Waspadai 10 Penyebab Utama Kegagalan Pernikahan Anda (Bag 1)

SEBUAH pernikahan seperti hubungan lainnya memang tidak pernah sempurna. Bahkan yang kita anggap yang terbaik pun bisa jatuh. Kebanyakan ahli setuju bahwa kunci pernikahan yang berhasil dan penuh kasih adalah kerja keras, komitmen dan evaluasi secara konstan dan berulang dari harapan kita, selain juga cara berkomunikasi dengan pasangan. Kedengarannya cukup mudah, namun pada kenyataannya, lebih mudah teorinya ketimbang praktik.Berikut ini adalah secuil pendapat para terapis perkawinan dan konselor Muslim mengenai apa saja yang patut diperhatikan dan menjadi masalah paling umum yang dihadapi pasangan dalam pernikahan. Tentu saja, ada masalah yang lebih kompleks misalnya perselingkuhan atau kecanduan narkoba, tetapi ternyata ada masalah lainnya yang secara mengejutkan dapat menjadi biang keladi dalam rumah tangga.  Ini dia 10 penyebab paling utama pemicu pudarnya kehamonisan rumah tangga :

1. Aku cinta kamu … Sekarang berubah –ini tampaknya menjadi salah satu masalah terbesar yang dihadapi sebagian besar suami istri. Pasangan Anda sering kali mencoba untuk mengubah seseorang menjadi versi yang di lebih dicintainya. Kualitas penikahan yang sangat manis pada awalnya bisa berubah menjadi sesuatu yang memicu banyak kebencian dan penghinaan.Jika Anda menikahi seorang sembrono , dia tidak akan secara otomatis berubah menjadi orang yang rapi dan teratur. Oleh karena itu, jika Anda ingin dia  berubah dan yang dapat mengubah dia adalah Anda, yang terbaik yang dapat dilakukan adalah mengubah respons Anda.

promo oktober

2.Talking VS Communicating- Kesalahpahaman paling umum yang mengancam pernikahan adalah pasangan secara keliru percaya bahwa berbicara berarti berkomunikasi, yaitu, setiap kali mereka terlibat dalam perbicaraan, mereka percaya bahwa mereka berkomunikasi.Menyuarakan keluhan, kritik dan perasaan emosional bukanlah alat komunikasi. Belajarlah untuk mengungkapkan perasaan Anda dengan ketegasan dan bukan dari titik keluhan dan kritik. Ini akan membantu melindungi pernikahan Anda pada tahap berikutnya. Komunikasi yang efektif berarti kita mendengarkan dan kami bersedia untuk melihat dunia melalui mata mitra kami, dan tidak hanya kita sendiri. Jika kita mendengarkan serta kita berbicara, sebenarnya menghubungkan akan mengurus dirinya sendiri.

3. Manajemen Waktu – Gaya hidup modern yang kita anggap ideal kenyataannya penyebab  hidup ini penuh dengan stres. Waktu adalah esensi, dan banyak pasangan tidak mengelola waktu mereka secara efisien.

Waktu yang berkualitas bahkan jika itu hanya lima menit sehari, merupakan persyaratan penting dari pernikahan. Pasangan perlu untuk secara teratur mengevaluasi kembali hubungan mereka dengan cara yang lembut dan jujur.  Ini penting untuk mengetahui apakah mereka berada di  jalur yang sama atau tidak.

4. Keintiman –  Nadirah Angail, penulis dan terapis dari lama nadirahangail.com percaya bahwa berkurangnya kehangatan merupakan masalah besar dalam pernikahan kaum Muslim. “Seks adalah hanya sebagian kecil dari keintiman ”, katanya. Hal ini sepenuhnya lebih menyoal keterlibatan pasangan. Tetaplah terhubung pada setiap tingkat. Spiritual, mental, fisik dan emosional. Sebagian besar pasangan terus-menerus menghadapi perjuangan yang berat untuk menjaga gairah hidup. Keintiman bukanlah tujuan harus dicari melainkan sebuah perjalanan, yang harus berlangsung sepanjang perkawinan.

5. Perubahan Fokus –Isu  ini paling sering dialami pria. Sang suami kerap memiliki anggapan bahwa fokus istri mereka tidak lagi kepadanya  ketika sudah memiliki anak. Ini sering menyebabkan para suami merasa memadai  yang pada gilirannya merasa dicuekin dan menyebabkan berkurangnya keintiman.  Keharmonisan juga kini terancam gara-gara teknologi. Kehadiran gadget dan ponsel membuat suami atau istri malah asyik  BBM atau SMSan saat makan malam, main internet di malam hari dan menggunakan ponsel pintar mereka sepanjang hari. (asp)

(Bersambung)

(Visited 45 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment