Kalau Suami-Istri Sama-Sama Egois

perselingkuhan

TANYA :

Teh Sasa, saya dan suami memiliki sifat egois. Hal ini kerap menjadi masalah ketika hal kecil saja dapat menyebabkan perselisihan. Tak jarang, suami menganggap suatu permasalahan sebagai hal kecil sementara saya menganggap sebaliknya. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana caranya agar saya dapat menahan ego saya serta berlatih agar lebih sabar mengingat saya suka kesal berkepanjangan? Saya ingin memperbaiki hubungan dengan suami yang suka ingin menang sendiri, ingin dituruti, susah dinasihati, tidak mau diajak kompromi, dan suka seenaknya sendiri. Saya takut, lama kelamaan saya tidak kuat dengan ujian ini.


JAWAB :

Ukhti yang dirahmati Allah Swt., mari kita renungkan bersama firman-Nya berikut ini.

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.” (QS. Al-A’raaf [7]: 201)

Pada umumnya, kehidupan rumah tangga tidak lepas dari konflik. Kalau terjadinya konflik antara suami istri, seyogianya keduanya dapat meredam ego masing-masing agar permasalahan tidak bertambah besar.

Perlu diingat bahwa ketika suami istri marah dan kemudian berlindung kepada Allah dari godaan setan dengan memperbaiki kesalahan masing-masing, berlapang dada, saling meminta maaf, menyatukan pendapat, ,melakukan upaya perdamaian, serta menutup celah-celah tidak membiarkan terlibatnya pihak ketiga, mereka secara otomatis menyingkirkan setan dalam diri masing-masing.

Pada umumnya, ada beberapa sifat negatif lain selain egois yang sudah selayaknya ditekan atau dihilangkan demi menjaga keharmonisa hubungan suami istri. Sifat-sifat tersebut adalah sebagai berikut.

1. Terlalu sensitif. Hal ini membuat kita mudah tersinggung, tidak bisa diajak bercanda. Terlalu sensitif membuat pasangan Anda menjauh.

2. Terlalu vokal. Setiap orang menyukai sifat yang cerdas dan mampu menyuarakan pendapatnya. Namun, jika kepercayaan diri ini sudah terlalu besar dapat membuat ill feel karena ada unsur meremehkan.

3. Terlalu cemburu. Cemburu merupakan bumbu dalam suatu hubungan suami istri. Namun, rasa cemburu berlebihan justru akan menjadi bencana yaitu dengan hadirnya rasa curiga, tidak nyaman, dan tidak bisa mempercayai pasangan.

4. Terlalu materialistis.Ketidaknyamanan terburuk yang dirasakan adalah bila pasangannya terlalu materialistis. Jika Anda ingin tampil cantik atau ganteng di depan umum dengan memboroskan uang di salon namun pelit dalam urusan pengeluaran rumah tangga, Anda tidak akan dilihat cantik atau ganteng oleh pasangan.

Pada saat menghadapi masalah sulit dalam berumah tangga seperti ketika suami istri sama-sama egois, ada baiknya masing-masing kembali pada komitmen bersama. Dalam hal ini perlu ditekankan dua poin penting yang mungkin terlupakan ketika kita menghadapi masalah rumah tangga. Kedua poin tersebut adalah, pertama, nikah merupakan amanah. Suami yang saleh adalah yang mampu menjaga amanah yang diberikan Allah Swt. kepadanya. Dan, istri adalah amanah yang diberikan kepada seorang laki-laki yang menjadi suaminya melalui perjanjian akad nikah. Adapun seorang istri, dia harus bisa taat kepada suami karena ketaatannya kepada Allah Swt. sebagaimana ayat berikut ini,

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)…” (Q.S. An Nisaa’ [ 4]: 34)

Kedua,

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

(Visited 352 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment