Ini Keutamaan Berwakaf Al-Quran

wanita

Berwakaf adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam .Ia merupakan salah satu amalan yang pahalanya terus mengalir meskipun pewakaf (muwakif) sudah meninggal dunia. Dengan demikian bisa kita pahami bahwa wakaf tergolong ke dalam amal jariyah atau amalan yang tidak putus pahalanya hingga akhirat kelak. Bagi orang yang telah beramal saleh dengan mewakafkan harta bendanya di jalan Allah Swt,ini tentu menjadi kabar gembira. Sebagaimana dijelaskan oleh, Rasulullah Saw bersabda,

Apabila anak Adam (manusia) wafat, maka terputuslah semua (pahala) amal perbuatannya kecuali tiga macam perbuatan, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya” (HR. Muslim).

Sebagian ulama mengartikan sedekah jariah diantaranya adalah amal wakaf. Meski sebenarnya makna sedekah jariah sangat luas.

Keutamaan Berwakaf (Wakif) Al-Quran

Dalam sejarah Islam, perintis amalan wakaf adalah Rasulullah Saw. Sebagaimana tertuang dalam hadits yang diriwayatkan oleh ‘Umar bin Syaibah daripada ‘Amr bin Sa’ad bin Mu’az, “Kami bertanya tentang Siapakah pewakaf yang paling pertama kali melakukannya? Orang-orang Anshar menjawab, ‘wakafnya Rasulullah Saw.'” Pada saat itu (622 SM), Rasulullah apabila tiba di Madinah akan sudah mewakafkan masjid Quba’ atas dasar ketaqwaan kepada Allah Swt. Dan wakaf untuk kedua kalinya, Rasulullah mewakafkan masjid Nabawi.

promo oktober

Syaikh Abdullah Ali Bassam berkata: Wakaf adalah shadaqah yang paling mulia. Allah menganjurkannya dan menjanjikan pahala yang sangat besar bagi pewakaf, karena shadaqah berupa wakaf tetap terus mengalir menuju kepada kebaikan dan maslahat. Adapun keutamaannya, (meliputi):

Pertama : Berbuat baik kepada yang diberi wakaf, berbuat baik kepada orang yang membutuhkan bantuan. Misalnya kepada fakir miskin, anak yatim, janda, orang yang yang tak memiliki usaha dan perkerjaan, atau untuk orang yang berjihad fi sabilillah, untuk pengajar dan penuntut ilmu, pembantu atau untuk pelayanan kemaslahatan umum.

Kedua : Kebaikan yang besar bagi yang berwakaf, karena dia menyedekahkan harta yang tetap utuh barangnya, tetapi terus mengalir pahalanya, sekalipun sudah putus usahanya, karena dia telah keluar dari kehidupan dunia menuju kampung akhirat. [Lihat Kitab Taisiril Allam, 2/246].

Wakaf Quran Menjadi Bagian dari 7 Amalan Jariyah

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya di antara amal saleh yang mendatangkan pahala setelah orang yang mengamalkannya meninggal dunia, yaitu; ilmu yang disebar­luaskan olehnya, anak saleh yang ditinggalkannya, mushaf (Al-Quran) yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah yang didirikan dengan tujuan dijadikan sebagai tempat bermalam (penginapan) orang yang sedang dalam perjalanan (ibn sabil), sungai yang dialirkan guna kepentingan orang banyak, dan harta yang disedekahkannya” (HR. Ibnu Majah).

Adapun uraian singkatnya adalah sebagai berikut:

1. Menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang bermanfaat – Baik pendidikan formal maupun nonformal, semisal diskusi, ceramah, dakwah, termasuk amalan berupa tulisan buku yang berguna dan mempublikasikannya.

2. Mendidik anak hingga menjadi anak yang saleh/salehah – Anak yang saleh dan salehah akan senantiasa beramal kebajikan di dunia. Dalam hadis dijelaskan; kebaikan yang dilakukan oleh anak saleh pahalanya terus mengalir hingga sampai kepada orang tua yang mendidiknya meskipun keduanya telah wafat dengan tanpa mengurangi bobot pahala yang diterima oleh orang yang beramal (anak).

3. Mewariskan mushaf (alquran dan buku agama) kepada orang-orang yang dapat memanfaatkannya untuk kebaikan diri dan masyarakatnya.

4. Membangun masjid. Sesuai dengan sabda Nabi Saw,

Barang siapa yang membangun sebuah masjid karena Allah walau sekecil apa pun di dunia, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Keutamaannya; orang yang membangun masjid akan menerima pahala setara dengan pahala orang yang beribadah di masjid tersebut.

5. Membangun rumah atau pondokan bagi orang-orang yang bepergian untuk kebaikan – Setiap orang yang memanfaatkannya, baik untuk sekadar transit/singgah sementara atau untuk megninap serta kegunaan lain selama bukan untuk maksiat, amaka pahalanya akan terus mengalir kepada orang yang membangunnya.

6. Mengalirkan air secara baik dan bersih ke tampat-tempat orang yang membutuhkannya atau menggali sumur di tempat yang sering dilalui atau didiami orang banyak – Setelah orang yang menditribusikan air tersebut wafat sementara air masih tetap mengalir dan terpelihara dari kecemaran bahkan dimanfaatkan orang yang hidup maka orang yang memiliki sumber air tersebut terus-menerus mendapatkan pahala. Semakin banyak orang yang memanfaat­kannya semakin banyak ia menerima pahala di akhirat. Rasulullah SAW bersabda,

“Barang siapa membangun sebuah sumur lalu diminum oleh jin atau burung yang kehausan, maka Allah akan mem­berinya pahala kelak di hari kiamat.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Majah).

7. Menyedekahkan sebagian harta. Orang yang beramal dengan menyedekahkan sebagian hartanya dengan penuh keikhlasan maka akan memperoleh pahala yang berlipat ganda.

Hikmah Wakaf:

-Sebagai pembuka jalan taat dan taqwa kepada Allah Swt.

-Memotivasi muslim yang lain untuk berlomba-lomba di dalam kebaikan (fastabikul khayrat).

-Memberikan pahala yang mengalir terus-menerus meskipun orang yang beramal saleh tersebut telah wafat.

-Bagian dari syiar dan kebaikan serta kejayaan Islam.

-Membantu mengurangi beban susah kaum fakir miskin serta anak yatim. [Berbagai sumber]

 

Red: adminmapi

Ilustrasi foto:  Norman

 

 

 

(Visited 29 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment