Ini Amalan yang Dicontohkan Rasulullah saw Saat Idul Fitri

1
149

Oleh :  Dr. AamAmiruddin M.Si

 

iklan

Shalat Idul Fitri dilaksanakan pada tanggal satu Syawal. Shalat ini merupakan penutup rangkaian ibadah shaum Ramadhan. Idul Fitri artinya kembali pada kesucian. Ini ungkapan harapan bahwa shaum Ramadhan yang baru dituntaskan bisa memulihkan kefitrahan (kesucian) kita yang selama setahun telah ternoda dosa dan maksiat.

Idul Fitri merupakan hari raya Islam, Artinya hari yang perlu diisi dengan kebahagiaan. Di setiap belahan bumi, umat Islam merayakan Idul Fitri dengan gaya yang berbeda. Di Indonesia, ditandai dengan tradisi mudik, yang merupakan sarana bertemu (silaturahmi) antarkeluarga, sehingga bisa menikmati suasana hari raya dengan penuh kebersamaan.

Pelaksanaan Idul Fitri dapat kita bagi menjadi dua bagian. Pertama, yang berkaitan dengan tradisi. Bagian ini tidak diatur secara rinci dalam Al Quran atau Sunah, semua dikembalikan pada kebiasaan masing-masing, yang penting tradisi tersebut tidak mengandung kemunkaran.

Kalau mengandung kemunkaran, harus ditinggalkan, misalnya tradisi menyulut petasan karena tradisi ini mengandung unsur kemunkaran yaitu kemubaziran dan mengganggu ketenteraman lingkungan, bahkan bisa membahayakan.  Sementara tradisi yang senafas dengan ajaran Islam perlu kita pertahankan, seperti tradisi mudik. Alasannya, Islam mengajarkan umatnya menjalin dan menjaga silaturahmi.

Kedua, bagian yang ada kaitannya dengan peribadatan. Bagian ini diatur secara rinci dalam sunah Rasulullah saw.

1.    Mandi besar. Disunahkan mandi besar sebelum berangkat ke tempat shalat Idul Fitri. Karena itu Ibnu Umar r.a. pun melaksanakannya. “Diriwayatkan, sesungguhnya Ibnu Umar biasa mandi pada hari raya Idul Fitri sebelum pergi ke tempat shalat.” (H.R. Malik)

2.    Sarapan sebelum shalat. Sebelum berangkat ke tempat shalat, disunahkan sarapan. Rasulullah saw. mencontohkan hal ini karena selama sebulan perut kita sudah terbiasa diisi makanan saat sahur, kalau tiba-tiba dihentikan dikhawatirkan kaget, sehingga menimbulkan masalah kesehatan. Inilah hikmahnya mengapa disunahkan sarapan sebelum shalat Idul Fitri. Anas r.a. berkata, “Nabi saw. tidak pergi shalat Idul Fitri melainkan sesudah makan beberapa biji kurma dengan hitungan ganjil.” (H.R. Ahmad dan Bukhari).

3.    Mengenakan busana terbaik. Hasan As-Sibti r.a. berkata, “Rasulullah saw. memerintah kami agar pada hari raya mengenakan pakaian terbaik, memakai wangi-wangian terbaik, dan berkurban dengan hewan yang paling berharga.” (H.R. Hakim).

4.    Shalat di lapangan. Abu Said Al Khudri berkata, “Rasulullah saw. keluar menuju mushala (lapangan) pada hari Idul Fitri dan Idul Adha. Yang pertama beliau kerjakan adalah shalat.” (H.R. Bukhari). Hadis ini menegaskan bahwa shalat Idul Fitri dan Idul Adha dilaksanakan di lapangan. Namun kalau tidak memungkinkan bisa dilakukan di masjid. Abu Hurairah r.a. berkata, “Kami pernah kehujanan pada hari Ied, lalu Nabi saw. shalat Ied bersama kami di masjid.” (H.R. Abu Daud)

5.    Menuju lapangan dengan jalan kaki. Ibnu Umar r.a. berkata, “Rasulullah saw. jika pergi shalat Idul Fitri dengan berjalan kaki dan kembalinya juga dengan berjalan kaki.” (H.R. Ibnu Majah). Hadis ini menunjukkan bahwa jalan kaki menuju lapangan itu sunah, kalaupun kita berkendaraan, itu tidaklah terlarang dan tidak akan mengurangi nilai shalat Ied. Jadi, ini merupakan keutamaan (bukan kewajiban).

6.    Mengambil arah jalan yang berbeda. Ibnu Umar r.a. berkata, “Sesungguhnya Nabi saw. pernah pergi melaksanakan shalat Ied dengan mengambil satu jalan dan kembalinya mengambil jalan yang lainnya.” (H.R. Abu Daud). Bila memungkinkan, hukumnya sunah kalau arah jalan pergi dan arah jalan pulang berbeda. Namun kalau tidak memungkinkan, menempuh jalan yang sama pun tidak dilarang dan tidak akan mengurangi nilai ibadah shalat Ied. Ini pun hanya merupakan keutamaan.

7.    Wanita haid boleh hadir di lapangan. Ummu Atiyah r.a. berkata, “Rasulullah saw. memerintahkan kami membawa serta anak-anak perempuan yang hampir baligh, yang haid, dan anak-anak perempuan yang masih gadis pada Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Namun perempuan-perempuan yang haid tidak boleh shalat.” (H.R. Muslim). Hadis ini menegaskan bahwa wanita haid boleh menghadiri khutbah Idul Fitri dan Idul Adha, tetapi mereka tidak boleh shalat.

8.    Bertakbir pada Hari Raya. “… dan hendaklah kamu sempurnakan bilangan shaum serta bertakbir (mengagungkan) Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (Q.S. Al Baqarah 2: 185). Ayat ini menegaskan, apabila selesai melaksanakan shaum, bertakbirlah (mengagungkan Allah). Jumhur ulama berpendapat, takbir pada hari raya Idul Fitri pada waktu pergi shalat Ied sampai dimulainya khutbah. Azzhuri menjelaskan, “Nabi saw. berangkat shalat Idul Fitri. Beliau bertakbir mulai dari rumahnya sampai di tempat shalat (lapangan).” Menurut Imam Hakim, ini merupakan sunah yang tersiar di kalangan para ahli hadis. Imam Malik, Ishak, Ahmad, dan Abu Tsaur pun berpendapat demikian.

9.    Cara shalat Ied. Secara prinsip, cara shalat Ied sama dengan cara shalat subuh, yaitu dua rakaat. Perbedaannya, dalam shalat Ied, takbir pada rakaat pertama sebanyak tujuh kali dan takbir pada rakaat kedua sebanyak lima kali. Selesai shalat, mendengarkan khutbah Ied. Perhatikan keterangan berikut. Amr bin Auf r.a. berkata, “Nabi saw. betakbir pada shalat Ied tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua sebelum membaca Fatihah.” (H.R. Tirmidzi).

10.    Saling mendoakan. Jubair bin Nafi r.a. menyebutkan, “Apabila para sahabat bertemu pada hari raya Idul Fitri, mereka saling mendoakan dengan ucapan Taqabbalallahu Minna wa Minkum, artinya “Mudah-mudahan Allah menerima amal ibadah kita.” Bagaimana cara menjawabnya? Ada tiga cara. Pertama, jawab dengan ucapan yang sama yaitu “Taqabbalallahu minna wa Minkum.” Kedua, jawab dengan “Shiyamana wa shiyamakum” (shaum Saya dan shaum Anda). Ketiga, jawab dengan “Aamiin” (Mudah-mudahan Allah mengkabulkan). Ketiga jawaban ini bisa dipakai karena tidak ada satu pun hadis yang tegas menjelaskan jenis jawabannya. Jadi, silakan pilih mana saja yang paling memungkinkan.

 

wakaf1 quran