahin, gimana sebaiknya Teh? Makasih, wass.

Saya: Waalaikumsalam wr wb. Lihat reaksi dia aza, biasanya dia akan cuek memusuhi, sinis, maka istri tidak usah ngebahas lagi, urus aza rumah dan anak, dia pasti menjauh, pusing  ketahuan belangnya. Melemahkan diri dihadapannya jangan, tapi juga jangan mancing-mancing dia marah, karena dia bakal pemarah/KDRT/ suka ancam-ancam cerai. Renungan buka urgen Q.S 41 :30-36.

Ny. X: Ya Teh…, aku lagi diem aza sekarang… mau ngomong takut omonganku bikin dia marah aku dzikir terus aza ya Teh…., doain aku ya Teh… makasih..

Ny. X: Ass wr wb Bismillah…, Teh ini aku, Teh ternyata suasana rumah makin nggak enak, kira-kira berapa lama? Teh saya hanya ingin berusaha, hari ini saya ajak suami ke orang yang saya anggap bisa jadi mediator, karena dia dahulu pernah curhat soal keluarganya, di sana kami dimediasi…, minggu depan disuruh datang lagi, aku nggak tahu itu betul atau salah, hanya mengikuti kata hati aza Teh, aku ingin yang terbaik menurut Allah saja… apa pun itu doakan aku ya Teh…

Saya: Wa’alakumsalam wr wb, tidak akan enak …., sepanjang belum kena azab Allah di dunia/akhirat, sebelum taubat, krn wujudnya sebagai suami, tapi hati sedang mengalami transformasi pada qasat qulubuhum hati mengeras, qalbun mayyitun, qalbun maradhun berpenyakit hati, sebelum taubat karena kemauannya sendiri, kalau fasilitas dari Allah sedikit demi sedikit dicabut, Wallahu’alam. Walau datang 1001 nasehat, yang paling didengar insya Allah adalah doa kebaikan dari orang yang langsung terzalimi, istrinya, sekarang rawat diri lahir batin, rawat anak-anak, kalau suami ada diurus, kalau tidak ada tidak usah dicari, doa sebanyak-banyaknya tiap saat pada Allah agar kuat iman, hanya karena Allah swt.

Ny. X: Jazakillah khair Teh… Teteh betul, itu yang terjadi, betapa kusut masai mukanya, bukankah wajah gambaran jiwa Teh… aku cinta Allah, aku cinta Teteh…, makasih sekali Teh selalu menguatkan jiwaku….

Saya: Love you too dear sister

Ny. X: Ass wr wb, Bismillah… Teteh ini aku lagi, Teh mereka selingkuhnya tambah menyengaja hari ini pun mereka ketemuan… Bismillah Teh, saya insyaAllah sudah Istikharah sudah mantap ingin berpisah, doanya ya Teh…jazakillah khair, I love you always Teh …

Saya: Didoakan semoga meraih jalan Allah, yang terbaik menurut-Nya, love you juga, wassalamu’alaikum wr wb.

Ny. X: Aamiin…YRA makasih Teh….

Pembaca yang dirahmati Allah, setiap orang mempunyai jalan hidup, tingkat kekuatan imannya, tingkatan maaf, tingkatan introspeksi, serta tingkatan tobat masing-masing. Tidak bisa dipaksakan dan sangat kasuistis. Allah-lah yang selalu  ada hadir di tengah umat manusia. Dia menyaksikan setiap saat perubahan gejolak hati manusia dan Maha Menggerakkan setiap keputusan yang akan diambil oleh umat-Nya. “….lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan, ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.”(Q.S. Fathir [35]: 32). Wallahu a‘lam.

Sasa Esa Agustiana

*) Narasumber Pintu Hikmah 101.1 MGTRADIO, Senin sampai Jumat, pukul 05.00-06.00 WIB

(Visited 94 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment